Kemenag Promosikan PTKIN sebagai Pilihan Melanjutkan Pendidikan Tinggi

Menjelang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019, beberapa siswa sibuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dipilih. Selain perguruan tinggi negeri bergengsi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) juga bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan jenjang studi. Akun resmi Instagram Kementerian Agama RI, @Kemenag_RI kemudian mengunggah post mengenai lokasi persebaran 58 PTKIN di Indonesia.

Kemenag kenalkan PTKIN kepada masyarakat dengan mengungkap keunggulan dan tata cara mendaftarkan diri ke PTKIN. (Kementerian Agama RI)

Kemenag kenalkan PTKIN kepada masyarakat dengan mengungkap keunggulan dan tata cara mendaftarkan diri ke PTKIN. (Kementerian Agama RI)

Untuk mendaftarkan diri ke PTKIN, calon mahasiswa diharuskan mengikuti SNMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). PTKIN ikut dalam SNMPTN dan SBMPTN bersama sama dengan Perguruan Tinggi Umum Negeri (PTUN) untuk program studi umum.

Sementara, Arskal melanjutkan, untuk program studi keagamaan PTKIN memiliki Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Islam Negeri (UMPTKIN). PTKIN juga menyediakan jalur ujian mandiri di setiap PT masing-masing. PTKIN memiliki keunggulan dari segi model pembelajaran, yakni keseimbangan penguasaan ilmu umum, serta akhlak dan ilmu agama. Mahasiswa dibimbing dan diarahkan dalam penguasaan ilmu pengetahuan sesuai dengan program studinya juga dibekali dengan pengetahuan agama yang relevan dengan perkembangan zaman. Sementara, calon mahasiswa yang memiliki cita-cita ingin menjadi guru bisa melanjutkan studi di PTKIN, karena ada Fakulas Tarbiyah. Kemudian, pilihan fakultas lain juga tersedia, seperti Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Adab. Tak hanya itu, PTKIN juga membuka sejumlah program studi (prodi) sains dan teknologi, dan kedokteran. Adapun bermacam jenis PTKIN yang tersebar di Indonesia, yakni Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Sementara, bagi mahasiswa yang telah merampungkan studi sarjana atau S1, bisa juga mendaftarkan diri dan melanjutkan studi magister di PTKIN. Selain S1, PTKIN juga membuka program pascasarjana. Akan tetapi untuk S2 dan S3 sebagian besar baru dibuka di bidang prodi keagamaan. Beasiswa juga disiapkan untuk mahasiswa kurang mampu dan berprestasi melalui bidik misi dan program-program lain di masing-masing PTKIN.

Sementara, calon mahasiswa yang memiliki cita-cita ingin menjadi guru bisa melanjutkan studi di PTKIN, karena ada Fakulas Tarbiyah. Kemudian, pilihan fakultas lain juga tersedia, seperti Fakultas Syariah, Fakultas Dakwah, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Adab. Tak hanya itu, PTKIN juga membuka sejumlah program studi (prodi) sains dan teknologi, dan kedokteran. Adapun bermacam jenis PTKIN yang tersebar di Indonesia, yakni Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Sementara, bagi mahasiswa yang telah merampungkan studi sarjana atau S1, bisa juga mendaftarkan diri dan melanjutkan studi magister di PTKIN. “Selain S1, PTKIN juga membuka program pascasarjana. Akan tetapi untuk S2 dan S3 sebagian besar baru dibuka di bidang prodi keagamaan. Beasiswa juga disiapkan untuk mahasiswa kurang mampu dan berprestasi melalui bidik misi dan program-program lain di masing-masing PTKIN.