Kegiatan Praktek Ibadah Manasik Haji Tahun 2019

haji 2

Cirebon_Kamis 08 Agustus 2019, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon khususnya unit PPTQ menyelenggarakan kegiatan simulasi manasik haji. Kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun nya ini, wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa di semester dua.

Mahasiswa Jurusan PGMI  juga ikut andil mengikuti kegiatan praktek ibadah manasik haji ini. Sebanyak kurang lebih 120 mahasiswa PGMI turut serta dalam kegiatan ini.

haji

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan manasik haji ini, terbagi ke dalam beberapa kelompok, dan setiap kelompok tersebut dibimbing oleh satu orang dosen pembimbing.  Seluruh mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan manasik haji ini sangat antusias sekali, mereka bersemangat dan bersungguh – sungguh mengikuti semua tahapan nya.

Sebelum melakukan kegiatan simulasi manasik haji ini, para mahasiswa dibekali dengan teori – teori tentang ibadah haji.

Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara` berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka`bah dan Mas`a (tempat sa`i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).
Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa`i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.

Jenis – jenis Haji

Haji Ifrad, artinya menyendiri

Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.

Haji Tamattu`, artinya bersenang-senang

Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu` jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.
Tamattu` dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

Haji Qiran, artinya menggabungkan

Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.

Rukun dan Wajib Haji

Rukun Haji :

  1. Ihram
  2. Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
  3. Sa`ie
  4. Wuquf di padang Arafah

Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa`I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa`I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi`ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa`ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba`ah 1/578).

Wajib Haji

  1. Ihram dimulai dari miqat yang telah ditentukan
  2. Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
  3. Mabit di Mina
  4. Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
  5. Melempar jumrah
  6. Mencukur rambut
  7. Tawaf Wada`

Syarat – Syarat Wajib Haji

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Mampu

Semoga setelah mengikuti kegiatan praktek ibadah manasik haji ini, banyak ilmu yang terserap oleh mahasiswa sehingga kelak dapat berguna di kemudian hari, dan juga semoga mereka  dapat pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya. amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *