PEMBELAJARAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KKN GEMAR MENGAJI

Oleh:

Dr. Mahbub Nuryadien, M.Ag

Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat


KKN GEMAR MENGAJI (KKN-GM)

KKN (Kuliah Kerja Nyata) Gerakan Masyarakat (Gemar) Mengaji adalah bentuk kegiatan pembelajaran pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral dengan semangat gerakan masyarakat mengaji melalui penguatan fungsi dan peran masjid dalam rangka peningkatan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan keagamaan masyarakat.

Prinsip Dasar dan Pelaksanaan KKN GM:

  1. KKN-GM dilaksanakan secara terpadu, mencakup aspek intelektual, sosial-ekonomi, fisik dan manajerial agar mampu meningkatkan aspek pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. KKN harus mampu memadukan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran serta pengabdian masyarakat yang berbasis penelitian. Dari unsur program, KKN harus mampu memadukan gagasan bersama antara Perguruan Tinggi, pemerintah, dengan kebutuhan masyarakat.
  2. KKN-GM dilaksanakan berdasarkan kebutuhan yang dinyatakan oleh perorangan, lembaga-lembaga masyarakat dan pemerintah. Kegiatannya bertumpu pada kepentingan rakyat banyak dan pemerintah yang disusun oleh jama’ah/masyarakat, bersama jama’ah/masyarakat, dalam jama’ah/masyarakat dan untuk jama’ah/masyarakat atas dasar kebutuhan dan berbagai sumber yang tersedia untuk memenuhi kepentingan bersama dalam aspek kehidupan dan peribadatan.
  3. Kemampuan sendiri. KKN-GM dilaksanakan dengan mengutamakan penggalian dan pengembangan potensi lokal serta peningkatan swadaya jama’ah/ masyarakat yang bertumpu pada kekuatan jama’ah/masyarakat sendiri (self-reliant development).
  4. Pelaksanaan KKN-GM dilaksanakan oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Perguruan Tinggi. Dalam hal ini, mahasiswa melaksanakan tugasnya atas dasar mekanisme pola pikir dan pola kerja secara interdisipliner dengan menyesuaikan materi atau program kegiatan KKN-GM.
  5. Partisipatif Aktif. Dalam KKN-GM, stakeholder beserta unsur-unsur lainnya yang berkaitan dengan program ini, didorong berpartisipasi aktif sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program.
  6. KKN-GM dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Artinya, program kegiatan yang telah berhasil merupakan titik awal untuk program berikutnya hingga tercapai tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah khususnya kegiatan Gerakan Masyarakat Mengaji.

Adapun Kekhasan/keunikan Pelaksanaan KKN-GM adalah:

  • Menghidupkan kembali tradisi mengaji dan baca tulis al-Quran, khususnya selepas shubuh & magrib di sekitar masjid/musholla;
  • Meningkatkan amaliyah shalat berjama’ah 5 waktu di masjid/musholla;
  • Menguatkan peran dan fungsi DKM masjid dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan keagamaan dan sosial jamaahnya;
  • Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan syi’ar keagamaan Islam masyarakat sekitar masjid/musholla.

APLIKASI KKN MAHASISWA ONLINE

Penyelenggaraan KKN-GM menggunakan AKMAL Sejati (Aplikasi KKN Mahasiswa Online IAIN Syekh Nurjati Cirebon) yaitu Aplikasi Sistem Manajemen Informasi dan pelayanan administrasi pelaksanaan KKN Mahasiswa yang berbasis web dan bersifat on-line (daring) dengan alamat wesite http://kkn.syekhnurjati.ac.id

Penggunaan AKMAL Sejati dilakukan mulai dari pendaftaran, verifikasi dan validasi peserta oleh admin prodi; pendaftaran dan verifikasi DPL; pembagian kelompok peserta dan DPL; bimbingan dan monitoring peserta oleh DPL; pelaporan kegiatan harian, pekanan dan akhir peserta yang disertai bukti foto, dokumen dan link videonya; penilaian antar peserta (sejawat), penilaian kepada DPL, penilaian dan evaluasi akhir DPL dengan dokumen nilai dan Sertifikat Kelulusan KKN-GM. Pengguna AKMAL Sejati terdiri atas mahasiswa peserta KKN, DPL, admin prodi dan admin LP2M.

Adapun menu tampilan pesertanya antara lain: Identitas, data peserta/kelompok, monitoring pembimbing, kegiatan peserta/kelompok, laporan peserta, penilaian pembimbing, penilaian sejawat, rekap nilai, cetak sertifikat dan buku pedoman. Menu tampilan DPL adalah: identitas DPL, data peserta, monitoring pembimbing, kegiatan peserta/kelompok, laporan peserta, penilaian peserta dan buku pedoman. Sedangkan untuk admin prodi menunya terdiri atas peserta, pembimbing dan buku panduan. Tugas admin prodi adalah untuk memverifikasi dan menvalidasi data peserta KKN yang berasal dari prodinya, berkaitan dengan persyaratan calon peserta KKN.

MONITORING DAN BIMBINGAN

Monitoring dan Bimbingan pada program KKN-GM dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal, dalam pelaksanaannya dilakukan oleh DPL terhadap peserta KKN-GM di lokasi. Oleh karena itu DPL memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan bimbingan dan pendampingan kepada mahasiswa untuk keberhasilan KKN-GM. Bimbingan dan pendampingan yang yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat dan stake holder di lokasi untuk memperoleh dukungan terhadap program KKN-GM;
  2. Saat observasi lapangan, identifikasi potensi dan masalah serta penyusunan langkah-langkah pemecahan yang akan menjadi program kerja KKN-GM;
  3. Penyelenggaraan lokakarya untuk membahas program kerja yang disusun oleh peserta KKN-GM Bersama masyarakat dan stake holder. DPL membantu pengarahan teknis agar dapat diperoleh hasil yang optimal;
  4. Pelaksanaan pelatihan bagi peserta program dan kader masyarakat/masjid. Dalam hal ini DPL bisa mendampingi peserta saat menyusun kurikulum pelatihan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pelatihan. Disamping itu, DPL dapat juga berperan sebagai nara sumber sepanjang materi yang disampaikan sesuai dengan keahliannya;
  5. Pemantauan atau monitoring kegiatan peserta KKN-GM untuk mengetahui secara dini adanya kelemahan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program sehingga dapat dilakukan perbaikan secara cepat sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pemantauan dilakukan secara berkala, baik dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, maupun tindak lanjut program KKN-GM.

Monitoring dan Evaluasi program KKN-GM secara menyeluruh dilakukan oleh Penyelenggara dalam hal ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara kunjungan langsung dan melalui angket secara daring via Google Form.

Aspek yang dimonitoring  dan dievaluasi dalam pelaksanaan KKN-GM antara lain:

  1. Tahapan proses kegiatan lapangan;
  2. Komunikasi dan kerjasama antara peserta;
  3. Komunikasi dan kerjasama peserta dengan DPL;
  4. Komunikasi dan kerjasama antara peserta dengan masyarakat/jamaah;
  5. Respons dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan KKN-GM;
  6. Pencapaian indikator keberhasilan kegiatan/program.

INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM

Keberhasilan Program KKN-GM didasari dengan tujuan program yang direncanakan, secara umum Tujuan Program KKN-GM adalah:

  1. Menghidupkan kembali tradisi mengaji dan baca tulis al-Quran, khususnya selepas shubuh & magrib dan umumnya selepas waktu shalat 5 (lima) waktu di masyarakat;
  2. Mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan KKN-GM;
  3. Meningkatkan amaliyah shalat berjama’ah masyarakat di masjid/musholla;
  4. Menguatkan peran dan fungsi masjid dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengamalan keagamaan dan sosial masyarakat;
  5. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan tradisi keagamaan di masyarakat;

Adapun Keberhasilan Program KKN-GM dapat diukur dengan indikator antara lain:

  1. Terwujudnya partisipasi dan aktivitas masyarakat mengaji di masjid/mushola atau masyarakat sasaran program KKN-GM;
  2. Meningkatnya kemampuan baca tulis Al-Qur’an dan pemahaman dasar keislaman para peserta/sasaran program;
  3. Meningkatnya aktivitas masyarakat untuk melakukan amaliyah sholat lima waktu berjamaah di masjid;
  4. Meningkatnya partisipasi dan aktivitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pengajian di masjid;
  5. Tersusunnya profil Masjid dan Struktur Organisasi DKM serta Program Kegiatannya;
  6. Meningkatnya mitra kerjasama dengan stakeholder antara lain; Pemerintah Kota/Kabupaten, Kantor Kementerian Agama, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kelurahan/Desa, Pengurus DKM dan Masyarakat.

PUBLIKASI PROGRAM

Publisitas atau publikasi merupakan salah satu komponen penilaian program KKN-GM, selain Kapasitas, Intensitas dan Kualitas; Kegiatan dan karya hasil program KKN-GM disebarluaskan untuk diketahui dan menginspirasi publik, Karya hasil program KKN-GM berupa artikel/esai/poster/video terkait kegiatan KKN-GM diunggah melalui media sosial internet seperti Jurnal online, surat kabar online, Blog, Vlog, Channel YouTube, Instagram, Facebook, atau lainnya, sekaligus menjadi instrumen penilaian program.

Publikasi Ilmiah dari program KKN-GM dan hasil kegiatannya dilakukan melalui media online/internet, antara lain:

  1. https://info.syekhnurjati.ac.id/kkn-gemar-mengaji-tahun-2022/
  2. https://aboutcirebon.id/kkn-gemar-mengaji-iain-syekh-nurjati-disebar-di-22-kelurahan-di-kota-cirebon/
  3. https://rakyatcirebon.disway.id/read/650712/diapresiasi-walikota-kkn-gemar-mengaji-diharap-berlanjut
  4. https://www.cirebonkota.go.id/2022/sekda-berharap-gerakan-masyarakat-mengaji-bisa-berlanjut/
  5. https://www.kabarcirebon.com/2022/08/26/lokakarya-akhiri-kkn-mahasiswa-gemar-mengaji/
  6. https://ciayumajakuning.pikiran-rakyat.com/cirebon/pr-2575369862/lokakarya-penutupan-kkn-gemar-mengaji-di-kecamatan-talun?page=2
  7. https://suaracirebon.com/2022/08/pemkot-cirebon-apresiasi-kkn-gerakan-masyarakat-mengaji-iain-syekh-nurjati-cirebon/3/
  8. https://www.youtube.com/watch?v=O_srfnML_M4
  9. https://instagram.com/kkngm_18?utm_medium=copy_link
  10. https://www.republika.co.id/berita/rh6dgz483/gerakan-mengaji-di-cirebon-perkuat-pondasi-masyarakat
  11. https://www.facebook.com/HumasIAINCirebon/
  12. https://www.youtube.com/watch?v=NnSx_aiVym4
  13. https://www.youtube.com/watch?v=gXRaSu0Tlow
  14. https://www.youtube.com/watch?v=ibp5x8UMZ54
  15. Kegiatan Bimbingan Belajar Dan Maghrib Mengaji Pada Masa Pandemi Di Desa Balong | Nurizzati | Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (syekhnurjati.ac.id)
  16. https://www.youtube.com/watch?v=ZA5B6ERykFU
  17. https://www.youtube.com/watch?v=BkpDTWngkmw Profil Masjid Pangeran Drajat Kota Cirebon
  18. https://www.youtube.com/watch?v=MaIHpMYp1FM KKN Gemar Mengaji Kelompok 16 Kelurahan Lemahwungkuk Kota Cirebon

 

METODE SERVICE LEARNING

Metodologi pengabdian yang digunakan dalam program KKN-GM adalah Service Learning, yaitu metode belajar yang menghubungkan materi dan teori yang didapat diruang kelas untuk mengaplikasikannya menjadi suatu tindakan nyata berupa pengabdian kepada masyarakat.

Ada tiga elemen pokok dalam service learning meliputi (1) realitas, (2) refleksi, dan (3) relasi yang bersifat timbal balik. Realitas berarti kebutuhan masyarakat harus nyata dan selaras dengan tujuan program. Mahasiswa juga dihadapkan pada problem sosial tertentu selama masa pengabdian masyarakat. Sebagai contoh adalah rendahnya kesadaran masyarakat atas permasalahan yang mereka hadapi, yang ditunjukkan dengan sikap tidak peduli atau sulit menerima gagasan baru. Sementara itu, refleksi adalah sarana mahasiswa untuk mengukur pengaruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengembangan diri mahasiswa. Adapun relasi timbal balik adalah mahasiswa dan masyarakat bekerja sama secara kooperatif dalam berkegiatan.

Melalui Service Learning, mahasiswa peserta KKN belajar untuk memberikan perhatian terhadap lingkungan, menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di komunitas, mengembangkan ketrampilan berkomunikasi dan bekerja sama, melakukan negosiasi, serta mendapatkan banyak pembelajaran praktis lainnya yang akan mempertajam kemampuan interpersonal dari mahasiswa tersebut. Tidak hanya itu saja, melalui Service Learning mahasiswa dilatih kepekaannya terhadap lingkungan dan masyarakat, dituntut untuk memiliki kasih terhadap sesama, serta berpikir kritis demi menjawab kebutuhan dan tantangan yang ada di masyarakat.

Sebelum mahasiswa melakukan program KKN-GM terlebih dahulu diadakakan Pembekalan dalam bentuk Workshop peserta selama 2 (dua) hari secara daring atau hybrid system (offline, online dan kondisional), dengan narasumber dari unsur pemerintahan, kantor kemenag, LP2M dan DPL, adapun pokok bahasan/materi antara lain:

  1. Visi misi dan kondisi perkembangan sosial keagamaan;
  2. Program Pembangunan, Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan di lokasi KKN;
  3. Filosofi dan substansi pelaksanaan KKN-GM;
  4. Teknis penyusunan laporan peserta/kelompok dan penilaian KKN;
  5. Panduan teknis pelaksanaan program KKN-GM melalui Akmal Sejati;
  6. Metodologi pembelajaran Baca Tulis Qur’an;
  7. Teknis pendekatan kepada masyarakat dan Tokoh Masyarakat;
  8. Teknis pengumpulan data, survey dan observasi
  9. Teknik menulis artikel, penyusunan profil masjid dan laporan kegiatan
  10. Penyusunan rencana kegiatan peserta dan kelompok KKN
  11. Penyusunan Struktur Organisasi kelompok dan pembagian kerja/tugas

Diharapkan setelah dilakukan pembekalan, mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki pada program KKN-GM sebagai pembelajaran pengabdian kepada masyarakat.

LOKASI KKN-GM

Program KKN-GM secara khusus sudah dilaksanakan selama 2 tahun, Tahun 2021 dan 2022. Tahun 2021 KKN-GM dilaksanakan di 22 Kelurahan di wilayah Kota Cirebon dengan peserta sebanyak 364 mahasiswa, sedangkan tahun 2022, selain di kota Cirebon dilaksanakan juga di 10 desa di kecamatan Talun kabupaten Cirebon dan 8 desa di kecamatan Pasawahan kabupaten Kuningan, total ada 40 desa/lokasi dengan jumlah 587 orang mahasiswa. Tiap kelompok/lokasi KKN terdiri atas 14-15 mahasiswa sebagai peserta.

Pertimbangan dalam Penentuan lokasi KKN-GM antara lain:

  1. Lokasi Kabupaten dan Kota yang sudah memiliki Kesepakatan Kerjasama (MoU).
  2. Lokasi Desa/Kelurahan tidak terlalu jauh dengan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
  3. Desa/Kelurahan yang memiliki lebih dari 2 Masjid atau Musholla.
  4. Masjid/musholla yang belum ada kegiatan pengajian/keagamaan.
  5. Masjid/musholla yang kepengurusan DKM tidak terlalu aktif.
  6. Masjid/musholla Memiliki potensi jamaah yang cukup banyak tetapi belum aktif di masjid.
  7. Banyak terdapat anak-anak usia sekolah dan remaja yang belum bisa mengaji atau baca tulis al Quran.

 

SINERGITAS PROGRAM KKN-GM:

WALIKOTA Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH mendeklarasikan Gerakan Masyarakat Magrib (Gemar) Mengaji di Kota Cirebon. Upaya ini untuk mencetak generasi agamis yang berakhlak mulia dan akan menentukan masa depan Indonesia. Gemar Mengaji salah satu perwujudan dari Visi Agamis Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

Nashrudin Azis mengatakan, Gemmar Mengaji bertujuan membina generasi penerus memiliki akhlak mulia. “Kalau anak-anak kita mendapatkan pendidikan agama yang cukup, berdampak baik untuk saat ini dan masa depan Kota Cirebon,” terangnya. Gemmar Mengaji, diharapkan dapat lebih menekan angka kenakalan remaja.

Walikota Dua Periode ini menegaskan, bentuk dukungan lain dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk Gemmar Mengaji, dengan menganggarkan insentif guru ngaji. Tentunya, hal ini akan diajukan dan disepakati bersama DPRD Kota Cirebon. Azis optimis, saat Gemmar Mengaji berjalan optimal sampai tingkat RT, masyarakat Kota Cirebon kedepan akan tercetak generasi yang berakhlak mulia. Sesuai dengan cita-cita Pancasila.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Dr H Sumanta MAg mengapresiasi Pemerintah Kota Cirebon yang mendukung Gemar Mengaji. Pihaknya menggelar Program Kuliah Kerja Nyata Gemar Mengaji, sejak 1 Agustus – 31 Oktober 2021. Dengan sinergitas dan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan pihak terkait lainnya, Kota Cirebon sebagai Kota Wali lebih terasa getarannya.

Workshop calon guru ngaji kerjasama LP2M IAIN Syekh Nurjati melalui program KKN-GM 2021 dan 2022 dengan LPTQ Kota Cirebon, Kantor Kemenag Kota Cirebon dan At-Taqwa Center

LPTQ Kota Cirebon Persiapkan Guru Ngaji Melalui Workshop bagi Pengelola Gemmar Mengaji di Kota Cirebon – Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon (attaqwacirebon.com) Ketua LPTQ H. Sutisna menyampaikan bahwa “Workshop ini dikembangkan mulanya dari KKN IAIN Syekh Nurjati yang memberikan masukan-masukan kepada masjid atau mushola mana yang kurang guru ngajinya. Karena banyaknya masjid-masjid mengandalkan marbotnya pula untuk mengajar mengaji ini perlu dikembangkan, disejahterakan melalui LPTQ, dalam waktu dekat LPTQ tingkat kecamatan yang akan menjamin pemberian insentif pada setiap guru ngaji yang terdaftar di LPTQ”

KABARCIREBON – Kelompok 39 KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah se-Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Sabtu (13/8/2022), di gedung serba guna Desa Cimara, Kecamatan Pasawahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Pasawahan yang mewakili DKM setempat. Kegiatan ini merupakan inisiasi mahasiswa KKN GM kerjasama dengan majlis Ulama, DKM dan Pemerintahan Desa serta dydukung oleh pemerintahan kecamatan Pasawahan, yang melihat permasalahan di desa di mana masih minimnya orang yang mengerti dan paham tentang proses pemulasaran jenazah.

TANGGAPAN ATAS PROGRAM KKN-GM

Tanggapan Tingkat kepuasan masyarakat atas program KKN-GM:

Dalam berita Republika.co.id https://www.republika.co.id/berita/rh6dgz483/gerakan-mengaji-di-cirebon-perkuat-pondasi-masyarakat Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi mengapresiasi IAIN Syekh Nurjati yang telah melakukan akselerasi program mereka dengan visi dan misi Kota Cirebon.

“Atas nama Pemda Kota Cirebon, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berkontribusi aktif dalam pelaksanaan KKN GM ini,’’ kata Agus saat menghadiri penutupan Kuliah Kerja Nyata Gerakan Masyarakat Mengaji (KKN GM) tahun 2022 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di gedung Islamic Center At Taqwa Kota Cirebon, Kamis (25/8).

Agus juga mengapresiasi IAIN Syekh Nurjati yang telah melakukan akselerasi program mereka dengan visi Kota Cirebon, yakni Sehat, Hijau, Agamis, Tentram, dan Inovatif (Sehati).

Melalui kegiatan itu, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah memperkuat pondasi kegiatan sosial dan keagamaan untuk memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji. Kedepan, dia berharap gerakan yang sudah terbentuk di seluruh kelurahan di Kota Cirebon itu bisa terus berlanjut.

Dengan pondasi kuat yang telah ditanamkan, Agus yakin arus modernisasi yang ditandai dengan derasnya perkembangan media elektronik, tidak akan menggeser tradisi baik yang sudah berjalan. Termasuk, tradisi mengaji dan memakmurkan masjid.”Tradisi baik yang telah tertanam di tengah masyarakat, termasuk kegiatan mengaji harus tetap dipertahankan,” tegas Agus.

Dalam berita suaracirebon.com KKN GM IAIN Cirebon Harus Berkesinambungan Agar Melahirkan Identitas Desa – Suara Cirebon Camat Talun, Drs H Abadi, M.Si, nampak dengan semangat memberikan orasi sambutannya di hadapan para mahasiswa KKN GM IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Abadi dengan lugasnya mengajak para mahasiswa KKN untuk terus berkelanjutan dalam menggulirkan program keagamaan di masyarakat. Abadi juga berterimakasih kepada pihak IAIN Cirebon yang sudah mempercayakan Kecamatan Talun sebagai lokasi atau tempat pelaksanaan KKN GM.

“Mudah-mudahan, setiap tahunnya KKN GM ini terus bergulir atau berlanjut di Kecamatan Talun. Hal ini untuk terus berkesinambungan dari program yang sudah di gulirkan dengan program berikutnya. Sehingga tidak berhenti sampai disini saja,” katanya.

“Ini yang saya lakukan untuk Kecamatan Talun, semoga ini juga dilakukan pihak lain yang ingin ikut memajukan pembangunan, agar nanti kita punya nama sendiri seperti desa-desa lain,” ungkapnya. Salah satunya, kata abadi, dibuatnya konsep Desa Mengaji, karena ini belum ada dan IAIN Cirebon bisa membuatnya.

KEBERLANJUTAN PROGRAM KKN-GM;

Agar program KKN-GM dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan indikator keberhasilannya direncanakan dalam 1 lokasi desa/kelurahan paling tidak dilaksanakan sebanyak 3 kali (tahun). Adapun dalam waktu 4 tahun rencananya sebagai berikut:

  1. Tahun 2021 KKN-GM dilaksanakan di 22 lokasi/kelompok kelurahan di kota Cirebon, jumlah peserta 364 mahasiswa;
  2. Tahun 2022 KKN-GM dilaksanakan di 40 lokasi/kelompok di 22 kelurahan di kota Cirebon, 10 desa di kabupaten Cirebon dan 8 desa di kabupaten Kuningan. Jumlah peserta 587 mahasiswa.
  3. Tahun 2023 KKN-GM dilaksanakan di 82 lokasi/kelompok di 22 kelurahan kota Cirebon, 20 desa di kabupaten Cirebon, 20 desa di kabupaten Kuningan, 20 desa di kabupaten Majalengka dan Indramayu, jumlah peserta 1.150 mahasiswa.
  4. Tahun 2024 KKN-GM dilaksanakan di 100 lokasi/kelompok 10 kelurahan di kota Cirebon 25 desa di kabupaten Cirebon, 25 desa di kabupaten Kuningan, 40 desa di kabupaten Majalengka dan Indramayu, jumlah peserta 1.500 mahasiswa.

HASIL SURVEY KEPUASAN MAHASISWA

Berdasarkan hasil olah data monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN-GM Tahun 2022 terhadap pelaksanaan KKN GM Tahun 2022 yang dilaksanakan sejak 18 Juli s.d 26 Agustus 2022 adalah sebagai berikut:

Jumlah responden dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan KKN GM Tahun 2022 sebanyak 218 orang dari 587 mahasiswa yang terdiri dari 64 orang laki-laki(29,4%) dan perempuan 156 orang (71,6%).

Dalam monitoring dan evaluasi pada pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Gerakanj Masyarakat Mengaji (KKN-GM) Tahun 2022 disajikan dalam gambar di bawah ini sesuai indicator instrument yang ditanyakan kepada responden, sebagai berikut:

  1. Buku pedoman

Dari 218 responden menyatakan bahwa buku pedoman pelaksanaan KKN GM sangat diperlukan, sebanyak 217 orang (99,5%) menyatakan “Ya” dan 1 orang (0,5%) menyatakan “tidak”.

Sedangkan pemahaman terhadap buku pedoman, dalam skala 1 s.d 5, sebanyak 39 orang (17,9%) menjawab sangat dipahami, 125 orang (57,3%) menjawab paham, 47 orang (21,6%) biasa saja, 6 orang (2,8%) tidak paham, dan 1 orang (0,5%) sulit dipahami.

Perihal buku pedoman dijadikan rujukan pelaksanaan adalah sebagai berikut: 59 orang (27,1%) menyatakan sangat setuju, 112 orang (51,4%) menyatakan setuju, 42 orang (19,3%) biasa saja, 4 orang (1,8%) menyatakan tidak setuju, dan 1 orang (0,5%) menyatakan sangat tidak setuju.

KKN Gemar mengaji dilaksanakan sesuai Pedoman teknis, sebanyak 65 orang (29,8%) menyatakan sangat setuju, 104 orang (47,7%) menyatakan setuju, 44 orang (20,2%) menyatakan biasa saja, 4 orang (1,8%) menyatakan tidak setuju, dan 1 orang (0,5%) menyatakan sangat tidak setuju.

  1. Pelaksanaan kegiatan

Dalam pemenuhan kebutuhan laporan kegiatan dilaksanakan sesuai pedoman teknis. Sebanyak 63 orang (28,9%) menyatakan sangat setuju, 100 orang (45,9%) menyatakan setuju, 49 orang (22,5%) menyatakan biasa saja, 5 orang (2,3%) menyatakan kurang setuju, dan 1 orang (0,5%) tidak setuju.

Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan KKN GM tahun 2022 mampu mengentaskan buta aksara huruf Al Qur’an dalam skala 1 s.d 5 tersaji dalam uraian berikut: 92 orang (42,3%) menyatakan sangat setuju, 94 orang (43,1%) menyatakan setuju, 31 orang (14,2%) kurang setuju, dan 1 orang (0,5%) tidak setuju.

  1. Respon dan dukungan Masyarakat Pelaksanaan lokakarya

Dalam pelaksanaan KKN GM Tahun 2022 respon dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan bisa dilihat pad gambar di atas denga uraian sebagai berikut:

Dari 218 responden, sebanyak 113 orang (51,8%) menyatakan sangat respon, 84 orang (38,5%) respon, 19 orang (8,7%) biasa saja, dan 2 orang (0,9%) kurang respon.

Berkaitan dengan kegiatan KKN GM yang berbasis masjid dan masyarakat diketahui bahwa respon ketua DKM di lokasi adalah sebagai berikut: 133 orang (61%) menyatakan sangat respon, 64 orang (29,4%) menyatakan respon, 18 orang (8,3%) menyatakan biasa saja, 2 orang (0,9%) kurang respon, dan 1 orang (0,5%) tidak respon.

Respon pemerintah setempat dalam hal ini lurah dan camat terhadap pelaksanaan KKN GM adalah sebagai berikut:

126 orang (57,8%) menyatakan sangat respon, 72 orang (33%) menyatakan respon, 16 orang (7,3%) menyatakan biasa saja, dan orang (1,8%) menyatakan kurang respon.

Adapun pelaksanaan lokakarya kegiatan KKN GM Tahun 2022, dari 218 responden menyatakan bahwa lokakarya di setiap lokasi dilaksanakan, sebanyak 217 orang (99,5%) menyatakan “Ya” dan 4 orang (1,8%) menyatakan “tidak”

  1. Harapan KKN GM tahun yang akan datang

Bahwa pelaksanaan KKN GM yang akan dilaksanakan kembali tahun depan, menurut pernyataan peserta. Sebanyak 115 orang (52,8%) menyatakan sangat setuju, 68 orang (31,2%) menyatakan setuju, 29 orang (13,2%) 3 orang (1,4%) kurang setuju, dan 3 orang (1,4%) menyatakan kurang setuju.

Pemerintah setempat juga kemudian mendukung agar pelaksanaan serupa dilaksanakan di masa yang akan datang, dari jawaban responden dapat diketahui bahwa sebanyak 93 orang (42,7%) menyatakan sangat setuju, 90 orang (41,3%) menyatakan setuju, 34 orang (15,6%) menyatakan biasa saja, dan 1 orang (0,5%) menyatakan kurang setuju.

  1. Kendala dan hambatan

Dalam pelaksanaan kegiatan KKN GM tahun 2022 tentu memiliki kendala dan hambatan, dari data diatas disebutkan bahwa sebanyak 67 orang (30,7%) menyatakan sangat setuju, 91 orang (41,7%) menyatakan setuju, 54 orang menyatakan biasa saja, 5 orang (2,3%) menyatakan kurang setuju, dan 1 orang (0,5%) tidak setuju.

  1. Pembimbingan DPL

Pelaksanaan KKN GM tentu akan lebih maksimal dengan adanya kehadiran DPL, dalam skala 1 s.d 5 dalam hal pembimbingan dan perbantuan proses pelaksanaanya diuraikan sebagai berikut: 101 orang (46,3%) menyatakan sangat setuju, 80 orang (36,7%) menyatakan setuju, 32 orang (14,7%) menyatakan biasa saja, 3 orang (1,4%) menyatakan kurang setuju, dan 2 orang (0,9%) menyatakan tidak setuju.

  1. Aplikasi AKMAL SEJATI

Akmal sejati sebagai aplikasi penyampaian pelaporan menurut pernyataan 218 responden dijelaskan dalam uraian berikut: sebanyak 210 orang (96,3%) menyatakan sangat diperlukan sementara 9 orang (4,1%) menyatakan tidak diperlukan.

Adanya system aplikasi Akmal juga sangat membantu dalam pelaksanaan KKN GM tahun 2022, dengan penjelasan skala 1 s.d 5 adalah sebagai berikut: 76 orang (34,9%) menyatakan sangat setuju, 102 orang (46,8%) menyatakan setuju, 37 orang (17%) menyatakan biasa saja, 2 orang (0,9%) menyatakan kurang setuju, dan 1 orang (0,5%) menyatakan tidak setuju.

  1. Calon guru ngaji penggerak

Pelaksanaan gerakan masyarakat mengaji harus tetap berjalan, untuk itu perlu ada calon guru ngaji penggerak dalam melanjutkan estafet kegiatan ini, dalam monitoring kegiatan ini didapatkan informasi seputar kaderisasi calon guru ngaji penggerak pada gambar dan uraian di bawah ini:

Sebanyak 218 responden, menyatakan bahwa 67,9% menyatakan sudah ada calon guru ngaji penggerak, sementara 32,1% menyatakan tidak ada.

 

dari berbagai Sumber

Cirebon, September 2022