«

»

Apr 21

Print this Post

Bersyukur dengan Menulis

Oleh : Didi Junaedi

Didi Junaedi

Didi Junaedi

Ada banyak cara untuk bersyukur atau mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Salah satu cara untuk bersyukur yang saya lakukan adalah dengan menulis. Ya, dengan menulis saya berusaha mensyukuri nikmat ilmu yang telah Tuhan berikan kepada saya, juga nikmat-nikmat lainnya yang begitu melimpah ruah meliputi kehidupan saya.

Bukankah Tuhan sendiri yang memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya? Dalamsalah satu friman-Nya yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’andinyatakan: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”

Itulah mengapa saya sering sekali menuliskan apa saja yang saya alami dan rasakan. Dalam bahasa Pak Hernowo, mengikat makna. Ya, mengikat makna, yang mulanya dimaksudkan untuk menuliskan hasil bacaan kita dari buku, majalah, artikel, atau bahkan film, kemudian saya perluas lagi dengan mengikat makna dari setiap peristiwa dan kejadian sehari-hari yang saya alami dan rasakan.

Saya yakin, bahwa setiap pengalaman berupa peristiwa, kejadian serta fenomena yang terjadi, kita alami dan rasakan, baik yang menyenangkan atau yang menyakitkan,baik yang membuat kita tersenyum lebar atau yang membuatkan meneteskan air mata, pasti mengandung hikmah serta pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan kepada kita.

Untuk itulah, agar setiap momen, peristiwa dan pengalaman itu tidak menguap begitu saja, maka saya selalu menuliskannya. Jika saya rasa itu punya manfaat untuk sesama, biasanya saya posting atau share di medsos seperti FB ata WA. Tetapi, jika saya anggap tidak menghadirkan manfaat, biasanya saya simpan sendiri di file laptop saya.

Dengan menuliskan apa yang kita pahami dari sebuah ilmu atau pengetahuan yang kita miliki, misalnya, kemudian kita bagikan melaui media sosial, atau diterbitkan menjadi sebuah buku, maka itu artinya kita sudah mensyukuri nikmat ilmuyang Tuhan berikan kepada kita.

Dengan mengikat ilmu dan pengetahuan yang kita miliki melalui tulisan, apalagi kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku, maka ilmu dan pengetahuan yang kita miliki itu pun akhirnya berkembang, menghadirkan manfaat yang lebih luas karena bisa dinikmati oleh orang lain.

Dengan mengikat setiap peristiwa dan kejadian yang kita alami dan rasakan melalui sebuah tulisan, maka jejak sejarah kehidupan kita pun terekam jelas, tidak mudah hilang ditelan zaman.

Baik ilmu atau pun pengalaman yang terikat kuat dengan tulisan, maka akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita di kemudian hari. Dengan demikian, ketika kita membaca kembali jejak perjalanan keilmuan dan pengalaman hidup kita itu, akan memunculkan rasa syukur atas seluruh karunia yang Tuhan berikan kepada kita.

Inilah yang saya sebut dengan bersyukur dengan menulis, seperti dimaksud judul di atas.

————————————————
* Ruang Inspirasi, Ahad, 21 April 2019

About the author

tohirin

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/bersyukur-dengan-menulis/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>