Fiqih Lingkungan Sebagai Ikhtiar Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup

artikel-pencemaran-air

Oleh: Samsul Falah MHI

 Fenomena krisis lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana alam dan kerusakan serta merebahnya banyak penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia merupakan fenomena yang tidak bisa dianggap kecil. Potret masalah lingkungan seperti diatas juga bisa terjadi di daerah-daerah berkembang seperti kabupaten Tegal, daerah yang memiliki perkembangan yang cukup pesat dibidang industri, minimnya kesadaran akan pengelolaan sampah dan penambangan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan yang besar pula. Jika diteliti pada sisi lain, bahwa kabupaten Tegal mempunyai corak keberagaman yang mayoritas pemeluknya beragama Islam, peraturan-peratuaran yang dibuat cukup baik, kejadian seperti ini tak jarang menimbulkan pertanyaan seberapa besar Islam memberikan kontribusi.

Ada tiga alasan utama yang menyebabkan lahirnya krisis ini: yakni permasalahan fundamentalis-filosofis, politik ekonomi global, permasalahan pemahaman keagamaan. Berkaiatan dengan faktor yang ketiga, dikalangan umat Islam masih berkembang sebuah pemahaman bahwa fiqih hanya berurusan dengan persoalan ibadah mahdloh. Padahal dalam kontek krisis ekologis saat ini, fiqih lingkungan menjadi sangat urgen. Dengan fiqih lingkungan, dunia Islam diharapakan dapat memberikan kontribusi dalam membangun dunia dan peradaban kemanusiaan yang harmonis dengan lingkunga.

» Read more

Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati: Mencetak Doktor Multikulturalisme di Bidang Pendidikan Agama Islam

orientasi-s3

Sebelumnya, Kami ucapakan selamat kepada 29 calon doktor (S3) PAI angkatan perdana. beliau-beliau sebelumnya telah menjalani sejumlah rangkaian tes masuk dan dinyatakan lulus sesuai dengan surat keputusan rektor Nomor: 2087/In.08/R/PP.00.9/09/2016 dari 63 peserta tes.

Terhitung sejak tanggal 2 Maret 2016 berdasarkan SK. Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Nomor 1237 PPs IAIN Syekh Nurjati Memperoleh kepercayaan dengan mendapatkankan izin operasional untuk membuka Program Doktoral (S3) bidang PAI dengan ciri khas (spesialisasi) pendidikan agama berbasis multikulturalisme.

Pendidikan Agama berbasis multikulturalisme dipilih karena IAIN sadar betul bahwasanya Pendidikan Agama tidak bisa dipahami secara parsial selain itu posisi IAIN Syekh Nurjati yang berkedudukan di wilayah Cirebon yang multi etnis, multi agama, multi budaya turut serta mendudukung progam studi ini. Ujung pangkal dari pendidikan agama berbasis multikulturalisme adalah  terciptanya nuansa toleransi dan harmonisasi kehidupan di masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal (Lokal Wisdom) yang dimiliki masing-masing daerah.

» Read more