Tari Topeng dan PGMI Voice Mengawali Studium General Jurusan Pendidikan Guru MI (PGMI)

Tari Topeng dan PGMI Voice Mengawali Studium General Jurusan Pendidikan Guru MI (PGMI)

Sabtu (17/09) Jurusan Pendidikan Guru MI (PGMI) menggelar Studium General. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Budaya Lokal Cirebon dalam Pendidikan Dasar”. Kegiatan  yang diadakan di Auditorium Lantai III Gedung Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini menghadirkan 2 Narasumber, yaitu Drs. R. Agus Setiadiningrat, MM., M.Pd. (Kabid Kebudayaan Disporbudpar Kota Cirebon) dan Pangeran Elang Mamat Nurrachmat (Budayawan / Lurah Sanggar Seni Klapa Jajar Keraton Kanoman Kota Cirebon).

Kegiatan yang diawali dengan penampilan seni tari topeng “tarian khas cirebon” tersebut dihadiri oleh lebih kurang 120 peserta, terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni. Tak kalah dengan tari topeng, PGMI Voice pun ikut memeriahkan dalam studium general jurusan Pendidikan Guru MI (PGMI).

Syibli Maufur (Kajur PGMI) dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya studium general yang mengupas tentang budaya lokal Cirebon ini merupakan bentuk komitmen jurusan PGMI bahwa Jurusan PGMI konsen untuk melestarikan budaya lokal Cirebon.  “Kami konsen untuk mengangkat budaya lokal  Cirebon. Tidak hanya itu, dalam penelitian pun dosen-dosen jurusan PGMI juga meneliti tentang sintren dan kurikulum budaya lokal Cirebon dalam pendidikan dasar” ungkapnya. Lebih lanjut Kajur PGMi ini memohon kepada dinas terkait, dalam hal ini Disporbudpar Kota Cirebon untuk senantiasa memfasilitasi penelitian-penelitian yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa terkait dengan budaya lokal Cirebon.

Dr. Nuryana, M.Pd selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan saat membuka studium general menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggarannya studium general yang mengupas tentang budaya lokal Cirebon tersebut. “melestarikan budaya Cirebon itu penting, mudah-mudahan dengan kehadiran dua narasumber ini dapat memberikan wawasan kepada kita semua tentang budaya lokal Cirebon” tuturnya.

Drs. R. Agus Setiadiningrat, MM., M.Pd. saat menjadi narasumber dalam studium general tersebut menyampaikan bahwa tupoksi bidang kebudayaan Disporbudpar Kota Cirebon adalah melestarikan dan  menumbuhkembangkan bakat minat seni kepada masyarakat. Dimana tupoksi ini diejawantahkan ke dalam dua seksi/bidang, yakni seksi/bidang sefibasa (seni, film, bahasa dan sastra) dan seksi/bidang niltrasepur (nilai-nilai tradisional sejarah purbakala).  Raden Agus menambahkan bahwa dalam menampilkan seni harus mengikuti pakem-pakemnya, jangan sampai keluar dari pakemnya karena akan menghilangkan jati diri dari seni tersebut.

Sementara itu Elang Mamat Nurrachmat menyampaikan bahwa ada 5 (lima) usaha yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan budaya Cirebon, yang pertama kita harus mengenal budaya Cirebon terlebih dahulu, selanjutnya kita harus tumbuh dan berkembang dengan budaya Cirebon, setelah itu memanfaatkan budaya Cirebon untuk menghasilkan ekonomi, meningkatkan kualitas yang baik dan yang terakhir adalah apresiasi dan partisipasi. Lebih lanjut Cak Mamat, panggilan akrabnya menambahkan bahwa sasaran dari optimalisasi budaya tersebut adalah festival dan pertunjukan.

Disela-sela studium general juga diselenggarakan pelepasan wisudawan/I jurusan Pendidikan Guru MI (PGMI) periode Oktober 2016 mendatang. Syibli Maufur Kajur PGMI memberikan ucapan selamat dan sukses kepada 20 calon wisudawan/I atas jerih payahnya selama ini sehingga berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Semoga ilmu yang diperolehnya berkah dan bermanfaat  sehingga dapat menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang sangat kompetitif ini. (Arifuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *