Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa

Cirebon – Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Hari Kamis Tanggal 08 Agusatus 2019 Bertempat di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Cirebon. IAIN Syekh Nurjati Cirebon Unit PPTQ Mengadakan Bimbingan Praktek Ibadah Dengan Kegiatan  Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati.

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Dalam agama Islam terdapat 5 (lima) rukun yang wajib dijalankan dimana rukun yang ke lima hanya diwajibkan oleh orang yang mampu yaitu “Haji”. Harus jujur diakui, banyak ummat Islam yang belum pernah melaksanakan rukun Islam tersebut terdapat perasaan betapa praktik ibadah haji itu rumit dan sulit dipahami. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya wawasan tentang tata cara (manasik) haji ataukah haji sendiri diartikan secara berlebihan sehingga sulit dimengerti. Banyak guru, ustad, kyai, ulama dan para pembimbing ibadah haji kurang pandai dalam menyampaikannya, antara konsepsi (teori) dengan praktik di lapangan.

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Manasik haji merupakan perkara yang wajib diketahui bagi mereka yang ingin menunaikan haji dan demikian pula tentang jenis haji yang akan dilaksanakan. Jika belum memahami maka kewajiban mereka untuk mencari tahu atau menanyakannya.

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Dengan muatan spirit yang begitu tinggi, kemudian banyak orang menempatkan haji sebagai puncak pengalaman spiritual seseorang (spirituality experience of person). Pada puncak keagungannya, ibadah haji sering dipahami secara berlebihan, baik dari rangkaian manasik maupun pengalaman spiritual yang menyertainya. Akibatnya, rangkaian manasik haji seperti sulit dipahami oleh orang yang mempelajarinya.

Simulasi manasik haji berbasis praktek langsung yang dapat memberikan penjelasan prosesi manasik haji secara interaktif, dari awal pemberangkatan hingga berakhirnya manasik haji.

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa :

 

Istilah Dalam Haji

Calhaj                         : Calon Haji    

Dam                            : Menyembelih hewan qurban

Hadyu                         : Binatang sembelihan

Hajar Aswad               : Batu hitam tempat mencium

Hari Nahr                   : Penyembelihan (10 Dzulhijjah)

Hari Tarwiyah            : Pembekalan (8 Dzulhiijah)

Hari Tasyrik                : 11, 12, 13 Dzulhijjah

Idhthiba’                      : Meletakkan tengah kain ihram di bawah ketiak, sedang kedua

ujungnya di atas pundak kiri

Istilam                         : Mencium

Miqat Makani              : Batas tempat memulai ihram

Multazam                    : Tempat munajat antara Hajar Aswad dan pintu ka’bah

Nafar                           : Rombongan

Ramal                          : Berlari kecil

Rukun Yamani             : Tempat berdoa di sudut ka’bah sebelum hajar aswad

Talbiyah                      : Dzikir saat berihram (labbaikallahumma labbaik …dst)

Taqbil                          : Mengusap

Tawaf Qudum             : Tawaf Sunnah bagi Haji Qiran dan Ifrad ketika awal masuk

masjidil haram

 

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Manfaaat Dari Simulasi Haji Adalah

  1. Untuk kalangan masyarakat

– Membantu instruktur calon jemaah haji dalam pembimbingan jamaah melalui simulasi manasik haji.

– Calon jamaah dapat melihat langsung rangkaian manasik haji secara langsung praktek untuk  memudahkan pemahaman.

– Memberikan informasi tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada calon jemaah haji secara interaktif.

  1. Untuk kalangan akademisi

– Dapat digunakan sebagai panduan pelajaran agama bagi civitas akademik baik di tingkat  sekolah maupun perguruan tinggi.

  1. Untuk kalangan pribadi

– Aplikasi yang dibuat dapat pula dieksplor (dipelajari) bagi kalangan pribadi (personal)

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Jenis Haji Pelaksanaan

 Haji Tamattu

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.

  1. Ihram dari miqat untuk Umroh
  2. Ihram lagi dari miqat untuk Haji
  3. Membayar Dam

Haji Ifrad

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji saja, tanpa diselingi Tahallul.

  1. Ihram dari miqat untuk Haji
  2. Melakukan semua pekerjaan haji
  3. Tidak membayar Dam
  4. Disunnahkan Tawaf Qudum

Haji Qiran

Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.

  1. Ihram dari miqat untuk Haji dan Umroh
  2. Melakukan semua pekerjaan haji
  3. Membayar Dam
  4. Disunnahkan Tawaf Qudum

Praktek Ibadah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Untuk Mahasiswa : Tahapan haji

Lokasi Tanggal Kegiatan
Mekah

 

8 Zulhijah (pagi)

 

– Setelah berpakaian dan berniat Ihram,

berangkat dari Mekah ke Mina atau langsung ke

Arafah

 

Mina 8 Zulhijah (siang-malam)

 

– Bermalam (mabit) di Mina sebelum berangkat

ke Arafah

 

Mina – Arafah

 

9 Zulhijah (pagi-siang)

 

– Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit

atau setelah sholat subuh

 

Arafah

 

9 Zulhijah (siang-sore)

 

– Berdoa, dzikir, tasbih sambil menunggu waktu

Wukuf (pada siang hari)

– Shalat Dzuhur dan Ashar dijama’ qasar

(Dzuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat),

dilaksanakan pada waktu Dzuhur.

– Tepat ketika matahari tengah hari bergeser

(melewati jam 12 siang) ke ufuk terbenam

tibalah waktu Wukuf.

– Laksanakan Wukuf dengan berdoa, dzikir,

talbiyah, istighfar terus menerus dan berhenti

saat Maghrib.

 

Arafah – Muzdalifah

 

9 Zulhijah (sore)

 

– Setelah matahari terbenam, berangkat ke

Muzdalifah. Sholat Maghrib nanti dilakukan di

Muzdalifah (dijamak dengan sholat Isya)

 

Muzdalifah

 

9 Zulhijah (malam)

 

– Sholat Maghrib dan Isya dijamak ta’khir

– Mabit di Muzdalifah, paling tidak berhenti

sebentar sampai lewat tengah malam.

– Mengumpulkan 7 batu kecil utk melontar

Jumrah Aqabah besok pagi (setelah sholat Subuh pd tgl 10 Zulhijah)

– Setelah sholat Subuh pd tgl 10 Zulhijah, berangkat ke Mina

Mina

 

10 Zulhijah  (subuh)

 

 

– Melontar Jumrah Aqabah 7 kali

– Tahallul awal

– Ke Mekah untuk melakukan Tawaf Ifadah, Sai

dan Tahallul Qubra, bagi yang menginginkan

– Harus berada kembali di Mina sebelum

Maghrib

– Mabit di Mina sampai lewat tengah malam.

Mina

 

11 Zulhijah (subuh-malam)

 

– Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah

masing-masing 7 kali

– Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum

maghrib sampai lewat tengah malam

Mina

 

12 Zulhijah (pagi)

 

– Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah

masing-masing 7 kali

Bagi yang Nafar Awal, kembali ke Mekah

sebelum Maghrib dilanjutkan dengan Tawaf

Ifadah, Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang

belum bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina

Mina

 

13 Zulhijah (pagi)

 

Bagi yang Nafar Tsani

Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah

masing-masing 7 kali

– Kembali ke Mekah

Mekah 13 Zulhijah (siang-malam)

 

– Tawaf Ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi

yang belum. Tawaf dan Sa’i yang dilakukan

berfungsi sebagai Tawaf dan Sa’i Umroh. Bagi

haji Qiran dan Ifrad yang sudah melakukan Sa’i

sesudah Tawaf Qudum (ketika baru tiba di

Mekah) tidak perlu lagi melakukan Sa’i. Tinggal

melakukan Tahallul saja. Sedangkan haji Tamattu tetap Sa’i untuk kedua kalinya (sai

haji). – Ibadah Umroh dan Haji Selesai.

Persiapan Pelaksanaan Sirmulasi Manasik Haji.

Replika Padang Mahsyar
Dalam banyak pesan yang disampaikan para khatib sebelum berangkat wukuf, keadaan di Arafah merupakan replika di padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian. Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah SWT.

Perjalanan ke Mekah, Jemaah Melakukan Thawaf Qudum (Thawaf Kedatangan) Dengan Tujuh Kali Putaran Mengelilingi Ka’bah

Thawaf Wada’ merupakan rangkaian terakhir dari ibadah haji. Jemaah mengelilingi Ka’bah Pelaksanaan Sirmulasi Manasik Haji Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Thawaf Wada’ merupakan rangkaian terakhir dari ibadah haji. Jemaah mengelilingi Ka’bah Dalam Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Thawaf Wada’ merupakan rangkaian terakhir dari ibadah haji. Jemaah mengelilingi Ka’bah Salah Satu Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Foto Bersama Usai Melaksanakan Kegiatan Sirmulasi Manasik Haji Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by WordPress and MasterTemplate