ICON-UCE 2022 SEBAGAI MOMENTUM SILLATURRAHIM DAN SILLATUL’ILMI

Oleh:

Zaenal Mutaqin, M.I.Kom.


 

The International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) in 2022 is a biennial activity organized by the Directorate of Islamic Higher Education as an academic forum for disseminating the results of research-based service and innovation as well as synergizing university partnerships, with a number of internal and external stakeholders both from Indonesia and abroad.

Article 5 letter d of Law Number 12 of 2012 concerning Higher Education emphasizes the importance of community service as part of the Tridharma of Higher Education. Community service that should be done is based on reasoning and research work. Therefore, it can provide benefits in advancing

the general welfare and the intellectual life of the nation. The paradigm that the Tridharma of higher education is an integrated dharma must be understood by all stakeholders. Reasoning/learning, research, and community service cannot be separated. All three are universities’ contribution to participate in the development of the nation.

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sebagai masyarakat dengan kumpulan para insan akademis harus melakukan rebranding sebagai intelektual dan filosof yang mampu melakukan transformasi sosial. Intelektual dan filsuf adalah aktor perubahan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kapabilitas kampus dan menyadarkan setiap komponen sebagai intelektual yang mampu menggali persoalan berdasarkan kemampuan personal dan kelembagaan.

Kesadaran kritis diperlukan untuk membebaskan masyarakat dari belenggu ketidakmampuan melawan ketidakadilan dan penindasan di era globalisasi. Paradigma pelayanan harus didasarkan pada penelitian analitis kritis, dan tindakan sosial-politik. Menciptakan dialog dengan masyarakat dan refleksi kritis adalah fundamental.

Sebagai intelektual, masyarakat kampus harus didorong untuk menemukan kearifan lokal dari pengalaman hidup dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk melakukan perubahan dan memecahkan masalah di masyarakat. Masyarakat diajak untuk mengidentifikasi masalah, penyebabnya, peluang pemecahan masalah, menyusun rencana tindakan, dan mengukur tingkat keberhasilan tindakan.

ICON-UCE (International Conference on University – Community Engagement) merupakan kegiatan dua tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam sebagai forum akademik, diseminasi hasil pengabdian berbasis riset dan inovasi serta sinergi kemitraan perguruan tinggi, dengan sejumlah pemangku kepentingan baik di dalam maupun di luar negeri pemberdayaan masyarakat terkini.

Penyelenggaraan ICON UCE:

  • ICON UCE Pertama di UIN Alauddin Makassar 2014
  • ICON UCE Kedua di UIN Sunan Ampel Surabaya, pada tanggal 2-5 Agustus 2016
  • ICON UCE Ketiga di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pada tanggal 8-10 Oktober 2018
  • ICON UCE ke-4, diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pada tanggal 24-26 Oktober 2022

Pendekatan dalam konsep pemberdayaan yang menjadikan masyarakat sebagai subyek dari upaya pembangunannya sendiri merupakan hal yang fundamental. Sejauh mana pendekatan praktis dirumuskan secara terfokus, cara partisipatif dan melibatkan masyarakat harus diukur. Pendekatan juga harus menyediakan ruang empiris bagi masyarakat untuk merancang, melaksanakan, mengelola dan mempertanggung jawabkan upaya peningkatan kualitas hidupnya.

Kegiatan ini bertemakan Ketahanan Pasca Pandemi: Dari Pendidikan Tinggi Islam ke Transformasi Sosial. Merupakan upaya kebangkitan perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memulihkan keadaan pasca pandemi melalui pemberdayaan masyarakat.

Adapun sub tema kegiatan:

  1. Perguruan Tinggi dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat
  2. Pendampingan dan Advokasi Anggaran Desa
  3. Hemat Energi, Bank Sampah, dan Teknologi Terapan
  4. Filantropi Islam dan Resiliensi Masyarakat
  5. Peningkatan Kesehatan Masyarakat
  6. Perguruan Tinggi dalam Tanggung Jawab Sosial
  7. Pengabdian Masyarakat Berbasis Moderasi Beragama
  8. Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pemberdayaan Masyarakat
  9. Kreativitas dan Inovasi Pelayanan KKN
  10. Kemitraan Penta-Helix PTKI dalam Pemberdayaan Masyarakat
  11. Gender dan Anak dalam Perubahan Sosial
  12. Best Practice Integrasi Tri Dharma PTKI

Tujuan diselenggarakannya ICON-UCEE adalah:

  • Memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat luas untuk saling curah pendapat dari berbagai pengalaman tentang konsepsi pengabdian kepada masyarakat.
  • Memberikan kesempatan kepada berbagai pihak dalam usaha-usaha pengembangan kemitraan PTKI dengan masyarakat.
  • Membuat agenda kerja riil dalam rangka mengarusutamakan pemberdayaan masyarakat berbasis riset dengan melibatkan komunitas dan elemen masyarakat.

Disamping adanya tujuan kegiatan tersebut tentu sasaran kegiatan yang menjadi bagian sukses penyelenggaraan kegiatan ini. Sasaran kegiatan adalah akademisi, peneliti, dan pengabdi masyarakat pada PTKI seluruh Indonesia, Non-Governmental Organization (NGO), dan seluruh unsur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Momentum Sillaturrahim dan Sillatul’ilmi para Pengabdi

Perhelatan The 4th International Conference on University – Community Engagement (ICON UCE 2022) merupakan ajang yang mempertemukan para pengabdi dari seluruh Perguruan Tinggi Agama Keislaman baik negeri maupun swasta di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kali keempat yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali, dan pada tahun ini IAIN Syekh Nurjati menjadi ditunjuk sebagai penyelenggara. Kegiatan ini disambut antusiasme yang sangat luar biasa, karena diyakini bahwa akan hadir ratusan orang dari unsur pengabdi atau dosen untuk saling bertemu wajah, bertatap muka, berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu ruh perguruan tinggi selain pengajaran dan penelitian.

Pengabdian kepada masyarakat tentu memberikan kebermanfaatan. Peran penting akademisi dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk dapat mengungkap potensi-potensi permasalahan yang ada di tengah masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi sebuah tawaran dan solusi pemecahan masalah yang ada dengan metode-motede pengabdian yang dilakukan sehingga hasilnya pun dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk konferensi internasional yang diikuti oleh 108 pengabdi terpilih hasil seleksi makalah terbaik dari seluruh PTKI se Indonesia. Mereka juga mengikuti kegiatan Parallel Session yang dibagi menjadi 10 kelas, untuk mendiskusikan isu-isu atau kajian seputar pengabdian kepada masyarakat yang sudah dan akan dijalankan.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pengabdi, penyelenggara juga menyajikan kegiatan pelatihan pengabdian kepada masyarakat seperti Training Metode Pengabdian kepada Masyarakat melalui metode Parcipatory Action Research/ PAR dan metode Asset Based Community Dovelopment/ ABCD.

Rangkaian kegiatan ICON UCE 2022 terdiri atas kegiatan Konferensi Internasional, Training Metode Pengabdian kepada Masyarakat, Pameran Karya Pengabdian, dan Seleksi Pengabdian Terbaik.

Agenda Kegiatannya sebagai berikut:

No

Kegiatan Waktu

Tempat

1 Konferensi Internasional 24-25 Oktober 2022 Lantai 3 Gedung Pascasarjana (Baru) IAIN Syekh Nurjati Cirebon
2 Training Metode Pengabdian Kepada Masyarakat 25 Oktober 2022 1.    Training PAR: Lantai 2 Gedung Pascasarjana (Baru) IAIN Syekh Nurjati Cirebon

2.    Training ABCD: Auditorium Lantai 5 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

3 Pameran Karya Pengabdian (Expo Pengabdian Masyarakat) 24-26 Oktober 2022 Lingkungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon
4 Seleksi Pengabdian Terbaik 25 Oktober 2022 Lantai 3 Gedung Pascasarjana (Baru) IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Konferensi Internasional Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama yang dikemas dalam bentuk seminar internasional, plenary session, dan desiminasi hasil pengabdian. Penyelenggara juga menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang pengabdian masyarakat.

Narasumber pertama adalah Dee Brooks. Seorang pengembara yang telah bepergian dan bekerja di lebih dari 20 negara. Mulai dari bawah berkarir selama dua dekade, latar belakang Dee adalah pegiat millennial, penelitian berbasis komunitas, dan penjangkauan komunitas-universitas dan dia sangat percaya pada kekuatan memanfaatkan kebijaksanaan kolektif komunitas untuk memperkuat dan membangun apa yang sudah ada.

Melalui gayanya yang membumi, Dee menyatukan orang-orang dengan cara yang dinamis untuk menyadari dan melibatkan potensi penuh dari jaringan dan komunitas mereka. Lebih dari 20 tahun, karyanya telah menginspirasi orang-orang di ratusan acara dan lokakarya di seluruh dunia di mana dia menawarkan pelatihan keterlibatan dan pengembangan masyarakat dan juga memberikan desain bersama, fasilitasi, dan pidato utama profesional untuk konferensi, forum, dan acara-acara pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya ada Martha C. Beck, adalah profesor di Lyon College, Departemen Filsafat. Berasal dari St Cloud, Minnesota, Martha Beck bergabung dengan fakultas Lyon pada tahun 1996. Dia memiliki lebih dari dua puluh lima tahun pengalaman dalam mengajar Filsafat dan Budaya Yunani Kuno. Bidang keahliannya meliputi Plato, Aristoteles, tragedi Yunani, psikologi pola dasar, dan hubungan antara filsafat dan budaya Yunani kuno, serta globalisasi pengetahuan dan budaya saat ini.

Beck telah berada di banyak komite. Dia telah menjadi anggota Lyon College Flute Choice sejak 1999, dan anggota dewan untuk Koalisi Arkansas untuk Perdamaian dan Keadilan dan Pusat Olympia untuk Filsafat dan Budaya Yunani, berlokasi di Olympia, Yunani. Sejak 2006, ia telah menerbitkan tujuh buku dan menulis enam manuskrip lagi yang harus diterbitkan akhir tahun ini, atau tahun depan.

Narasumber terakhir adalah Syamsuriadi. Beliau merupakan dosen IAIN Bone dengan tugas tambahan sebagai Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M IAIN Bone. Pendidikan S1 dan S2 diselesaikan di Universitas Hasanuddin pada tahun 1998 dan 2010. LP2M IAIN Bone melalui Syamsuriadi mendapat kepercayaan dari PT Astra Internasional Tbk, mengembangkan Program Desa Sejahtera Astra yaitu pemberdayaan masyarakat melalui budidaya tanaman nilam menjadi minyak atsiri dengan melibatkan petani. kelompok dari sepuluh desa di Bone, Sulawesi Selatan dan Bombana, Sulawesi Tenggara, melalui sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan metodologi Riset Aksi Partisipatif.

Berbagai pelatihan pemberdayaan masyarakat dan juga menyediakan co-design profesional, fasilitasi dan keynote address untuk konferensi, forum dan acara acara telah mampu mengubah pola pikir dan perilaku lama petani dari pertanian yang awalnya banyak merusak lingkungan menjadi pertanian yang ramah lingkungan.

Pameran Karya Pengabdian (Expo Pengabdian Kepada Masyarakat)

Pameran Karya Pengabdian (Expo Pengabdian kepada Masyarakat) memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk saling curah pendapat dari berbagai pengalaman tentang konsepsi pengabdian kepada masyarakat. Sasaran peserta Pameran Karya Pengabdian berjumlah 75 (tujuh puluh lima) yang meliputi delegasi LP2M Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) seluruh Indonesia, Pemerintah Daerah Kota/ Kabupaten di Wilayah III Cirebon, UMKM Mitra Binaan Bank Indonesia, dan Perbankan Syariah, serta NGO dan Lembaga Filantropi/ Fundrising.

Kegiatan ini pula merupakan kesempatan bagi para peserta untuk mempublikasikan, menginformasikan, dan mempromosikan produk atu hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan.

Seleksi Pengabdian Terbaik

Sebagai bentuk apresiasi bagi para pengabdi di lingkungan PTKI, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, bekerjasama dengan berbagai pihak, mengadakan Program Penghargaan Karya Pengabdian Terbaik. Karya Pengabdian Terbaik yang dimaksud meliputi tiga kategori yaitu (1) Tokoh Pengabdi Inspiratif, (2) Program Pengabdian Terbaik, dan (3) Penyelenggaraan KKN Terbaik. Program ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan The 4th International Conference on University – Community Engagement (ICON UCE 2022) yang digelar di IAIN Syekh Nurjati, Cirebon.

Adapun kategori penghargaan pengabdian terbaik adalah sebagai berikut:

  1. Tokoh Pengabdi Inspiratif

Pengabdi Inspiratif, yaitu kategori penghargaan yang menitikberatkan pada ketokohan pengabdi teladan atas kiprahnya yang diakui pengaruhnya oleh masyarakat. Tokoh dimaksud merupakan individu yang menginspirasi serta menggerakkan kelompok masyarakat, memiliki semangat memberi manfaat kepada sesama, dan mampu mendorong untuk terus meningkatkan kualitas.

Pemilihan Tokoh Pengabdi Inspiratif menggunakan indikator berikut:

  • Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di PTKI yang memiliki konsistensi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat;
  • Memiliki program pengabdian kepada masyarakat minimal 3 tahun berjalan;
  • Melakukan inovasi untuk perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik; dan
  • Ketokohannya mendapat pengakuan dari pemerintah/ masyarakat/ komunitas dampingan.

 

2. Program Pengabdian Terbaik

Program Pengabdian Terbaik, yaitu kategori penghargaan terhadap programprogram pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh kelompok Sivitas Akademika yang mampu menggerakkan masyarakat sehingga meningkatkan mutu kehidupannya, baik dari segi religiusitas, ekonomi, maupun sosialnya. Pemilihan Program Pengabdian Terbaik menggunakan indikator berikut:

  • Program pengabdian kepada masyarakat menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat;
  • Program pengabdian kepada masyarakat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat, agama, dan negara;
  • Program pengabdian kepada masyarakat memiliki pusat informasi dan komunitas pengabdian, serta melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaannya;
  • Program pengabdian kepada masyarakat memiliki pengorganisasian yang terencana dan berkesinambungan;
  • Program pengabdian kepada masyarakat memiliki kemitraan dan sinergitas dengan pemerintah atau dunia industri sehingga dapat menciptakan peluang usaha;
  • Program pengabdian kepada masyarakat dapat diukur keberhasilannya melalui monitoring dan evaluasi;
  • Program pengabdian kepada masyarakat diakui keberhasilannya oleh pemerintah dan masyarakat/ komunitas dampingan; dan
  • Hasil program pengabdian kepada masyarakat terpublikasi di jurnal nasional terakreditasi atau dalam bentuk buku, HaKI, media massa, dan lainnya.

Untuk mengikuti seleksi ini, peserta harus membuat deskripsi tentang tempat pengabdian, fokus pengabdian, pedoman pengabdian, perencanaan pengabdian, pengorganisasian pengabdian, metode pengabdian, tahapan kegiatan pengabdian berkelanjutan, kemitraan pengabdian, pendanaan pengabdian, pengawasan pengabdian, evaluasi hasil pengabdian, produk pengabdian, dampak dan perkembangan hasil pengabdian, administrasi, dokumentasi pengabdian, penghargaan pengabdian, serta publikasi pengabdian. Semua dilakukan secara terprogram dan berkelanjutan.

3. PTKI sebagai Penyelengaraan KKN Terbaik

Penyelenggaraan KKN Terbaik, yaitu kategori penghargaan pengabdian kepada penyelenggara KKN. Penyelenggara dimaksud memiliki mekanisme penyelenggaraan KKN yang efektif dan efisien, serta mempunyai dampak yang signifikan bagi masyarakat tempat pelaksanaan KKN. Kategori Penyelenggaraan KKN Terbaik ini dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat PTKI, dilaksanakan oleh mahasiswa serta dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan di tempat tertentu dan dilakukan pada waktu tertentu. Indikator penyelenggaraan KKN terbaik yaitu:

  • Memiliki keistimewaan metodologi pengabdian kepada masyarakat yang membedakan dengan perguruan tinggi lainnya;
  • Telah berjalan selama 1 (satu) sampai 2 (dua) tahun;
  • Memiliki aplikasi yang mumpuni;
  • Memiliki manajemen proses yang terukur;
  • Memiliki hasil monitoring dan evaluasi;
  • Memiliki hasil survei kepuasan pengguna;
  • Memiliki dampak yang positif; dan
  • Penyelenggaraan kegiatan terpublikasi melalui media massa.

Untuk mengikuti seleksi ini, peserta harus membuat deskripsi tentang lokus KKN, fokus KKN, pedoman/ juknis KKN, metode KKN, tahapan kegiatan KKN, kemitraan dan sponsorship KKN, pengawasan KKN, evaluasi hasil KKN, output KKN, inovasi produk hasil KKN, respons masyarakat tentang KKN, dampak, dan perkembangan hasil KKN, serta publikasi KKN-nya.

Dari seluruh rangkaian seleksi pengabdian terbaik, pada akhirnya terpilih 6 (enam) nominasi terbaik dari masing-masing kategori pengabdian yang merupakan hasil seleksi ketat dewan juri setiap bidang yang cakap di bidang pengabdian kepada masyarakat, 3 (tiga) terbaik dari setiap kategori adalah sebagai berikut:

  1. Tokoh Pengabdi Inspiratif Terbaik
    • Dharma Setyawan (Institut Agama Islam Negeri Metro)
    • Syamsuriadi (Institut Agama Islam Negeri Bone)
    • Siti Aminah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta)

2. Program Pengabdian Terbaik

    • Nur Al Marwah Asrul, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar (Sekolah Terapung)
    • Silvianetri, Muhammad Fazis, Yose Rizal, Venny Haris. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus, Batusangkar (Pendampingan BUMDES Batu Jonggi Nagari Kumanis)
    • Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Sekolah Pasar)

3. PTKI Sebagai Penyelanggara KKN Terbaik:

    • Saiful Mustofa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung
    • Abdul Gaffar Institut Agama Islam Negeri Kendari
    • Nurainun Mangunsong Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Kiranya kegiatan ini dapat menjadi bahan pengetahuan dan wawasan untuk dijadikan sebuah motivasi bagi para akademisi khususnya yang bagi insan yang mendedikasikan dirinya bagi masyarakat.