POLITIK PENERAPAN SYARIAH DI INDONESIA (CATATAN)

20180328_123114

Kata syariah belakangan ini menjadi “fenomenal” diperdebatkan banyak kalangan dari lintas disiplin ilmu pengetahuan. Sudah ada bank (Negara maupun swasta) yang beroperasi kemudian  umat  malah menuntut pendirian bank syariah, dengan alasan bank yang selama ini beroperasi melayani jasa simpan maupun pinjam di masyarakat tidak syariah dan dianggap penuh dengan “dosa”. Yang lebih fenomenal, ada kelompok yang mengusung tema NKRI bersyariah mungkin bagi mereka NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah komoditas mirip bank atau koperasi simpan pinjam yang bisa di ‘’lebeli’’ dengan kata syariah.

Apalagi syariah dibingkai dengan kata politik, dan seminar ini diadakan di tahun politik menyambut Pemilukada 2018 dan Pileg-Pilpres 2019. Bayangan peserta menembus cakrawala langit-langit pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Antara yang mencoba memahami apa yang disampaikan narasumber , kelompok yang sepemikiran dengan narasumber (pro) dan banyak juga diantara peserta yang kontra akan bahasan tema seminar kali ini.

Beberapa peserta yang hadir justru mempertanyakan kepada Prof.Dr. Ahmad Rofiq, MA selaku narasumber: maksud tema syariah yang diusung oleh narasumber syariah yang seperti apa dan bagaimana caranya? Peserta yang lain juga menanyakan ihwal yang serupa: bagaimana dengan konsep Khilafah yang diusung oleh  Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) ormas yang dibubarkan pemerintah, yang katanya berlandaskan dari al-Qur`an dan al-Hadis apa sesuai dengan syariah dan menganggap produk demokrasi sebagai “thogut” yang harus diperangi ? atau justru hukum syariah yang sekarang berlaku di Nangroe Aceh Darusalam lah yang ideal diterapakan di bumi Indonesia ?

Sampai di sini, Stadium General bertemakan Politik Penerapan Syariah di Indonesia semakin hangat untuk diikuti. Walaupun sampai di penghujung waktu tidak ada kata sepakat dalam ihwal memaknai terminologi “syariah” yang bisa diterapkan di Indonesia tetapi agaknya bisa dipahami bahwa esensi dari syariah merupakan kemuliaan seperti dalam idiom yang dinisbatkan kepada Nabi (al-Hadis) : al-Islam Ya`lu wa la Yu`la alaihi , syariat Islam mulia dan memuliakan. Singkatnya jika ada produk hukum, ekonomi, bahkan tatanan kenegaraan yang baik jika mengikuti logika syariah maka akan lebih baik.

 

Penelitian Yang Baik Lahir Dari Potensi Bukan Sekedar Masalah

IMG_3323

Penelitian merupakan serangkaian aktivitas ilmiah yang sistematik dengan tujuan menginterpretasi fenomena atau merevisi temuan-temuan sebelumnya.

Menurut Prof Sugiyono, MPd. Penelitian di Indonesia kebanyakan berawal dari masalah. Padahal penelitian dapat juga dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki. Penelitian yang berbasis potensi masih jarang dilakukan. Misalnya potensi wisata di Cirebon. Jika memang potensinya ada kenapa tidak dijadikan penelitian yang hasilnya baik dan bermanfaat. Lebih-lebih sektor pariwisata memiliki potensi ekonomi yang besar. Jadi tidak dari masalah melainkan potensi yang dimiliki.

Penelitian yang baik juga lahir dari ketepatan peneliti menggunakan metode. Metode kuantitatif banyak digunakan untuk menguji hipotesis (kesimpulan sementara/teori yang sudah mapan) sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menciptakan hipotesis. Pada pengaplikasiannya kedua metode ini bisa digabungkan dalam satu penelitian yang populer disebut Mixed Method. Metode kombinasi antara kuantitatif-kualitatif atau sebaliknya dipandang paling baik sementara ini karena adanya proses saling chek  hasil temuan penelitian secara kuantitaif dan hasil temuan penelitian hasil kualitatif.

Mixed Method atau metode kombinasi terbagi atas dua tatacara penggunaan ; ada yang digunakan dengan cara  menggabungkan kedua metode secara bersama-sama pada saat penelitian dengan rentang waktu yang berbeda. Cara ini disebut Mixed Method Sequential. Yang terakhir, kedua metode digunakan dalam satu penelitian dengan rentang waktu yang bersamaan yang disebut Mixed Method Concurent.

 

Pps IAIN Syekh Nurjati Gelar Stadium General : Produktivitas Penelitian Ilmiah

IMG_3313

Pada senin 19 Maret 2018, Program Pascasarjana  (Pps) menggelar Studium General dengan pemateri tunggal dalam acara kali ini ialah Prof. Dr. Sugiyono, MP.d. seorang penulis buku best seller tentang metode penelitian dan guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Yth Dr. H. Sumanta, MA,g.

Dalam sambutanya, Rektor menyindir kualitas publikasi karya tulis ilmiah baik yang dihasilkan oleh mahasiswa maupun dosen masih sangat minim padahal dana penelitian yang telah disiapkan kementrian melalui rektorat jumlahnya milyaran rupiah. Selain kuantitas publikasi yang masih minim dihasilkan oleh civitas akademika dilingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rektor juga mengingatkan para peserta terutama dari kalangan Strata dua (S2) dan Strata tiga (S3) agar menghasilkan karya yang tidak asal jadi dan kejar tayang. Jangan sampai ditemukan ada Tesis rasa Skripsi, lebih-lebih Disertasi rasa Skripsi.

Stadium General kali ini direncanakan akan berakhir pada pukul 16.00 sore Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan ditutup oleh Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Yth Prof. Dr. H. Jamali, MA,g.  Adapun pesertanya terdiri dari  oleh unsur mahasiswa Strata satu (S1), Strata dua (S2) dan Strata tiga (S3), dosen dan tamu undangan.

 

STADIUM GENERAL PROF. DR. SUGIYONO, M.Pd

prof dr sugiyono

Assalamu`alaikum Wr.Wb

Diberitahukan kepada seluruh Mahasiswa Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Pascasarjana Institut Agama Islam  Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, wajib hadir untuk mengikuti acara : STADIUM GENERAL

 

Yang akan dilaksanakan pada :

Hari                 : Senin

Tanggal           : 19 Maret 2019

Waktu              : Pukul 08.00 s.d Selesai

Tempat            : Gedung PPS Lantai III

Narasumber    : Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd.

(Guru Besar UNY , Asesor BAN-PT)

 

 

Demikian pengumuman ini kami sampaikan atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

 

Wassalamu`alaikum Wr. Wb

 

Cirebon, 14 Maret 2018

Kordinator Bidang Akademik

 

 

Drs. Ikhwan Fauzi, M.Si.

NIP. 196440928 199003 1 00

Amalan Rutin Mahasiswa

riset

Meneliti mungkin merupakan aktifitas yang dianggap susah dan rumit bagi sebagian kalangan terlebih memang profesi peneliti terbilang jarang diminati. Begitu juga mahasiswa,  ya, walaupun pandai berorasi, kritik sana-kritik sini tidak serta merta menjadikan ia seorang peneliti yang handal.

Penelitian atau yang biasa dikenal dengan sebutan riset atau study merupakan sebuah kegiatan investigasi yang dilakukan secara sistematis dan aktif guna menemukan, menyelidiki, maupun merevisi adanya kebenaran dari suatu fakta. Secara harfiah, penelitian didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyelidikan terhadap suatu masalah atau fakta yang dilakukan secara tuntas. Atau dengan kata lain, penelitian merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai usaha untuk memecahkan suatu masalah.

Tujuan dari sebuah penelitian adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang suatu kejadian, peristiwa, teori, hukum, dan hal-hal lainnya sehingga dapat membuka peluang untuk lebih menerapkan pengetahuan tersebut.

Walaupun sulit, dilihat dari sisi kemanfaatan, penelitian layak dijadikan amalan rutin bagi mahasiswa, berikut kami cantumkan beberapa manfaat dari penelitian:

  1. Kontribusi keilmuan dan sarana mengembangkan diri : Penelitian memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktekkan apa yang telah didapatkannya di dalam perkuliahan, mengembangkan dan memperluasnya, dan juga membuatnya menjadi sosok yang lebih inovatif serta kreatif. Semua ini berguna untuk perkembangan pribadi mahasiswa tersebut nantinya.
  2. Mengabdi pada masyarakat : Kampus merupakan institusi pendidikan tinggi yang diharapkan bisa memajukan masyarakat yang ada di sekitarnya. Penelitian merupakan cara bagi institusi pendidikan untuk mengabdi pada masyarakat dengan menganalisa dan memberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada di masyarakat.
  3. Menaikkan reputasi kampus : Riset yang semakin banyak dan publikasi yang muncul dari penelitian-penelitian tersebut akan membuat nama universitas menjadi semakin mentereng. Publikasi juga menjadi salah satu poin untuk mengukur kualitas kampus.

Sudah saatnya Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon mementingkan apa yang disebut research university, tempat publikasi karya ilmiah yang bermutu dimana dosen maupun mahasiswanya aktif dan kreatif menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

 

 

Soal Kesadaran Literasai Kita (masih) Rendah

Literasi

 

Diakui atau tidak budaya literasi bangsa kita masih rendah. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi, hampir mencapai 100%.  Walaupun suntikan dana  yang dialokasikan oleh pemerintah pada APBN 2018 cukup fantastis mencapai 144, 13 Triliun pada bidang pendidikan rupanya belum mampu mengerek  tingkat literasi kita.

Literasi adalah keberaksaraan, suatu kemampuan membaca dan menulis. Budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti proses membaca- menulis, yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam proses kegiatan tersebut menciptakan karya.

Padahal entah kita lupa atau memang belum tahu, al-Qur`an yang senantiasa dibaca setiap kali sholat dan di langgar-langgar itu, Iqra! demikianlah ayat yang pertama kali diturunkan Allah SWT. Ada rahasia besar dalam perintah pertama Allah ini. Menurut Pak Quraish Shihab yang menulis Tafsir Al-Misbah,  salah satu rahasianya  ada pada ayat  ketiga,  yaitu  iqra` warabbukal akram, Bacalah! Tuhanmu yang maha mulia (QS. al-`Alaq/96; 03)

Menurut beliau, kata al-Akram  yang berbentuk superlatif  mengandung pengertian bahwa Allah akan menganugerahkan puncak dari segala hal yang terpuji  bagi semua hamba-Nya yang mau membaca. Terpuji di hadapan Allah, mulia di hadapan manusia karena  banyak ilmunya.

Pentingnya membaca ini pula yang kemudian menginspirasi Rasulullah mengambil langkah cerdas  pascaperang Uhud, 70 orang musyrikin Quraisy berhasil ditawan kaum Muslimin. Angka yang cukup fantastis untuk dijadikan alat tekan terhadap kabilah Quraisy di Makkah.

Namun, Rasulullah menempuh kebijakan lain. Sebagai gantinya, tawanan dibebaskan dengan syarat mengajari  membaca 10 Muslim. Rasulullah menyakini, membaca adalah langkah penting yang mengantarkan umat Islam ke gerbang kejayaan.

Pada akhirnya, berapapun biaya yang digelontorkan atau semegah apapun perpustakaan dan fasilitas yang kita miliki kalau tidak ada niatan akan  rasa kesadaran diri terhadap pentingnya literasi terkesan kurang berfaidah apa gunanya bangunan fisik, namun otak manusianya kosong.

PENGUMUMAN PEMUTAKHIRAN DATA PDDIKTI MAHASISWA PASCASARJANA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Asslamu`alaikum Wr. Wb

 

Memperhatikan Surat Edaran Sekertaris Jenderal Kementrian Riset, dan Pendidikan Tinggi Nomor : 5478/A.PI/SE/2017 tentang periode awal pelaporan PDDIKTI perlu disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Forlap PDDIKTI merupakan aplikasi Kemenristek Dikti untuk penataan Database Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia yang diberlakukan sejak Tahun 2013;
  2. PTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) sejak tahun 2013 telah melakukan singkronisasi data mahasiswa dan alumni di Forlap PDDIKTI, namun belum seluruh data terekam di Forlap karena data belum lengkap seperti  data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama ibu kanndung;
  3. Bagi alumni yang belum tercantum di Forlap PDDIKTI bukan berarti ijazahnya tidak berlaku atau palsu, ijazahnya tetap sah dan diakui;
  4. Bagi alumni yang tercatat sebagai mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan tahun masuk 2009/2010 dan sesudahnya yang sudah mengecek di Forlap PDDIKTI akan tetapi belum tercantum datanya atau terdapat kekeliruan/kesalahan, agar melengkapi persyaratan berupa : foto kopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi ijazah dan transkip, persyaratan dikirim sampai dengan tanggal 29 Maret 2018, dapat dilakukan dengan cara:
  5. Diserahkan langsung ke Fakultas masing-masing dan Pascasarjana melalui bagian akademik, atau
  6. Dikirim ke email: ptipd@syekhnurjati.ac.id
  7. Bagi alumni yang tahun masuknya sebelum tahun akademik 2009/2010 tidak usah melakukan proses sebagaimana nomor 4

 

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatiaanya diucapkan terimakasih.

 

Wassalaamu`alaikum Wr. Wb