Wujudkan Excellent Service, Seluruh Dosen dan Staff PGMI Ikuti Workshop

poto bareng dosen pgmi

Kuningan (11-08-17) Seluruh Dosen dan Staff Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ikuti workshop peningkatan kompetensi dosen dan staff di Lingkungan FITK.

Kegiatan yang diadakan di Hotel Prima Sangkan Hurip Kuningan ini mengangkat tema “Semangat Pengembangan Diri Berkelanjutan dalam Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan dan Pelayanan Kegiatan Akademik di FITK untuk Melahirkan Generasi Emas”.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr.  H. Sumanta,  M. Ag, Dekan FITK Dr.  H. Ilman Nafi’a,  M. Ag,  Para Wakil Dekan, Seluruh dosen dan staff di Lingkungan FITK.

Dekan FITK Dr.  H.  Ilman Nafi’a,  M. Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu seluruh Guru Besar di Lingkungan FITK sudah mendeklarasikan diri beserta pimpinan fakultas untuk memajukan fakultas FITK tercinta. Diantara isi deklarasinya adalah seluruh guru besar akan menjadi tauladan,  menjaga nama baik almamater,  dan memfasilitasi mahasiswa untuk melahirkan generasi emas, generasi yang berakhlakul karimah,  cerdas,  disiplin dan pekerja keras. Untuk itu,  Dekan FITK mengajak kepada seluruh dosen dan staff di Lingkungan FITK untuk bersama-sama membangun dan memajukan FITK.

Sementara itu,  Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam pengarahannya memaparkan bahwa untuk mewujudkan generasi emas maka dibutuhkan excellent service dari semua pihak,  baik dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. “Semua pihak harus bersinergi dalam mewujudkan excellent service di Lingkungan FITK.  Ikatan emosional dan spiritual harus hadir dalam iklim akademik di kampus kita tercinta ini” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung 2 hari ini menyajikan beberapa narasumber/pakar di bidangnya masing-masing. Prof Maksum dalam penyampaian materinya mengungkapkan bahwa keberhasilan suatu institusi didukung oleh hardskill dan softskill, dan softskill ini menjadi faktor penentu keberhasilan suatu institusi.

Sementara itu,  Prof Ety Nurhayati mengungapkan bahwa kemandirian belajar mahasiswa terbangun dari kemauan,  kreatifitas,  dan kemampuannya. Dan kemauan belajar menjadi penentu kemandirian belajar seorang mahasiswa. Kemauan dibangun oleh motivasi sedangkan kemampuan dibangun oleh belajar. Kemandirian belajar muncul dari inisiatif mahasiswa sendiri dalam mendiagnosis kebutuhan belajar mereka.

Sedangkan Prof Wahidin dalam presentasinya menyampaikan bahwa proses perkuliahan di FITK harus diintegrasikan antara ilmu keislaman dan ilmu umum. Beberapa hal yang perlu dilakukan agar proses perkuliahan dapat terintegrasi adalah seorang tenaga pendidik harus mampu mendalami konsep dan teori (thinking skill), baik ilmu keislaman maupun ilmu umum. Selain itu, juga harus didukung dengan penguasaan ilmu paedagogy yang mumpuni. Semoga kegiatan workshop ini dapat memberi bekal kepada dosen dan staff di Lingkungan FITK,  khususnya dosen dan staff jurusan PGMI dalam mewujudkan excellent service di Jurusan PGMI,  amien.  (Ahmad Arifuddin)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *