Mahasiswa PGMI Semester 6 Sukses Adakan Pagelaran Drama

pagelaran drama

Minggu (27/05/18) Mahasiswa PGMI Semester 6 gelar pagelaran drama. Kegiatan yang berlangsung sejak hari jumat s/d minggu, 25-27 Mei 2018 tersebut bertempat di ruang Televesi Laboratorium Terpadu IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pagelaran tersebut bertujuan untuk mengapresiasi salah satu sastra Indonesia dan menggali potensi mahasiswa PGMI Semester 6. Di samping itu, juga merupakan salah satu tugas mata kuliah Apresiasi Sastra Indonesia MI yang diampu oleh Ibu Idah Faridah Laily, M.Pd.

Di hari pertama, Jum’at, 25 Mei 2018, mahasiswa semester 6 PGMI A sukses menampilkan sebuah drama yang berjudul “Putri Sang Pemurung”. Drama tersebut dimulai pada pukul 14.00 WIB yang dihadiri oleh kurang lebih 50 penonton dari kalangan mahasiswa maupun dosen PGMI. Meskipun pada pelaksanaan ada sedikit hambatan yakni sound yang tak menyala, namun itu tidak menyrutkan semangat dari mahasiswa PGMI 6A untuk tetap mensukseskan pagelarannya, dan hasilnyapun memang sukses. Cerita yang dibawakan oleh PGMI 6A menceritakan seorang putri di suatu kerajaan yang selalu murung, Suatu hari ayahnya yang seorang raja mengumumkan sayembara untuk membuat putrinya dapat tersenyum, akhirnya rajapun berhasil membuat putrinya tersenyum bahkan tertawa karena sayembara tersebut. Rajapun memberikan hadiah kepada yang sudah berhasil membuat putrinya tersenyum. Pagelaran berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Pada Sabtu, 26 Mei 2018, mahasiswa semester 6 PGMI B pun sukses membawakan sebuah drama yang berjudul “Jaka Tarub dan 7 Bidadari”. Pagelaran drama kali ini dihadiri oleh kurang lebih 70 penonton beserta para dosen dari PGMI itu sendiri. Di pintu depan sebelum memasuki teater drama. Para penonton disuguhkan dengan PhotoBooth , hiasan hasil karya mahasiswa PGMI semester 2 dan tempat untuk mengambil souvenir. Drama yang mengusung tema cerita rakyat ini bercerita tentang seorang Jaka Tarub yang ingin memiliki pendamping hidup. Sehingga ia mencuri salah satu selendang dari 7 bidadari, yaitu selendang Nawang Wulan. Akhirnya Jaka Tarub dan Nawang Wulan pun menikah dan memiliki seorang gadis cilik. Hingga suatu ketika, Nawang Wulan menemukan bahwa selendangnya ternyata disembunyikan oleh Jaka Tarub. Ia pun marah dan pergi kembali ke dunia kayangan. Tetapi karena rasa cintanya kepda Jaka Tarub dan anaknya, Ia pun kembali ke dunia manusia dan melanjutkan hidupnya dengan penuh kebahagiaan.

Pagelaran drama yang disuguhkan oleh PGMI 6B sangat menguras emosi para penonton, dari adegan yang membuat para penonton berderai air mata, menyuguhkan keromantisan, sampai adegan yang membuat gelak tawa pecah. PGMI 6B sukses membuat mata penonton focus pada penampilannya, “cerita rakyat lama dibuat cerita rakyat versi baru dengan improve-improve yang natural, yang membuat penonton asik untuk menontonnya meski dengan sedikit kendala-kendala yang ada di belakang layar, namun dengan kerja sama yang baik maka itu akan mengalahkan”, ucap ibu Idah selaku dosen pengampu di sela-sela evaluasinya.

Tibalah di hari ketiga, yaitu penampilan pagelaran PGMI 6C, Alhamdulillah dari 6Cpun tak kalah suksesnya. PGMI 6C menampilkan drama yang berjudul “Situ Bagendit”. Cerita rakyat yang berasal dari suatu daerah di Jawa Barat, yang menceritakan karma yang harus diterima ketika kita menjadi seseorang yang sangat kikir dan menjadi lintah darat. Maka hasil yang diterimanya adalah suatu bencana. Pagelaran dimulai dari pukul 14.30 WIB sampai 15.30 WIB dan di hadiri oleh penonton kurang lebih 50 penonton. Pesan yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah bekerja secara halal, jangan membuat orang lain susah untuk kesenangan diri sendiri. Dalam evaluasinya, bu Idah selaku dosen pengampu sangat mengaprsiasi apa yang telah di tampilkan PGMI 6C, “kesuksesannya dalam menyuguhkan penampilan. Memang banyak bakat yang masih terpendam di diri kalian maka harus di gali lagi, sukses buat penampilannya”.

Alhamdulillah pagelaran drama yang dilaksanakan selama tiga hari telah selesai, banyak rasa bangga dan senyuman kepuasan yang mereka hadirkan, ternyata usaha dan kerja keras mereka selama ini tidak sia-sia, hasil yang mereka dapatkanpun sangat membuat bangga. “Penampilannya sangat memukau membuat para penonton merasa tidak menyesal telah dating untuk menonton, semua terbayar oleh penampilan-penampilan yang memukau. Selain itu, yang terpenting adalah pesan yang dapat diambil untuk menjadikan pelajaran dalam kehidupan. Pameran yang disuguhkan sebelum masuk ke tempat pertunjukanpun sangat bagus, karya-karayanya sangat luarbiasa, anak-anak yang datangpun suka. Sukses selalu buat PGMI… Semoga dapat menyelenggarakan hal-hal seperti ini lagi kedepannya” ujar salah satu penoton.

Disela-sela waktu setelah acara pagelaranpun kami meminta pendapat kepada salah satu dosen PGMI mengenai acara tersebut “saya sangat mengapresiasi acara ini, ternyata banyak sekali bakat yang harus di gali dari mahasiswa. Dengan adanya hal ini bisa dijadikan untuk menggali potensi bakat mahasiswa PGMI. Harapannya untuk kedepannya, inikan Mata Kuliah, semoga kedepannya diadakan UKM seperti ini khususnya untuk mahasiswa PGMI agar lebih tergali lagi bakat-bakatnya. Untuk acara ini sangat-sangat bagus” ujar pak Heru Mudiyanto, M. Pd selaku dosen PGMI.

Dan dalam evaluasinya ibu Idah Faridah Laily, M. Pd selaku dosen Pengampu sangat mengapresiasi dan bangga dengan adanya pagelaran tersebut “ini diluar ekspektasi, penonton yang datang dari luar dari anak-anak sampai orang tua, marketing kalian sangat bagus. Penampilan yang tak terbayangkan kalian hadirkan, meskipun ada sedikit-sedikit kendala di belakang layar, namun dengan kekompakan kalian, kekompakan antara pemain dengan crue itu membuat penampilan kalia sukses abis. Ibu merasa speechless, ibu sangat merasa puas dan bangga. Dan ternyata banyak bakat didiri kalian yang baru kalian keluarkan, gali terus potensinya. Baik yang menari, membaca puisi, menyanyi, dan berakting. Sukses untuk kalian semua” ucap beliau”. (Tim Redaksi Himagumi; Tasya & Sri Taati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *