«

»

Apr 23

Print this Post

Agama dalam Bingkai Konflik

Oleh : Didin Nurul Rosyidin

s200_didin.nurul_rosidinAgama memiliki fungsi ambivalen. Di satu sisi, ia berfungsi sebagai social cement (Turner: 1991: ix) yang dapat merekatkan hubungan individu maupun kelompok yang memiliki latarbelakang etnik, bahasa dan kelas sosial ekonomi yang berbeda. Agama mampu berperan sebagai alat membangun solidaritas sekaligus loyalitas yang tinggi bagi para pemeluknya. Di sisi lain, agama juga mampu menjadi faktor signifikan bagi munculnya konflik sosial yang luar biasa implikasinya karena melibatkan sisi yang paling dalam pada emosi manusia (Turner: 1991: ix). Lebih jauh, konflik atau perbedaan tidak saja terjadi antara pemeluk agama yang berbeda seperti antara Muslim dan Kristen tetapi juga pemeluk satu agama tetapi berbeda pemahaman ajarannya seperti antara pengikut Sunni dan Syari’ah.

Pluralisme dan Konflik Antar Agama

Pluralime agama telah menjadi sebuah persoalan sejak munculnya ajaran agama yang tidak lagi satu, yang sama dan serupa. Konsep ini secara fundamental menjadi acuan bagi terciptanya hubungan antar agama yang harmonis. Namun demikian, seiring dengan meningkatnya perjuangan menegakkan agama, pluralisme agama menjadi bayangan yang utopis karena hubungan antar agama lebih banyak dihiasi oleh konflik dan pertentangan yang tidak sedikit justru merenggut jiwa manusia yang ironisnya sangat dijunjung tinggi oleh masing-masing ajaran agama.

Baca selengkapnya di : Download full tex.pdf

—————————————————-

Artikel ini dimuat juga di  : http://www.mediasiwalisongo.com/2016/02/didin-nurul-rosidin.html

About the author

tohirin

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/agama-dalam-bingkai-konflik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>