Guru Besar UIN Riau: IAIN Berperang Penting dalam Pengembangan Ekonomi Islam

seminar-kearifan-local“IAIN memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi Islam,” tegas Guru Besar Ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Syarif Kasim Riau Prof Dr H Akhmad Mujahidin MAg pada seminar yang digelar Program Pascasarjana (PPs) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, kamis (20/10).

Ironinya, peran lulusan perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta masih saja dipertanyakan karena masih sedikit yang berkiprah dalam dunia perbankan syariah. Jumlah pegawai di bank-bank syariah masih didominasi oleh lulusan perguruan tinggi umum dan bukan berlatang belakang ekonomi Islam.

Nampaknya inilah yang menjadi ‘kegelisahan’ guru besar UIN Riau sehingga mendorong mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan Program Pascasawrjana IAIN Syekh Nurjati untuk mempersiapkan diri dan berlomba dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam Seminar yang bertema “Peran Kearifan Lokal (Local Wisdom) dalam Pengembangan Ekonomi dan Perbankan Syariah di Indonesia” ini Akhmad Mujahidin mengajak untuk peduli terhadap term-term ekonomi yang telah lama dipraktikan dalam kehidupan berekonomi bangsa Indonesia. Menurutnya, perkembangan dunia perbankan syariah saat ini belum sesuai harapan.  Hal ini disebabkan oleh produk-produk perbankan syariah yang belum dipahami oleh umat Islam di Indonesia.

“Gunakan istilah-istilah lokal agar produk perbankan syariah laku di pasaran,” ajaknya.

Lebih lanjut ia mengatakan, istilah-istilah ekonomi yang digunakan oleh bangsa Indonesia sangat kaya dan itu wujud kearifan lokal yang dimiliki negeri ini. Produk kearifan lokal bangsa ini pun tahan banting terhadap krisis ekonomi atau krisis moneter. Terbukti, pada tahun 1998 yang bangkrut atau chaos adalah perusahaan-perusahaan besar, bukan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan perwujudan kearifan lokal bangsa ini dalam bidang ekonomi.

“Sudah terbukti bahwa ekonomi yang berdasarkan kearifan lokal itu tahan terhadap krisis ekonomi,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *