FUA Siap Melaksanakan Kurikulum MBKM di Tahun 2023

FUA Cirebon – 25 Juli 2023, FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan “Workshop Kurikulum Berbasis KKNI dan Berorientasi MBKM” pada hari ini bertempat di Resor Prima Sangkanhurip, Kuningan. Acara ini digelar sebagai lanjutan dari Workshop 9 kriteria yang telah sukses dilaksanakan kemaren (24 Juli 2023).

Dalam sambutannya Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi menyatakan bahwa acara ini merupakan pendukung atas program prioritas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain itu, workshop ini juga diharapkan sebagai upaya strategis FUA dalam penyusunan kurikulum yang ideal bagi seluruh jurusan yang ada di lingkungan FUA. Wakil Rektor bidang I, Prof. Jamali yang juga kemudian membuka agenda ini menyampaikan bahwa keberadaan MBKM adalah tantangan yang harus ditaklukkan oleh seluruh civitas akademika FUA. Warek I juga mengingatkan untuk jangan mudah menyerah meskipun program-program yang dibuat belum optimal dilaksanakan.

Sesuai jadwal, workshop ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan Dr. Abdurrakhman sebagai pembicara pada sesi pertama dimoderatori oleh Muhammad Maimun, M.S.I. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan perumusan dan pemetaan 20 SKS MBKM di setiap jurusan yang dipimpin oleh Prof. Didin Nurul Rosyidin dan Toheri, M.Pd. Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Erfan Gazali, M.S.I. ini membahas secara cukup mendetail mengenai teknis penentuan MK yang akan dijadikan sebagai MK MBKM. Diskusi yang cukup alot terjadi di sesi ini terkait metode yang paling tepat dalam memilih, menentukan, dan memutuskan MK beserta Capaian Pembelajaran dalam kurikulum MBKM.

Setelah istirahat hingga waktu Isya, workshop dilanjutkan dengan penjelasan regulasi dan fomulasi kebijakan kampus atas MBKM yang langsung disampaikan oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.A.g. Rektor menyampaikan bahwa MBKM adalah program prioritas kampus dan telah disiapkan anggarannya. Mata kuliah perlu untuk dievaluasi dan ditentukan ulang, setelah MK yang bersifat nasional berhasil didistribusikan. Rektor juga menegaskan bahwa MBKM harus segera diselesaikan sebagai sebuah amanah bersama. Jika MBKM disepakati untuk digunakan tahun ini, maka akan ada percepatan yang dilakukan melalui tim khusus.

Setelah penyampaian materi, Rektor memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan komentar. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah menyangkut keberadaan MK universitas dan jurusan yang dapat dikembangkan secara lebih proporsional. Pertanyaan lain yang muncul adalah terkait kinerja dan kedisiplinan dosen, yang kemudian ditanggapi oleh Rektor dengan pembahasan knowledge management pegawai. Diharapkan akan ada revolusi birokrasi di IAIN dengan mengedepankan produktivitas, kecepatan, dan transparansi manajemen institut. Pengembangan bahasa sebagai syarat kelulusan juga menjadi salah satu isu yang muncul dari peserta workshop.

Prof. Didin Nurul Rosyidin menyampaikan perlunya rekognisi bukan hanya dalam bidang akademis namun juga secara sosial perlu juga dikembangkan. Upaya-upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan IAIN dan didasarkan kepada kebutuhan yang strategis. Rektor menanggapi bahwa kegiatan rekognisi dosen diperlukan terutama kegiatan seperti yang dilakukan oleh FUA seperti international mobility beberapa waktu lalu. Rektor juga memberikan komentar mengenai butuhnya IAIN, terutama setiap prodi di FUA harus menunjukkan ciri khas dalam CPL dan profil lulusan. Akan tetapi, Rektor juga mengingatkan bahwa MBKM bukanlah sesuatu yang wajib, terutama sekali ketika dukungan SDM tidak dimiliki. Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi menyampaikan bahwa FUA siap untuk melancarkan program MBKM di tahun 2023. Terutama sekali mengingat bahwa program MBKM merupakan program strategis dan prioritas. Workshop hari ini berakhir pada pukul 22.15 dan diakhiri dengan foto bersama dengan Rektor dan seluruh peserta. FUA menuju Unggul dan Terkemuka.