Tohirin

Author's details

Date registered: July 21, 2016

Latest posts

  1. Panggung Literasi Menyelenggarakan Talkshow & Diskusi Tema “Daftar Pustaka” — November 15, 2019
  2. Buku: Teman Terbaik Sepanjang Masa — November 15, 2019
  3. Workshop Pengembangan Website dan Pemutakhiran data Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon — November 7, 2019
  4. Menulis adalah Jalan Jihadku — October 31, 2019
  5. Library User Education Pusat Perpustakaan SNJ Cirebon Hari ke Kedua — August 29, 2019

Author's posts listings

Nov 15

Panggung Literasi Menyelenggarakan Talkshow & Diskusi Tema “Daftar Pustaka”

panggung literasi 2 15-11-2019

Foto para peserta dan narasumber talkshow & diskusi di ruang panggung literasi pusat perpustakaan IAIN SNJ Cirebon, Jum’at 15-11-2019 (Dok.Toh).

Pusat Perpustakaan  bekerjasama dengan UKM Senjapreneur IAIN SNJ Cirebon menyelenggarakan acara Talkshow & Diskusi dengan tema ”  Daftar Pustaka (Dari Forum Tulis Antar Ruang pada usaha supaya terjaga kearifan Aksara) dengan menghadirkan narasumber : 1) Aguk Irawan MN (penulis buku air mata Tuhan Dll), 2) Fauz Noor (penulis tapak sabda dan semesta Sabda), 3)  Ibrahim Guntur Nuary (penulis buku Struggle for everything ) di ruang panggung literasi  gedung Pusat Perpustakaan  lantai 1  (Jum’at, 15 Nopember 2019).

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengubah presepsi kebanyakan orang yang menganggap wirausaha itu hanya menjual makanan dan minuman . Dari menulis tidak hanya kita menjaga aksara dan pengembangan pengetahuan saja tapi kita juga dapat mendapatkan pundi-pundi rupiah dari sana.

Harapan dari kegiatan ini adalah  para peserta mendapat pemahaman tentang kepenulisan, menyukai passionnya dan memehami bahwa wirausaha tidak hanya jualan minuman dan makanan.

 

 

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/panggung-literasi-diskusi-talkshow/

Nov 15

Buku: Teman Terbaik Sepanjang Masa

Didi Junaedi

Didi Junaedi

Ada sebuah ungkapan bijak dalam bahasa Arab yang berbunyi: “Khairu jaliisin fi al-zamaani kitaabun”, sebaik-baik teman di setiap saat adalah buku. Sebuah ungkapan sederhana, namun sarat makna jika dikaji lebih jauh.

Kita semua mafhum bahwa buku merupakan sumber informasi, lautan ilmu dan samudera pengetahuan. Dengan meyelaminya, kita akan mendapatkan hal-hal baru, yang mungkin tidak pernah kita ketahui sebelumnya selama ini.

Buku ibarat belantara pengetahuan tak berujung, lautan ilmu tak bertepi dan mayapada informasi tak berkesudahan. Siapa saja yang bisa masuk menjelajah ke dalamnya, akan menemukan mutiara terpendam yang tak ternilai. Dan, ketika mutiara itu sudah ditemukan, siapa saja akan merasa ingin selalu mencari mutiara-mutiara lainnya yang masih terpendam di balik lembaran-lembaran berjuta-juta buku lainnya.

Melalui buku, kepribadian seseorang terbentuk. Melalui buku pula, peradaban suatu bangsa akan tercipta. Bisa dipastikan, masyarakat suatu bangsa yang mencintai buku, menjadikannya sebagai menu wajib yang selalu menyertai dalam aktifitas kesehariannya, membudayakan aktifitas membaca di setiap saat, akan tampil sebagai bangsa dengan tingkat peradaban yang tinggi.

Sebaliknya, masyarakat sebuah bangsa yang tidak menaruh perhatian pada buku, menganggap buku sebagai hal yang remeh-temeh, tidak membudayakan aktifitas membaca, maka bisa dipastikan, bangsa tersebut akan menjadi bangsa terbelakang, ketinggalan informasi, gagap pengetahuan dan miskin peradaban.

Demikian halnya dengan kualitas individu setiap orang. Seseorang yang peduli terhadap ilmu pengetahuan, tanggap akan pentingnya informasi, akan membekali dirinya dengan aktivitas membaca. Dia selalu merasa haus ilmu dan informasi. Dia akan menyediakan waktu khusus untuk aktivitas membaca ini. Dia juga akan menyediakan dana khusus untuk membeli buku, majalah, surat kabar dan segala hal yang berkaitan dengan sumber informasi. Orang-orang seperti inilah yang akan terus bertahan hidup di tengah pusaran arus modernisasi dan globalisasi. Kualitas intelektualnya menjadikan mereka siap menghadapi tantangan zaman. Mereka ini selalu aktual dengan kondisi zaman, bahkan mungkin kualitas intelektual yang dimilikinya jauh melampaui zamannya.

Di sisi lain, ada orang-orang yang selalu jauh tertinggal dari kondisi zaman. Mereka adalah orang-orang yang tidak tanggap terhadap informasi, tidak peduli dengan ilmu pengetahuan. Mereka tidak pernah meluangkan waktu untuk membaca. Kehidupan yang dijalaninya statis, jalan di tempat, bahkan mundur beberapa langkah ke belakang. Zaman yang terus bergerak maju dengan sangat cepat, tidak mereka imbangi dengan peningkatan kualitas mental dan intelektual. Mereka gagap teknologi, informasi dan konteks kekinian. Mereka ini bagaikan makhluk asing yang hidup di zaman pra sejarah.

Singkatnya, bersahabat dengan buku, membaca, mempelajari dan mengkaji segala hal yang ada di sekeliling kita, sebagaimana pesan wahyu pertama di dalam al-Qur’an yang memerintahkan umat manusia untuk membaca, maka akan terbukalah misteri alam ini, akan tersingkap segala rahasia yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Inilah hakekat dari membaca yang sesungguhnya. Membaca, membuka jendela dunia.

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/buku-teman-terbaik-sepanjang-masa/

Nov 07

Workshop Pengembangan Website dan Pemutakhiran data Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon

IMG-20191107-WA0000

Foto bersama peserta dan narasumber workshop jurnalisme, pengembangan website Kampus dan pemutakhiran data di lingkungan IAIN SNJ di Aula Rektorat Lt.3 Gedung Rektorat, Rabu, 06-11-2019 ( dok.Toh)

Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan workshop Jurnalisme, Pengembangan Webite Kampus dan Pemutakhiran Data di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon selama tiga hari yaitu hari Rabu sd Jum’at,06-08 Nopember 2019.

Hari pertama dilaksanakan di Aula gedung rektorat lt.3 dengan menghadirkan narasumber dari Kabar Cirebon Bapak Taufik Hidayat  didampingi oleh moderator Bapak Arif Rachman dosen tetap Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan materi bagaimana membuat dan mempublish sebuah berita di website. Rabu 06 Nopember 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola website kampus yang ada dilingkungan IAIN SNJ Cirebon termasuk pengelola website perpustakaan dan acara dibuka oleh Wakil rektor II Bapak Dr.H. Adib,M.Ag. dilanjutkan dengan sambutan kepala PTIPD Dr.H. Darwan sebagai ketua penyelenggara kegiatan ini. Acara selesai dan di tutup pada pukul 12.00 WIB.

Acara hari kedua dan ketiga  kamis – Jum’at, 07-08 Nopember 2019 akan dilaksanakan di gedung PTIPD lt.2 dengan pemateri yang berbeda, mudah-mudahan setelah di selenggarakan kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan khususnya bagi para pengelola website kampus dalam mengelola dan membuat berita yang baik dan benar sesuai dengan standar pemberitaan. (@Toh).

 

 

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/workshop-jurnalismepengembangan-website-kampus-dan-pemutakhiran-data-di-iain-snj-cirebon/

Oct 31

Menulis adalah Jalan Jihadku

dIDI7

Dr. Didi Junaedi,M.Ag

Ada banyak jalan untuk berjuang—yang dalam bahasa agama disebut jihad— dalam hidup ini. Dan aku memilih menulis sebagai jalan jihadku.

Berbeda dengan mereka yang memilih jalan jihad—jika memang bisa disebut demikian— dengan cara berorasi di jalan, meneriakkan slogan-slogan agama sembari membawa simbol-simbol agama yang tampak gempita disorot media, aku memilih jalan sunyi yang senyap dari pemberitaan apalagi sorot media. Ya, aku memilih jalan jihadku dengan menulis.

Aku teringat ungkapan Sayyid Qutub yang begitu dahsyat dan menggugah jiwa, “sebutir peluru hanya mampu menembus sebuah kepala. Tetapi sebuah tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala.”

Ungkapan penuh makna nan menggelorakan semangat itulah yang mendasari pilihanku untuk berjihad di jalan sunyi dengan menulis. Aku berharap, meski jalan yang kupilih ini tidak populis, jauh dari gempita, sepi dari ingar-bingar pemberitaan media, tetapi berdampak luar biasa melebihi efek dari orasi di jalanan yang begitu menggebu-gebu, yang hanya sesaat dan tak lama kemudian hilang ditelan waktu.

Menulis adalah jalan menuju keabadian. Menulis adalah jalan mulia untuk menggugah kesadaran manusia melampaui batas-batas ruang dan waktu. Meski kelak sang penulis sudah kembali ke haribaan Rabbnya, tetapi tulisannya akan tetap ada.

Inilah jalan jihad yang kupilih. Jalan sunyi, sepi, sendiri. Tetapi, aku berharap semoga ianya menghadirkan dampak yang gempita, memendarkan cahaya sepanjang masa.

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/menulis-adalah-jalan-jihadku/

Aug 29

Library User Education Pusat Perpustakaan SNJ Cirebon Hari ke Kedua

Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjari Cirebon, hari ini menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pendidikan Pemustaka bagi Mahasiswa Baru TA.2019/2020 hari kedua yang diikuti oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang meliputi Program studi Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pend. Islam, Pend.Islam Anak Usia Dini,Tadris Bhs. Indonesia, Tadris Pendidikan Bhs Arab,dan Tadris IPS di Gedung ICC Tanggal 29 Agustus 2019.

Hadir pada acara tersebut Bapak Dekan FITK yang diwakilkan oleh Wadek III Bapak Dr.H. Saefudin, M.Ag sekaligus membuka acara tersebut, di dampingi oleh Kepala Perpustakaan Dr.Yayat Suryatna,M.Ag dan Ibu Tiar Andini, S.Sos selaku Narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Daerah Kab. Cirebon.

Tujuan kegiatan tersebut adalah agar mahasiswa baru lebih mengenal perpustakaan sebagai pusat informasi.


Berita terkait :

https://www.rakyatcirebon.co.id/2019/08/mahasiswa-baru-iain-ikuti-pendidikan.html

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/library-user-education-pusat-perpustakaan-snj-cirebon-hari-ke-kedua/

Aug 28

Library User Education (1)Pusat Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon

Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pendidikan Pemustaka(Library User Education) bagi Mahasiswa baru TA.2019/2020 di Gedung ICC IAIN SNJ Cirebon dengan mengangkat tema” Dengan Library User Education Kita Tingkatkan Minat Baca dan Kemampuan Penelusuran Referensi dan Minat Baca di Kalangan Mahasiswa”.

Kegiatan library User Education tersebut dilaksanakan selama 4 hari yaitu tanggal 28 sd 31 Agustus 2019 dengan jadwal berikut hari pertama hari untuk Fakultas Syarriah dan Ekonomi Islam sebanyak 6 Jurusan : Jurusan Hukum Keluarga, Jurusan Akuntasi Syariah, Jurusan Hukum Tata Negara, Hukum Ekonomi Islam, Perbankan Syariah, dan Ekonomi Syariah.

Hadir pada acara ini bapak Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr.H. Sumanta, M.Ag, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Dr.H. Aan Jaelani, M.Ag, Ibu Tiar

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/library-user-education-1pusat-perpustakaan-iain-snj-cirebon/

Aug 27

Menulis : Investasi Dunia-Akhirat

Oleh : Didi Junaedi

68759625_10216290420587568_6127459683188867072_nSalah satu aktivitas mulia yang bisa menjadi investasi (bekal) hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti adalah menulis. Mengapa demikian? Mari kita lihat kenyataan sejarah. Sejarah dunia ini digerakkan dan dibentuk oleh manusia-manusia besar, tokoh-tokoh hebat yang pernah hadir di muka bumi ini. Dan di antara para manusia besar dan tokoh hebat tersebut, sebagian besar meninggalkan warisan (baca : investasi) berupa karya monumental yang merekam pemikiran besar serta tindakan hebat mereka.

Dalam khazanah Islam, berderet nama-nama besar yang pernah mengisi panggung sejarah kehidupan umat manusia dengan beragam prestasi membanggakan, khususnya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Sekadar menyebut beberapa nama : ada Al-Kindi, filosof muslim pertama; Al-Ghazali Sang Hujjatul Islam dengan masterpiece-nya Ihya ‘Ulumiddin; Ibn Sina (Avicenna), ahli dalam bidang kedokteran yang menjadi rujukan para sarjana Eropa dan Barat; Ibn Rusyd (Averroes), seorang filosof, dokter, juga faqih, memiliki sejumlah karya dalam kajian filsafat, kedokteran dan fiqih, di antaranya ensiklopedia kedokteran yang diberi judul Kulliyat fi Al-Thibb. Dalam bidang fiqih menulis Bidayatul Mujtahid, sedangkan dalam bidang filsafat menulis banyak buku komentar atas pemikiran aristoteles.

Karya-karya besar para ilmuwan muslim ini pada gilirannya memancarkan cahaya peradaban yang begitu terang di Timur (baca : dunia Islam), dan pada akhirnya menyinari seluruh penjuru dunia, termasuk dunia barat.

Dari keterangan di atas jelaslah bahwa karya tulis ilmiah berupa buku merupakan investasi dunia, yang dapat mencerahkan perdaban umat manusia. Dalam pengertian yang lebih sempit, makna investasi dunia di sini adalah memberikan keuntungan finansial bagi penulisnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sejarah Islam, bahwa khalifah (Al-Makmun), misalnya, memberikan jasa kepada para penulis dengan menimbang berat buku karya mereka dengan emas. Semakin berat buku yang mereka hasilkan, maka semakin besar pula materi yang didapatnya. Tetapi tentu, dalam hal ini materi bukanlah tujuan utama, tetapi sumbangsih pemikiran demi kemajuan peradaban aadalah yang lebih utama.

Berkaitan dengan aktivitas menulis ini, alangkah mulianya jika niat utama seseorang menulis adalah untuk mengharap ridla Allah. Niat inilah yang mendasari para ulama salafussalih dalam melahirkan karya-karya besarnya, yang kemudian mampu mencerahkan dan mencerdaskan umat.

Inilah ladang amal yang bisa menjadi investasi akhirat kita. Jika buku yang kita tulis itu terbit, kemudian dapat memberi manfaat kepada para pembaca, maka insya Allah pahala dari tulisan kita itu akan terus mengalir kepada kita, meski kita sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sungguh sebuah kenikmatan tak terhingga, jika kita kelak di akhirat mendapatkan passive income berupa pahala dari karya kita di dunia. (@toh).

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/menulis-investasi-dunia-akhirat/

Aug 23

Bersyukur dengan Menulis

Oleh : Didi Junaedi

67172618_10216196786406772_6426402429331308544_nAda banyak cara untuk bersyukur atau mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Salah satu cara untuk bersyukur yang saya lakukan adalah dengan menulis. Ya, dengan menulis saya berusaha mensyukuri nikmat ilmu yang telah Tuhan berikan kepada saya, juga nikmat-nikmat lainnya yang begitu melimpah ruah meliputi kehidupan saya.

Bukankah Tuhan sendiri yang memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya? Dalam salah satu friman-Nya yang termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an dinyatakan: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”

Itulah mengapa saya sering sekali menuliskan apa saja yang saya alami dan rasakan. Dalam bahasa Pak Hernowo, mengikat makna. Ya, mengikat makna, yang mulanya dimaksudkan untuk menuliskan hasil bacaan kita dari buku, majalah, artikel, atau bahkan film, kemudian saya perluas lagi dengan mengikat makna dari setiap peristiwa dan kejadian sehari-hari yang saya alami dan rasakan.

Saya yakin, bahwa setiap pengalaman berupa peristiwa, kejadian serta fenomena yang terjadi, kita alami dan rasakan, baik yang menyenangkan atau yang menyakitkan, baik yang membuat kita tersenyum lebar atau yang membuatkan meneteskan air mata, pasti mengandung hikmah serta pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan kepada kita.

Untuk itulah, agar setiap momen, peristiwa dan pengalaman itu tidak menguap begitu saja, maka saya selalu menuliskannya. Jika saya rasa itu punya manfaat untuk sesama, biasanya saya posting atau share di medsos seperti FB ata WA. Tetapi, jika saya anggap tidak menghadirkan manfaat, biasanya saya simpan sendiri di file laptop saya.

Dengan menuliskan apa yang kita pahami dari sebuah ilmu atau pengetahuan yang kita miliki, misalnya, kemudian kita bagikan melaui media sosial, atau diterbitkan menjadi sebuah buku, maka itu artinya kita sudah mensyukuri nikmat ilmuyang Tuhan berikan kepada kita.

Dengan mengikat ilmu dan pengetahuan yang kita miliki melalui tulisan, apalagi kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku, maka ilmu dan pengetahuan yang kita miliki itu pun akhirnya berkembang, menghadirkan manfaat yang lebih luas karena bisa dinikmati oleh orang lain.

Dengan mengikat setiap peristiwa dan kejadian yang kita alami dan rasakan melalui sebuah tulisan, maka jejak sejarah kehidupan kita pun terekam jelas, tidak mudah hilang ditelan zaman.

Baik ilmu atau pun pengalaman yang terikat kuat dengan tulisan, maka akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kita di kemudian hari. Dengan demikian, ketika kita membaca kembali jejak perjalanan keilmuan dan pengalaman hidup kita itu, akan memunculkan rasa syukur atas seluruh karunia yang Tuhan berikan kepada kita.

Inilah yang saya sebut dengan bersyukur dengan menulis, seperti dimaksud judul di atas. (@toh)

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/bersyukur-dengan-menulis-2/

Aug 10

Hermeneutika Feminisme dalam Pemikiran Tokoh Islam Kontemporer

17156280_1317239851749284_8128605823422944371_nJudul Buku :Hermenutika Feminisme dalam Pemikiran Tokoh Islam Kontemporer
Pengarang :Irsyadunnas
Penerbit :Calpulis
Tahun Terbit :2017
Tebal Halaman :286 halaman

Sinopsis Buku
Buku ini membahas tentang terobosan baru dalam metode tafsir Al-Qur’an yaitu metode Hermeutika Feminisme. Sebagaimana judulnya metode ini menggabungkan dua pendekatan yakni “Hermeneutika” yang bertumpu pada penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dengan mempertimbangkan realitas kekinian dan memenuhi metode ilmiah standar dari topik-topik yang dibahas. Sedangkan, yang dimaksud dengan “Feminisme” disini adalah usaha untuk memperjuangkan hak-hak perempuan atau kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Maka metode Hermeneutika Feminisme dapat dipahami sebagai metode penafsiran Al-Qur’an yang mempertimbangkan unsur realitas kekinian dan berusaha memenuhi metode ilmiah standar dari topik yang ditafsirkan yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender dari ayat-ayat yang dianggap menunjukkan bias gender.

Dalam buku ini penulis terutama memfokuskan pembahasannya dengan membandingkan penafsiran Al-Qur’an dengan metode hermenutika feminisme yang digunakan oleh dua tokoh kontemporer yaitu Amini Wadud Muhsin (Wadud) dan Asghar Ali Engineer (Engineer) dengan beberapa mufasir klasik. Wadud merupakan seorang wanita Afrika-Amerika yang telah mengalami diskriminasi gender dalam hidupnya sehingga Wadud sangat mengkritik penafsiran Al-Qur’an yang bias gender. Sedangkan, Engineer adalah seorang laki-laki keturunan India yang merupakan anak dari ulama pemimpin sekte Bohra. Meskipun bukan seorang wanita, Engineer sangat paham dengan otoriterianisme dan dominasi laki-laki terhadap perempuan yang terjadi di India. Hal ini mendorongnya untuk mencetuskan teologi pembebasan yang menafsirkan kembali nilai-nilai ajaran islam untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan.

Dalam penerapan metode Hermeneutika Feminisme, baik Wadud maupun Engineer menggunakan tiga langkah utama dalam menafsirkan ayat-ayat bias gender yakni, analisis asbāb al-nuzūl (asal-usul turunnya ayat), analisis linguistik (bahasa) dan analisis welstanchaung Al-Qur’an (nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al-Qur’an). Metode ini juga memiliki ciri khas dalam penafsiran Al-Qur’an yang memungkinkan adanya desakralisasi teks Al-Qur’an, depatriarkhisasi tafsir Al-Qur’an, rehumanisasi perempuan dalam tafsir, dan rekontekstualisasi makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Pada buku ini penulis mengutip lima masalah utama yang didekonstruksi penafsirannya oleh Wadud dan Engineer, yang meliputi asal-usul penciptaan perempuan, nushuz, poligini, kesaksian, dan warisan. Penulis memaparkan bagaimana kedua tokoh tersebut menafsirkan kata-kata kunci dari setiap ayat yang bias gender dengan mengaitkannya dengan makna yang lebih luas dari kata-kata tersebut dan ayat-ayat lain yang memunculkan kata-kata kunci yang sama. Penulis selanjutnya membandingkan hasil penafsiran mereka dengan hasil penafsiran dari beberapa mufasir klasik. Hasilnya menunjukkan bahwa penafsiran kebanyakan dari mufasir klasik masih sangat kental dengan unsur partriarkhi yang masih sangat kuat pada saat itu sedangkan penafsiran Wadud dan Engineer lebih bersifat luas, kontekstual. Meskipun demikian, penulis tidak serta merta menyalahkan para mufasir klasik. Penulis menekankan bahwa penafsiran para mufasir klasik merupakan produk dari zamannya yang masih sangat dipengaruhi kondisi sosial budaya pada saat itu dimana pengaruh patriakhi masih sangat dominan.

Penulis juga membandingkan hasil penafsiran Wadud dan Engineer yang tidak selalu sama. Misalnya dalam masalah warisan, Wadud menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan keadilan bagi perempuan dan sangat menunjukkan jiwa feminisnya. Setiap ayat harus ditafsirkan secara kontekstual dan perubahan konteks memerlukan perubahan tafsir. Di sisi lain Engineer yang juga memperjuangkan kesetaraan dan keadilan tampak lebih netral dalam penafsirannya dengan tetap mempertimbangkan konteks dan pemaknaan yang lebih luas terhadap ayat. Perbedaan ini tidak terlepas dari perbedaan latar belakang kedua tokoh tersebut, dimana sebagai perempuan yang lekat dengan isu diskriminasi gender Wadud nampak lebih agresif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.Di akhir buku ini penulis menekankan pentingnya pemahaman bahwa penafsiran Al-Qur’an akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Penafsiran Al-Qur’an harus disesuaikan dengan konteksnya dengan tetap memperhatikan worldview dari Al-Qur’an itu sendiri.

Kelebihan Buku

  • Judul buku ini sangat menarik bagi para pembaca yang tertarik dengan isu-isu gender. Buku ini sangat menginspirasi, terutama karena buku ini menunjukkan bagaimana isu gender dipahami dengan lebih mendalam dan luas dalam kacamata Islam.
  • Cara penulis membandingkan hasil tafsir para mufasir kontemporer dan klasik dan tafsir Wadud dan Engineer mennginspirasi pembaca untuk selalu terbuka terhadap perbedaan dan dapat memahami latar belakang dari perbedaan tersebut dengan bijaksana.

Kekurangan Buku

  • Banyak istilah dalam buku ini yang ditulis dalam bahasa Arab, bagi pembaca awam mungkin akan kesulitan dalam memahami beberapa istilah.
  • Beberapa bagian dalam buku ini yang membahas kasus yang sama ditulis dengan redaksi yang sama sehingga beberapa penjelasan terkesan diulang-ulang.

Demikian resensi tentang buku ini. Menurut pendapat resensator buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca terutama bagi mereka yang tertarik dengan isu-isu gender, wanita, bahasa, dan hermeneutika.

Resensator,

Ttd

Listiana Ikawati

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/hermeneutika-feminisme-dalam-pemikiran-tokoh-islam-islam-kontemporer/

Aug 07

Workshop Persiapan Akreditasi Perpustakaan IAIN SNJ Cirebon

IMG-20190806-WA0105

Sambutan Kepala Pusat Perpustakaan Dr. Yayat Suryatna,M.Ag pada acara workshop persiapan akreditasi perpustakaan di Auditorium Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) lantai IV. Selasa (06/08/2019).

Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan acara Workshop Persiapan Akreditasi Perpustakaan dengan tema “Pengelolaan Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis Akreditasi” yang bertempat di Auditorium gedung baru Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) lantai IV. Selasa (06/08/2019).

Acara workshop ini dihadiri oleh Dr. H. Adib, M.Ag (Wakil Rektor II), Drs. H. Subarja, M.Pd (Kepala Biro AUAK), Dr. Yayat Suryatna, M.Ag (Ketua UPT Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Aris Nurrohman, M.Hum (Narasumber / Kepala Perpustakaan IAIN Purwokerto), Drs. Yadi Kurniawan (Moderator) , dan diikuti oleh seluruh karawan perpustakaan, pengelola perpustakaan fakultas serta tamu undangan dari pengelola perpustakaan Perguruan tinggi di sekitar IAIN Syekh Nurjati Cirebon seperti UNTAG dan Unswagati Crebon.

Workshop ini digelar sebagai bentuk persiapan Pusat Perpustakaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon terakreditasi, sehingga tercapainya standar  yang dapat dijadikan acuan minimal dalam penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi yang berkualitas.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini  pusat perpustakaan IAIN syekh Nurjati Cirebon terwujud akreditasinya. Amin yra.(@toh)

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/workshop-persiapan-akreditasi-perpustakaan-iain-snj-cirebon/

Older posts «