«

»

Nov 15

Print this Post

Buku: Teman Terbaik Sepanjang Masa

Didi Junaedi

Didi Junaedi

Ada sebuah ungkapan bijak dalam bahasa Arab yang berbunyi: “Khairu jaliisin fi al-zamaani kitaabun”, sebaik-baik teman di setiap saat adalah buku. Sebuah ungkapan sederhana, namun sarat makna jika dikaji lebih jauh.

Kita semua mafhum bahwa buku merupakan sumber informasi, lautan ilmu dan samudera pengetahuan. Dengan meyelaminya, kita akan mendapatkan hal-hal baru, yang mungkin tidak pernah kita ketahui sebelumnya selama ini.

Buku ibarat belantara pengetahuan tak berujung, lautan ilmu tak bertepi dan mayapada informasi tak berkesudahan. Siapa saja yang bisa masuk menjelajah ke dalamnya, akan menemukan mutiara terpendam yang tak ternilai. Dan, ketika mutiara itu sudah ditemukan, siapa saja akan merasa ingin selalu mencari mutiara-mutiara lainnya yang masih terpendam di balik lembaran-lembaran berjuta-juta buku lainnya.

Melalui buku, kepribadian seseorang terbentuk. Melalui buku pula, peradaban suatu bangsa akan tercipta. Bisa dipastikan, masyarakat suatu bangsa yang mencintai buku, menjadikannya sebagai menu wajib yang selalu menyertai dalam aktifitas kesehariannya, membudayakan aktifitas membaca di setiap saat, akan tampil sebagai bangsa dengan tingkat peradaban yang tinggi.

Sebaliknya, masyarakat sebuah bangsa yang tidak menaruh perhatian pada buku, menganggap buku sebagai hal yang remeh-temeh, tidak membudayakan aktifitas membaca, maka bisa dipastikan, bangsa tersebut akan menjadi bangsa terbelakang, ketinggalan informasi, gagap pengetahuan dan miskin peradaban.

Demikian halnya dengan kualitas individu setiap orang. Seseorang yang peduli terhadap ilmu pengetahuan, tanggap akan pentingnya informasi, akan membekali dirinya dengan aktivitas membaca. Dia selalu merasa haus ilmu dan informasi. Dia akan menyediakan waktu khusus untuk aktivitas membaca ini. Dia juga akan menyediakan dana khusus untuk membeli buku, majalah, surat kabar dan segala hal yang berkaitan dengan sumber informasi. Orang-orang seperti inilah yang akan terus bertahan hidup di tengah pusaran arus modernisasi dan globalisasi. Kualitas intelektualnya menjadikan mereka siap menghadapi tantangan zaman. Mereka ini selalu aktual dengan kondisi zaman, bahkan mungkin kualitas intelektual yang dimilikinya jauh melampaui zamannya.

Di sisi lain, ada orang-orang yang selalu jauh tertinggal dari kondisi zaman. Mereka adalah orang-orang yang tidak tanggap terhadap informasi, tidak peduli dengan ilmu pengetahuan. Mereka tidak pernah meluangkan waktu untuk membaca. Kehidupan yang dijalaninya statis, jalan di tempat, bahkan mundur beberapa langkah ke belakang. Zaman yang terus bergerak maju dengan sangat cepat, tidak mereka imbangi dengan peningkatan kualitas mental dan intelektual. Mereka gagap teknologi, informasi dan konteks kekinian. Mereka ini bagaikan makhluk asing yang hidup di zaman pra sejarah.

Singkatnya, bersahabat dengan buku, membaca, mempelajari dan mengkaji segala hal yang ada di sekeliling kita, sebagaimana pesan wahyu pertama di dalam al-Qur’an yang memerintahkan umat manusia untuk membaca, maka akan terbukalah misteri alam ini, akan tersingkap segala rahasia yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Inilah hakekat dari membaca yang sesungguhnya. Membaca, membuka jendela dunia.

About the author

tohirin

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/buku-teman-terbaik-sepanjang-masa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>