«

»

Apr 20

Print this Post

Sekolah Kehidupan

Oleh : Didi Junaedi

DIDI4

Didi Junaedi

Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian, siapakah diantara kalian yang paling baik amalanya.” (QS. Al Mulk : 2).

Kehidupan ini ibarat sebuah sekolah, kita semua (umat manusia) adalah muridnya. Allah Swt. adalah Sang Mahagurunya. Fenomena alam serta seluruh peristiwa yang terjadi di muka bumi ini adalah pelajarannya. Kesuksesan dan kegagalan, anugerah dan musibah, nikmat dan bencana adalah ujiannya. Tanda kelulusan atau ijazahnya adalah kearifan sikap, kesantunan perilaku serta kemuliaan akhlak yang melekat dalam diri seseorang, setelah melalui serangkaian pelajaran serta ujian kehidupan tersebut.

Berbeda halnya dengan sekolah formal yang dibatasi oleh ruang dan waktu pembelajaran. Sekolah kehidupan tidak dibatasi oleh sekat ruang dan waktu. Proses pembelajaran berlangsung setiap saat, setiap waktu. Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, proses pembelajaran terus menerus berlangsung. Tidak ada istilah libur dalam sekolah kehidupan.

Pelajaran yang diberikan Sang Mahaguru pun beragam, sesuai dengan tingkat kualitas diri masing-masing pribadi. Setiap pelajaran yang diberikan selalu mengandung pesan tersembunyi yang hendak disampaikan oleh Sang Mahaguru. Sayangnya, tidak setiap murid (baca: manusia) memahami maksud Sang Mahaguru. Ada murid yang memang berusaha keras dengan penuh kesabaran untuk memahami pesan Sang Mahaguru, dan akhirnya berhasil mendapatkan pesan tersembunyi (baca: hikmah) dari pelajaran yang diterimanya. Ada juga murid yang tidak mau bersusah payah untuk mencoba memahaminya. Walhasil, alih-alih mendapatkan maksud atau inti dari pelajaran yang diterimanya, justru dia semakin kebingungan, bahkan putus asa dengan pelajaran yang diberikan oleh Sang Mahaguru.

Life is never flat. Hidup ini tak pernah datar, demikian sebuah ungkapan menyebutkan. Hidup penuh liku-liku.. ada suka ada duka.. semua insan pasti pernah merasakannya… demikian kata Camelia Malik dalam salah satu syair lagunya. Ya, hidup ini memang penuh liku, berkelok-kelok, menanjak-menurun, kadang terjal, sesekali lempang, kali lain licin.

Warna-warni jalan kehidupan inilah yang justru menjadikan hidup ini dinamis, penuh tantangan dan mengasyikkan. Gairah hidup akan terus membara ketika setiap saat, setiap waktu, kita dihadapkan pada pengalaman-pengalaman baru. Semangat hidup akan terus menyala, ketika setiap detik yang kita lalui dilingkupi oleh serangkaian peristiwa yang menjadikan kita lebih dewasa.

Hidup justru akan terasa membosankan jika tidak ada tantangan, monoton, tidak ada hal-hal baru yang hadir dalam kehidupan kita. Gairah hidup akan meredup ketika hari demi hari kita lewati dengan rutinitas tanpa kreativitas. Semangat hidup akan memudar ketika waktu demi waktu kita lalui dengan hambar, karena tidak ada hal-hal besar yang kita lakukan.

Sekolah kehidupan mengajarkan kepada kita tentang banyak hal. Dari hal-hal yang remeh-temeh, hingga yang bikin kening berkerut. Tetapi, satu yang pasti bahwa setiap pelajaran yang kita dapatkan dalam sekolah kehidupan ini akan sangat berharga bagi perjalanan hidup kita selanjutnya di masa yang akan datang.

Selalu ada hikmah yang tersembunyi di balik setiap peristiwa dan kejadian yang ada di muka bumi ini. Selalu ada pesan yang hendak disampaikan oleh Sang Mahaguru dalam setiap pengalaman hidup yang kita jumpai. Baik itu pengalaman yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan. Baik yang membuat kita tersenyum atau menjadikan kita menangis. Baik yang mengguratkan kenangan manis, ataupun yang menyisakan kenangan pahit. Kesemua peristiwa dan kejadian yang kita alami dan saksikan itu pasti mengandung pelajaran berharga, pesan penting serta hikmah yang agung.

Jika kita belajar sungguh-sungguh di Sekolah kehidupan ini, maka kita akan semakin arif dalam berucap, bersikap dan bertindak. Kita akan semakin bijak dalam menghadapi setiap persoalan yang silih berganti datang menjumpai. Singkatnya, kita akan semakin dewasa dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Namun sebaliknya, jika kita tidak pernah mau belajar dari pengalaman yang kita dapatkan di sekolah kehidupan ini, maka kita akan terus menerus terpuruk ketika persoalan hidup datang bertumpuk-tumpuk. Kita akan merasa gamang menjalani kehidupan, ketika masalah demi masalah selalu datang menghadang. Bukan tidak mungkin, kita akan frustrasi ketika ujian dan cobaan hidup terus menghampiri.

Sekolah kehidupan hanya akan meluluskan dan mewisuda manusia-manusia tangguh bermental baja, yang setiap saat menempa diri dengan pelbagai ujian dan cobaan hidup. Sekolah kehidupan tidak pernah meluluskan manusia-manusia rapuh yang terus-menerus mengeluh, meratapi nasib, mengutuk keadaan, tanpa ada kesadaran untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
* Ruang Inspirasi, Sabtu, 20 April 2019

About the author

tohirin

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/sekolah-kehidupan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>