Perkuat Kemampuan Literasi Mahasiswa, F.UAD Gelar Seminar

Perkuat Kemampuan Literasi Mahasiswa, F.UAD Gelar Seminar

IMG-20180508-WA0008

Rabu (02/05/18) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F.UAD) menggelar Seminar. Kegiatan yang mengangkat tema “Melawan Tragedi Nol Buku; Membangun Generasi Literasi Islami Berbasis Kampus” ini berlangsung di Aula Lantai IV Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F.UAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Barat Yomanius Untung.

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, baik dosen maupun mahasiswa. Turut hadir juga dalam seminar tersebut Dekan F.UAD Dr. Hajam, M.Ag beserta para Wakil Dekan di Lingkungan F.UAD.

Dalam paparannya, Yomanius Untung menyampaikan bahwa salah satu kendala yang menghambat belum majunya bangsa Indonesia adalah kemampuan literasi masyarakat Indonesia masih sekedar literasi materialisme yang belum berkelanjutan. Menurutnya literasi itu harus berjenjang dari tahap ke tahap, yang diawali dengan pembelajaran membaca, kemudian berkembang menjadi menulis, memahami peradaban dari Jaman  ke Jaman  dan kemudian melakukan sebuah aksi untuk mencapai visi indonesia.

Lebih lanjut wakil ketua DPRD Propinsi Jawa Barat ini memaparkan bahwa literasi memiliki tiga aspek, yang pertama karakter (moral) dan kinerja, di mana pendidikan literasi sangat beriringan dengan karakter dan kinerja. Karena ketika kita melakukan literasi maka kita akan mendapatkan suatu informasi yaitu ilmu. Setelah kita mendapatkan ilmu maka kita harus mengamalkan ilmu itu dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Kedua, kompetensi. Artinya bahwa dalam berliterasi kita harus menggunakan keahlian kita masing- masing, agar kita mampu menyerap dan memahami informasi yang sedang kita pelajari. Ketiga, literasi tidak sekedar kemampuan membaca, tetapi keterbukaan wawasan. Ini berarti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu memahaminya tetapi juga harus mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Diakhir paparannya, Yomanius Untung mengajak kepada mahasiswa untuk berliterasi dengan cerdas agar tidak termakan oleh informasi-informasi hoax yang beredar begitu cepat. Selain itu, mahasiswa juga harus mampu menanamkan pendidikan karakter dalam budaya literasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *