DAMPAK PEMBEKUAN PRODUK SAJADAH EKTRA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI NASABAH DI KSPPS BMT CSI SYARIAH SEJAHTERA

investasi

DAMPAK PEMBEKUAN PRODUK SAJADAH EKTRA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI NASABAH DI KSPPS BMT CSI SYARIAH SEJAHTERA

 

Investasi menjadi hal yang lazim dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk pengelolaan keuangan, tentu dengan beragam pilihan yang bisa diambil. Dalam pengelolaan ekonomi konvensional, investasi yang tersedia umumnya tidak sesuai dengan kaidah syaria sehingga, sebagai seorang muslim diharapkan untuk selalu waspada dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam investasi yang mengandung unsur ribawi.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sabagai berikut; pertama, untuk mendeskripsikan dampak pembekuan produk sajadah ektra terhadap kondisi sosial nasabah KSPPS BMT CSI  Syariah Sejahtera;  kedua, untuk mendeskripsikan dampak pembekuan produk “sajadah ektra” terhadap kondisi ekonomi nasabah KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera.

Metode yang digunakan dalam peneliian ini merupakan metode kualitatif dengan instrumen berupa pedoman observasi dan wawancara. Metode penelitian ini dapat digunakan untuk memahami interaksi sosial, misalnya dengan menggunakan wawancara mendalam sehingga akan ditemukan pola-pola yang jelas tentang dampak pembekuan produk “sajadah ekstra” terhadap kondisi sosial ekonomi nasabah di KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera.

Kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: pertama, dampak sosial yang timbul akibat dari pembekuan BMT CSI Syariah Sejahtera diantarana ialah adanya rasa takut, stress berat dan berkepanjangan, hilanggnya kepercayaan diri sebagai bagian dari anggota lingkungnya, percerean, timbul fitnah atau pandangan-pandangan negatif dari masyarakata dan kriminalitas; kedua, dampak ekonomi yang timbul diakibatkan dari pembekuan BMT CSI Syariah Sejahtera ialah bertambahnya tinggkat pengangguran. Bagi mereka yang mengandalkan penghasilan dari BMT CSI tanpa memiliki pekerjaan lain, setelah dibekukan maka secara otomatis akan diberhentikan dan timbul pengangguran, bertambahnya anak usia sekolah tidak bersekolah alias puttus sekolah. Hal ini terjadi karena harta bendanya habis untuk menutupi utang-utang kepada pihak ketiga yangg digunakan untuk berinvestassi pada BMT, banyaknya anak yang kekurangan gizi. Hal ini bisa terjadi karena orang tua yang mamp memberikan asupan gizi yan seimbang pasca dibekukanna BMT, bangkrut, ini terjadi karena modal usahanya diinvestasikan kepada BMT dan belum kembali menunggu proses hukum ang sedang berjalan.

Hasil penelitian juga menunjukan peran penting pemerintah serta pihak berwenang untuk mengembalikan situasi menjadi lebih baik. Solusi-solusi yang ditawarkan terhadap penyelesaian kasus sengketa seyogyanya berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen serta dilihat dari berbagai aspek sudut pandang sehingga tidak terkesan memihak dan menguntungkan salah satu pihak.

 

Kata Kunci : Sajadah Ekstra, Sosial, Ekonomi, Nasaba BMT CSI Syariah Sejahtera

  • ditulis oleh Ade Fathonah Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah
1 2 3 4 5 18