«

Jun 06

Print this Post

Aku dan Buku

Oleh : Didi Junaedi



Hari ini, sejak pagi hingga siang menjelang azan zuhur, aku menikmati aktifitasku beberes merapikan tumpukuan buku yang terserak di antara sudut-sudut rak. Aku memang sudah meniatkan sejak semalam, bahwa hari ini aku harus merapikan buku-buku itu agar tampak indah dilihat, nyaman dipandang.

Pagi hari pukul 07.30 WIB usai sarapan pagi, Akupun langsung ganti kostum, dari yang sebelumnya bersarung dan berbaju koko, berganti dengan mengenakan kaos oblong dan celana pendek selutut.

Sejurus kemudian Aku langsung menjalankan misiku merapikan perpustakaan pribadiku yang berada di ruang inspirasi. Buku-buku yang bertumpuk aku letakkan di lantai, berhamburan bercampur dengan sejumlah berkas yang sudah tak terpakai. Dalam sekejap ruang inspirasiku layaknya kapal pecah. Huff.. pusing juga lihat kondisi ruang yang berantakan seperti itu.

Sejenak aku menghela napas, mengusap keringat kemudian mengambil botol air mineral untuk melepas dahagaku.

The show must go on !!! Akupun mulai merapikan buku-buku yang bertumpuk dan berserak tak bertuan itu. Sebagian buku-buku lama aku pindahkan ke rak depan di ruang tamu, sebagian lagi buku-buku baru aku rapikan di rak yang ada di ruang inspirasi.

Menata, menyusun, dan merapikan buku ternyata memiliki seni dan keterampilan tersendiri. Aku satukan buku-buku yang setema, agar ketika kelak aku membutuhkan referensi tentang tema tertentu, aku mudah mendapatkannya dengan beragam varian buku. Aku memilah buku-buku yang beragam tema untuk ditempatkan dalam satu rak khusus.

Dalam menata posisi buku pun harus diperhatikan ukuran buku, agar buku-buku dengan ukuran panjang atau tebal tampak berjajar rapi, kemudian disusul buku-buku yang lebih pendek dan tipis ukurannya. Hal ini dimaksudkan agar saat dilihat tampak rapi dan menarik.

Aku benar-benar menikmati aktifitas beberes buku ini. Meski lelah tapi nikmat, meski capek tapi puas.. he..he.. Sembari merapikan buku-buku tersebut, anganku melayang jauh membayangkan para penulisnya, yang pasti sudah mengerahkan segala kemampuan dan berjuang sekuat tenaga untuk bisa melahirkan karya-karya tersebut.

Akupun mengingat masa lalu saat awal perjuangan menjadi seorang penulis. Jatuh-bangun, pahit-getir, suka-duka sebagai seorang penulis langsung terbayang kembali di pelupuk mata. Betapa sedih dan sakitnya ditolak berkali-kali oleh penerbit saat menawarkan naskah. Kalaupun naskah diterima tetapi harus ditambah jumlah halamannya yang hampir sama dengan jumlah halaman waktu pertama kali dikirim, belum lagi revisi yang terus menerus hingga akhirnya benar-benar terbit. Semuanya terbayang begitu jelas ketika aku merapikan buku-buku yang kutulis, yang sengaja aku simpan di satu rak khusus dan tidak bercampur dengan buku yang ditulis oleh penulis lain. Sungguh, sebuah perjuangan panjang yang meniscayakan ketahanan mental yang harus benar-benar tangguh, disiplin tinggi, keuletan tingkat dewa, serta kesabaran yang tinggi.

Alhamdulillah… akhirnya, lima menit sebelum azan zuhur berkumandang, aku merampungkan misiku merapikan perpustakaan pribadiku. Lega… plong… itulah yang aku rasakan saat menatap lekat perpustakaan pribadiku yang kini rapi, bersih, indah dan nyaman dipandang…

Aku dan buku laksana dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan.. Aku ya buku.. buku ya aku…

About the author

tohirin

Permanent link to this article: http://web.syekhnurjati.ac.id/perpustakaan/?p=2434

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>