GALERI INVESTASI SYARIAH BURSA EFEK INDONESIA (GIS BEI)

PROFIL
GALERI INVESTASI SYARIAH BURSA EFEK INDONESIA (GIS BEI)

A. Sejarah Pendirian

Galeri Investasi merupakan program yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat umum tentang investasi di pasar modal syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas investasi di pasar modal syariah, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara pasar modal bersama KPEI, KSEI, dan MNC Sekuritas melakukan kerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon membuat Galeri Investasi Syariah melalui penandatanganan MOU pendirian GIS BEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon  dengan draft MOU dari masing-masing pihak.

Operasional GIS BEI diawali secara simbolis dengan pengguntingan pita di depan ruang galeri investasi syariah, Galeri Investasi Syariah diresmikan pada tanggal 1 November 2017 di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Peresmian Galeri ini dihadiri oleh pihak Bursa Efek Indonesia Jawa Barat yaitu Bapak Reza Sadat Shahmeini dan Bapak Akhmad, pihak MNC Sekuritas Bapak Andri Muharizal, dan pihak Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon Bapak Dr. H. Sumanta, M.Ag selaku Rektor, Bapak Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag selaku Dekan FSEI, Bapak Dr. Abdul Aziz, M.Ag selaku Wakil Dekan III FSEI, Ketua jurusan dan sekretaris jurusan perbankan syariah, hukum ekonomi syariah, dan hukum keluarga.

B. Visi

“Menciptakan generasi yang religius, sadar dan cerdas dalam berinvestasi di pasar modal syariah”

B. Misi

  1. Menciptakan sarana pembelajaran untuk mengembangkan keilmuan dibidang pasar modal syariah.
  2. Mengembangkan keilmuan pasar modal syariah berdasarkan syariat Islam.
  3.   Mengimplementasikan teori pasar modal syariah yang diperoleh.

C. Tujuan

  1. Mengenalkan pasar modal syariah pada dunia akademisi dan masyarakat umum.
  2. Menjadikan civitas akademik tidak hanya mengenal teori namun juga memahami praktik.
  3. Mendapatkan data publikasi dan bahan cetakan mengenai pengembangan pasar modal syariah yang diterbitkan oleh BEI termasuk undang-undang pasar modal syariah.
  4. Mengakses informasi data BEI.
  5. Sarana pembelajaran yang menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa.
  6. Sarana bagi para akademisi maupun masyarakat umum memperoleh informasi tentang produk pasar modal dan menjadi sarana bertransaksi secara langsung.
  7. Melaporkan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon, BEI, dan MNC Sekuritas terhadap hasil kegiatan pengembangan pasar modal syariah GIS BEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

D. Struktur Kepengurusan

  • Penanggung jawab : Mariyah Ulfah, ME.Sy
  • Ketua Pengurus Harian : Wiwin Fitriyani
  • Sekretaris Pengurus Harian : Diki Darmawan, Widi Ramadanti
  • Bendahara Pengurus Harian : Mega Fajriyah, salma Gustiara
  • Divisi Edukasi : Hidyati Wahyuni
  • Divisi Pustaka : Rohani Sindu
  • Divisi Public Relation : Siti Jubaedah

E. Program Kerja

1. Sosialisasi

Proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat atas ilmu yang kita dapat. Fungsi Sosialisasi Bagi Individu : Bagi individu, sosialisasi berfungsi sebagai pedoman dalam belajar mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik nilai, norma, dan struktur sosial yang ada pada masyarakat di lingkungan tersebut. Fungsi Sosialisasi Bagi Masyarakat : Bagi masyarakat, sosialisasi berfungsi sebagai alat untuk melestarikan, penyebaran, dan mewariskan nilai, norma, serta kepercayaan yang ada pada masyarakat.

Peranan adanya GIS BEI sebagai wadah untuk kita khususnya pengurus untuk mampu atau bisa memberikan edukasi tentang dunia investasi dipasar modal. Karena fungsi utama adanya GI ini di sebar oleh BEI di berbagai daerah di seluruh Indonesia supaya  masyarakat bisa lebih paham mengenai investasi khususnya dipasar modal sebagai pilihan alternatif investasi dan juga dapat menghindarkan masyarakat awam untuk berinvestasi ilegal yang nanti dapat merugikan mereka.

Kegiatannya itu seperti :

  • GI goes to Madrasah & Pesantren
  • Kajian Rutin (Kopdar GIS)
  • Stocklab
  • GIS goes to Facultas

2. Open Recruitment (OPREC)

OPREC atau Open Recruitment bertujuan untuk mencari menyeleksi bibit bibit unggul yang nanti memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan GIS kedepanya, serta meningkat kan kualitas dan kredibilitas pengurusnya agar dapat menjalankan operasionalnya sesuai dengan harapan yang ingin dicapai. OPREC dapat dilakukan sesuai kebutuhan dilapangan atau sifatnya kondisional tergantung kesepakatan bersama.

3. Rapat Kerja (RAKER)

Bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan GIS selama tahun atau peiode sebelumnya serta merencanakan kegiatan GIS kedepanya. Agar operasional GIS dapat berjalan dengan baik.

RAKER dilakukan 1 kali dalam periode kepengurusan akan tetapi dapat melakukan revisi apabila dirasa kegiatan yang direncakan tidak sesuai dengan Opersional GIS.

4. Study Banding GI

Study Banding ke GI lain bertujuan untuk melihat, mempelajari serta berbagi pengalaman tentang operasional GInya yang mungkin dapat dijadikan acuan atau contoh untuk kegiatan GIS ke depanya. Hal tersebut dilakukan untu meningkatkan kualitas GIS. Kunjungan tersebut dilaksanakan maksimal 2 kali dalam satu periode kepengurusan.

5. Visit to BEI & Emiten

Bertujuan untuk memberikan wawasan lebih mengenai bagaimana proses transaksi di pasar modal dengan cara datang langsung melihat di Bursa Efek Indonesia. Serta langsung mendatangi Emiten atau perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk melihat kinerja perusahaanya secara langsung. Kegiatan ini dilakukan sekali dalam satu periode kepengurusan.

6. Anniversary GIS BEI

Untuk mengingat sejarah dan menumbuhkan rasa memilki dan tanggung jawab dirasa perlu untuk merayakan hari jadi GIS sebagai kegiatan rutin tahunan. Serta untuk mengapresiasi kegiatan dari tahun ketahunya.

Kegiatannya seperti :

  • BUKBER
  • Temu Kangen Pengurus (TKP) GIS IAIN SNJ

7. Gathering KSPM

Tujuan diadakannya Gathering atau pertemuan dimaksudkan agar silahturahmi dan koneksi dapat terjalin dengan baik. Baik antar pengurus baru dan lama, antar investor atau anggota KSPM.

8. Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS)

Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) merupakan kegiataan Rutin yang harus ada dalam setiap periode kepengurusan dan diwajibkan oleh mitra atau lembaga yang menaungi GIS yaitu BEI.

Tujuan adanya SPMS ini untuk memberikan wawasan atau edukasi kepada para investor baru sebelum nantinya langsung terjun di pasar modal. Hal ini dilakukan untu meminimalisir kerugian yang didapat para investor baru.

Kegiatan SPMS ini dilakukan minimal 2 kali dalam satu periode kepengurusan dengan minimal jumlah peserta 50 orang untuk mahasiswa/umum dan tidak terbatas untuk tenaga pengajar/dosen.