Daur Kehidupan Perguruan Tinggi

Sederhananya, Perguruan Tinggi (PT) yang baik adalah PT yang hidup. Salah satu tanda kehidupan adalah dinamis: terus bergerak untuk mencapai kemajuan. Pada PT yang dinamis, kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan selaras dan ditingkatkan mutunya secara terus-menerus. PT yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan sendirinya akan ditinggalkan baik oleh pesaingnya maupun oleh penggunanya.

Tuntutan agar PT terus bergerak maju adalah karena problematika kehidupan sosial dan alamnya terus berkembang. Masalah-masalah sosial seperti rendahnya mutu pendidikan, degradasi moral, intoleransi,radikalisme,  ancaman disintegrasi bangsa, kemiskinan, dan masih banyak lagi permasalah lainnya terus berkembang. Demikian juga masalah-masalah alam seperti kerusakan dan ketidakseimbangan alam, ketersediaan energi yang semakin menipis, ketersediaan pangan, dan lain sebagainya, memerlukan solusi untuk mengatasinya. Realitas tersebut harus menjadi landasan empirik oleh peneliti di PT.

Berangkat dari landasan empiris tersebut, peneliti ditantang untuk menemukan, menciptakan, dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) sebagai penjelasan ilmiah dan/atau produk tepat guna untuk masyarakat. Untuk melakukan itu, tentu saja peneliti perlu memilki landasan teoretik dan juga kemampuan metodik yang baik. IPTEKS hasil penelitian tersebut selanjutnya perlu dipublikasikan. Publikasi ilmiah dimaksudkan untuk registrasi dan penyebarluasan IPTEKS hasil penemuan, penciptaan, dan pengembangan. Publikasi ilmiah (baik dalam bentuk jurnal, buku, prosiding, produk siap guna, atau lainnya) adalah termasuk dalam rangkaian penelitian. Peneliti dikatakan belum menyelesaikan penelitiannya jika belum melakukan publikasi ilmiah.

Selain dipublikasikan keluar secara luas, hasil penelitian juga harus menjadi bahan kajian internal PT, menjadi bahan pengajaran. Kegiatan pendidikan di PT menjadi ajang penyampaian IPTEKS hasil penelitian. Selain itu, kegiatan pendidikan juga ditujukan untuk pengembangan lebih lanjut. Pendidikan berbasis riset menjadi salah satu ciri PT yang hidup.

Tidak cukup menjadi bahan kajian dan pameran, IPTEKS hasil penelitian juga harus diterapkan secara langsung melalui kegiatan yang disebut dengan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan masyarakat berdasarkan IPTEKS hasil penelitian. Pengabdian berbasis riset juga menjadi salah satu ciri PT yang hidup.

Penerapan IPTEKS hasil penelitian belum tentu sesuai bagi masyarakat. Selalu ada celah kemungkinan adanya ketidaksesuain, kekurangan, atau masalah lanjutan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Seperti itulah daur kehidupan perguruan tinggi: penelitian—pendidikan—pengabdian— penelitian—pendidikan—pengabdian—, dan seterusnya. Semoga IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah termasuk PT yang hidup. Aamiin.

(Ditulis oleh: Budi Manfaat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *