Visitsasi dan Asessment Lapangan Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kamis, 21-23 Maret 2019. Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Visitasi dan Asessment Lapangan di Ruang Dosen Gedung Pascasarjana. Pada Visitasi ini, Asep Saepudin Jahar, M.A, Ph. D. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Dr. Miftah Arifin, M.Ag (IAIN Jember) sebagai Asesor pada kegiatan tersebut.

 

Visitasi & Asessment Lapangan Prodi HKI Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Visitasi & Asessment Lapangan Prodi HKI Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

» Read more

Visi , Misi, dan Tujuan Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah)

Visi Prodi Ahwâl al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam) :

“Menjadi Pusat Pengembangan Studi Ahwâl al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam)  yang Unggul dan Terkemuka di tingkat Nasional pada tahun 2025 dengan Berbasiskan pada Tradisi dan Kearifan Lokal.”

Misi Prodi al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam) :

  1. Menciptakan magister Ahwâl al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam) yang berkualitas dalam rangka memunculkan dan mengembangkan pluralitas dan multikulturalitas budaya lokal dan nusantara agar memiliki daya saing dalam pencaturan global
  2. Menyelenggarakan penelitian untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang Hukum Keluarga Islam dan mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah nasional.
  3. Menyebarluaskan ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik dalam disiplin ilmu Hukum Keluarga Islam melalui pengabdian masyarakat.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan semua pihak baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian secara berkelanjutan.

» Read more

Keluarga Sakinah Dalam Pandangan M. Quraish Shihab Dan Relevansinya Dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Di Indonesia

wedding-ring-uplot

Pernikahan bagi manusia adalah sesuatu yang sangat sakral dan mempunyai tujuan yang sakral pula, dan tidak terlepas dari ketentuan-ketentuan yang ditetapkan syari’at agama. Tujuan utama dari pernikahan adalah untuk membentuk keluarga bahagia yang penuh ketenangan cinta dan rasa kasih sayang. Tapi untuk saat ini Keluarga tidak lagi dilihat sebagai ikatan spiritual yang menjadi medium ibadah kepada Sang Pencipta. Kawin-cerai hanya dilihat sebatas proses formal sebagai kontrak sosial antara dua insan yang berbeda jenis. Perkawinan kehilangan makna sakral dimana Allah menjadi saksi atas ijab-kabul yang terjadi. Ini bertolak belakang dengan adagium yang menyatakan keluarga adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa peradaban dunia. Dari rahim keluarga lahir berbagai gagasan perubahan dalam menata tatanan masyarakat yang lebih baik. Tidak ada satu bangsa pun yang maju dalam kondisi sosial keluarga yang kering spiritual, atau bahkan sama sekali sudah tidak lagi mengindahkan makna religiusitas dalam hidupnya.

Masalah penelitian ini adalah Bagaimana pandangan M. Quraish Shihab tentang konsep keluarga sakinah? bagaimana keluarga sakinah menurut hukum Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974?  Bagaimana relevansi pandangan M.Quraish Shihab tentang keluarga sakinah dengan undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia?

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui andangan M.Quraish Shihab tentang konsep keluarga sakinah, untuk mengetahui keluarga sakinah menurut hukum Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974,  dan mengetahui relevansi pandangan M. Quraish Shihab tentang keluarga sakinah dengan undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan di Indonesia.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif Bentuk penelitian ini adalah berupa kajian pustaka (library research). Kajian ini berusaha mengungkapkan pemikiran M. Quraish Shihab tentang keluarga sakinahmelalui sumber data yang relevan dengan kebutuhan,baik buku-buku teks, jurnal, atau majalah-majalah ilmiah dan hasil-hasil penelitian.

Hasil penelitian ini menyimpulkan,dalam pandangan M.Quraish Shihab sakinah (ketenangan) harus didahului oleh gejolak untuk menunjukkan bahwa ketenangan yang dimaksud adalah ketenangan dinamis. Pasti dalam rumah tangga ada saat ketika gejolak, bahwa kesalah-pahaman dapat terjadi. Namun, ia segera dapat tertanggulangi dan melahirkan sakinah. Sakinah bukan apa yang terlihat dari ketenangan yang lahir yang tercermin dari raut muka karena yang ini bisa muncul akibat keluguan, ketidaktahuan, atau kebodohan. Akan tatapi, sakinah kecerahan raut muka yang disertai kelapangan dada, budi bahasa yang halus yang dilahirkan oleh ketenangan akibat batin menyatunya pemahaman dan kesucian hati, serta bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat. Itulah makna sakinah secara umum dan makna-makna tersebut yang diharapkan dapat menghiasi keluarga yang hendak menyandang nama keluarga sakinah.

 

 

Model Penyelesaian Zinah di Desa Kubangdeleg, Kecaamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon

zinah

PERZINAHAN merupakan perbuatan seksual yang dilakukan secara sukarela oleh laki-laki dan perempuan di luar ikatan perkawinan yang sah. Di Indonesia hukum yang digunakan dalam memberikan sanksi terhadap pelaku perzinahan tidak hanya terbatas pada hukum di pedesaan. Hukum yang digunakan biasanya berdasarkan hukum adat. Mengacu pada hukum adat tersebut suatu perkara zina yang terjadi di desa Kubangdeleg, kuwu atau kepala desalah yang ditunjuk sebagai hakim. Dengan peran serta para sesepuh, tokoh ulama, tokoh masyarakat dalam penyelesaian perkara zina ini.

Dari permasalah ini, maka tujuan penulisan yang dilakukan adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan dasar penyelesaian zina yang dilakukan oleh Kuwu atau Kepala Desa serta alasan-alasan para tokoh ulama, tokoh masyarakat dalam menyelesaikan perzinahan di Desa Kubangdeleg. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan lapangan (fiel research) dengan metode penelitian kualitatif. Sedangkan teknik analisisnya berdasarkan pada dua cara yaitu Cross Section dan Time Service Data.

Konseptualisasi teori zina dan peran kuwu/ kepala desa meliputi pengertian zina dari perspektif hukum Islam, perspektif hukum adat, dan perspektif hukum positif Indonesia, dan syarat-syarat perbuatan zina serta had zina.

Dari teori yang dikemukakan di atas, hasil penelitian yang diperoleh penulis adalah berkenaan dengan model penyelesaian zina di masyarakat. Dasar hukum penyelasaian perkara zina yang dilakukan oleh kuwu/kepala desa berpegang ada pasal 4 ayat 1 nomor 6 tahun 2001 undang-undang tentang pemerintahan desa.

Dari uraian diatas dapat diperoleh kesimpulan bahwa model penyelesaian zina di masyarakat desa Kubangdeleg tidak sama dengan hukum positif di Indonesia, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh hukum adat yang berlaku di desa. Cara penyelesaian masalah perzinahan di desa berdasarkan pada hukum-hukum yang berlaku. Yaitu dengan menggunakan hukum adat yangt sudah berbaur dengan hukum Islam. Dalam penyelesaian zina di desa Kubangdeleg Kecamatan Karengwareng Kabupaten Cirebon, meskipun juga melalui hukum adat, tetapi diharapkan tidak bertentangan dengan hukum positif di Indonesia. Hukum adat yang sudah berbaur dengan hukum Islam diharapkan juga dapat digunakan sebagai hukum tertulis

Sebaran Matakuliah Prodi AS/Hukum Keluarga Islam

SEBARAN MATAKULIAH

PROGRAM STUDI HUKUM KELUARGA ISLAM

Semester I

Kode MK MATA KULIAH KODE SKS
1173407 Bahasa Arabuntuk Studi Islam MKP 0
1173406 Bahasa Inggris untuk Studi Islam MKP 0
1173101 Tafsir dan Hadis Ahkam MKD 2
1173302 Filsafat Hukum Islam MKU 3
1173301 Ushul Fiqh dan Qawaid Fiqh MKU 3
1173103 Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam MKD 3
1173203 Studi Integrasi Islam dan Sains MKM 2
1173201 Pendekatan Studi Islam MKM 3
  Jumlah   16

 

Semester II

Kode MK MATA KULIAH KODE SKS
1173304 Mediasi dan Advokasi dalam HKI MKU 3
1173305 Hukum Perikatan Perbandingan MKU 3
1173306 Hukum Internasional dan HAM MKU 3
1173307 Institusi HKI di Indonesia MKU 3
1173403 Sosiologi Hukum Islam MKP 2
1173102 Fiqh Peradilan Islam MKD 3
  Jumlah   17

 

Semester III

Kode MK MATA KULIAH KODE SKS
1173303 Politik Hukum Islam MKU 2
1173404 Manajemen Zakat dan Wakaf MKP 3
1173405 Hukum Tata Negara MKP 3
1173202 Metodologi Penelitian Tesis (HKI) MKM 3
  1173402 Hukum Keluarga Asia Tenggara MKP 3
Jumlah 14

 

Semester IV

Kode MK MATA KULIAH KODE SKS
1173501 Tesis TAS 6
Jumlah 6