Jurusan PAI Gelar Festival Jajanan Ramadhan

Stand Festival Jajanan Ramadhan Jurusan PAI. Halama Gedung PAI. Senin, (15/05/2018).

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islan (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengadakan kegiatan Festival Jajanan Ramadhan. Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa mulai dari semerter 2 sampe semester 8, bahkan Dosen dan alumni juga ikut berpartisipasi, di halaman gedung PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Senin, (15/05/2018).

Kegiatan festival jajanan Ramadhan ini akan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 15-16 Mei 2018. Di hari pertama ini ada berbagai macam jajanan, diantaranya Sambal terasi, Longtong, Es Kelapa, Es Doger dan masih banyak lagi jajanan lainnya yang merupakan karya dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tujuan diadakannya festival ini adalah sebagai salah satu bentuk rasa syukur dan gembira untuk menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.  Tujuan lain adalah  untuk mempererat talih silaturahmi antara Dosen, Mahasiswa dan Alumin.

“Dengan adanya Festival Jajanan Ramadhan ini kita bisa mengambil manfaatnya, bahwa bulan Ramahdan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan yang penuh dengan kasih sayang, Ujar Irfan.” Ketua Pelaksana Jajanan Festival PAI.

Besok adalah acara puncak Festival Jajanan Ramadhan, yang akan dimeriahkan oleh para alumni Jurusan PAI. Dalam acara puncak ini berbagai macam karya akan dipamerkan, baik dari jajanan, karya-karya ilmia dalam bentuk buku maupun yang lainnya.

Stand Es Kelapa pada Festival Jajanan Ramadhan, Jurusan PAI. Halama Gedung PAI. Senin, (15/05/2018).

Read more

Pramuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon Raih 2 Apresiasi pada PW PTK XIV di UIN Suska Riau

Pada tanggal 10 Mei 2018 merupakan penutupan dari berbagai macam rangkaian kegiatan yang ada pada Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV Se-Indonesia tahun 2018 di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Upacara Penutupan ditutup secara langsung oleh Prof. Dr. H. Munzir Hitami, MA selaku Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riauyang mewakili Kementrian Agama Republik Indonesia. Selain itu penyematan Tanda Ikut Gotong Royong (TIGOR) dan sertifikat kegiatan diberikan langsung oleh Rektor UIN Suska kepada salah satu peserta PW PTK XIV Se-Indonesia di UIN Suska Riau. Setelah upacara penutupan usai, panitia mengumumkan hasil Apresiasi Giat PW PTK XIV Se-Indonesia Tahun 2018. Adapun untuk nominasinya adalah, Devile Kontingen (Terrapi, Terunik, Terkompak, Terheboh, Tersantun dan Terbanyak), Ethno Carnival (Terfavorit, Terunik, Terumit, Terbesar, Terelegant, Terinovatif dan Terkreatif), Kuliner (Terunik, Terelegant, Terbersih, Terbesar, Teramai, Terapi, Terlengkap, Tersimple, Terlezat, Terkaya Rasa dan Terhigienis), Media Sosial (Terbanyak like dan Teraktif), Photoboth (Terfavorit, Terunik, Termegah, Terumit, Terkreatif dan Terapi) dan Pentas Seni (Terfavorit, Terunik, Terberani, Terkreatif dan Terindah). Alhamdulillah Kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapatkan 2 apresiasi, yaitu Ethno Carnival Terfavorit dan Pentas Seni Terfavorit.

Apresiasi Terfavorit Ethno Carnival Paksi Naga Liman dan Batik Mega Mendung pada PW PTK XIV di UIN Suska Riau
Apresiasi Terfavorit Ethno Carnival Paksi Naga Liman dan Batik Mega Mendung pada PW PTK XIV di UIN Suska Riau

Read more

Pramuka IAIN Cirebon mengenalkan Paksi Naga Liman dan Batik Mega Mendung (Icon Cirebon) pada PW PTK XIV di UIN Suska Riau

Ethno Carnival Paksi Naga Liman dan Batik Mega Mendung pada kegiatan PW PTK XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)

PW PTK XIV Se-Indonesia Tahun 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 03 – 10 Mei 2018 bertempat di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengutus 9 orang putra dan 9 orang putri. Pada tanggal 03 Mei 2018 pembukaan Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIV Se-Indonesia Tahun 2018 di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Perkemahan Wirakarya (PW) PTK XIV Tahun 2018 kali ini diikuti oleh 66 kontingen pramuka penegak dan pandega yang berada di seluruh Indonesia dan dibuka secara langsung oleh Mentri Agama Republik Indonesia, H. Lukman Hakim Saifuddin. Selain itu ada juga kegiatan Devile  dan Ethno Carnival, dalam Ethno Carnival kali ini barisan Kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon menampilkan Pakaian Adat Khas Daerah Cirebon, Kostum Paksi Naga Liman (Kereta kencana yang dimiliki Keratin Kanoman) dan Batik Mega Mendung yang digunakan pada syal delegasi dan di lukis pada wajah (Icon Batik Daerah Cirebon).

PAKSI NAGA LIMAN

Kostum Paksi naga Liman terinspirasi dari kereta kencana yang di miliki oleh keraton kanoman, yang mana keraton kanoman merupakan salah satu keraton yang ada di Cirebon. Kereta ini digunakan oleh raja keraton kanoman untuk menghadiri upacara kebesaran serta digunakan untuk kirab pengantin keluarga sultan kanoman.

Paksi Naga Liman berasal dari tiga kata yaitu Paksi (Burung) dengan badan bersayap yang berarti symbol negeri Timur Tengah dan unsur islam yang diturunkan di Timur Tengah. Naga (Naga) yang mewujudkan penguasa caruban yang dinamakan “Mang” sebagai simbolisasi atas Negeri Tiongkok dan kandungan Annasir (Pemahaman Budha). Dan Liman (Gajah) yang merupaka symbol Ganesha sebagai putra Dewa Siwa dari Negeri India. Selain itu Paksi Naga Liman disimbolkan Cirebon sebagai negeri tempat terjadinya Asimilasi dan Pluralisasi dari tiga kebudayaan serta menempatkan Cirebon sebagai puncak keunggulan peradaban pada masanya dan diisyarakatkan sebagai kejayaan kedaulatan, dimana burung sebagai penjaga kedaulatan di udara (Jaya Dirgantara), naga sebagai penjaga kedaulatan laut (Jaya Bahari), dan gajah sebagai penjaga kedaulatan di darat (Jaya Bumi).

BATIK MEGA MENDUNG

Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon. Setiap motif batik mega mendung mengandung filosofi yang tinggi terhadap para pemakainya, yaitu bahwasanya setiap manusia harus mampu meredam amarah dalam kondisi terpuruk atau sedih atau kondisi yang merefleksikan sebuah situasi dimana saat menerima tekanan mental kita harus mampu mengontrol sikap, tindakan, dan perilaku dalam konteks positif. Intinya sikap bijaksana dalam kondisi apapun terutama saat situasi awan mendung (sedih, terpuruk, menderita, dan lainnya), ibarat awan yang selalu muncul ketika suasana mendung terjadi yang mampu menyejukkan suasana di sekitarnya. Setiap warna yang timbul pada setiap motif batik mega mendung merupakan representasi dari sebuah kepemimpinan yang mengayomi (bijaksana) rakyatnya. Hal tersebut ditunjukkan pada warna biru (sifat seorang pemimpin) yang dipadu dengan gradasi warna sebanyak tujuh lapis pada ornamen awannya, untuk merepresentasikan wujud lapisan langit sebanyak tujuh, begitu juga bumi yang memiliki 7 lapisan tanah, dan 7 hari dalam seminggu. Motif batik mega mendung mungkin terlihat sederhana, namun sarat akan makna yang luhur.

Ethno Carnival Paksi Naga Liman dan Batik Mega Mendung pada kegiatan PW PTK XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)
Foto bersama kontingen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Rektor IAIN Cirebon Dr. H. Sumanta, M.Ag  didampingi wakil rektor III Dr. H. Farihin, M. Pd pada kegiatan PW PTK XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)
Foto bersama Pembina Pramuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Rektor dan wakil rektor III pada kegiatan PW PTK XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)

 

Kontingen Pramuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan PWN ke XIV UIN Suska Riau

Kontingen Pramuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengirim 18 peserta pramuka dan 12 peserta unsur pimpinan serta pembina dan pendamping, untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) ke XIV yang di laksanakan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, yang di selenggarakan mulai dari tanggal 3 – 10 mei 2018.

Secara umum ada tiga kegiatan yang dilaksakan pada PW PTK ke XIV Se Indonesai tahun 2018. Yang pertama kegiata perkemahan base camp di bumi perkemahan kampus UIN Suska Riau. Para peserta melakukan kegiatan apel dan kegiatan harian, seperti ibadah, olahraga dam pembinaan kebersihan, selain itu juga ada kegiatan pengembangan seperti pengenalan media sosial, workshop teknik fotografi, pembuatan blog dan Vlog, dan pelatihan pembuatan mahan khas daerah Riau. Kedua, kegiatan bakti karya dikampung induk home stay, meliputi bakti fisik berupa, pembuatan wahana lokal wisata desa, pembuatan taman wisata, pembuatan taman area outbond anak, pembuatan taman edukasi anak, pembuatan taman corat-coret anak, dan tahsinul masajid, pengecetan masjid, penulisan kaligrafi masjid, dan kebersihan lingkungan masjid. Sedangkan bakti non fisik meliputi, pembinaan taman pendidikan Al-Qur’an, pembentukan dan pembinaan kelompok sadar wisata, dan pembinaan perekonomian desa.

Kegiatan penunjang PW PTK ke XIV yaitu, upacara pembukaan dan penutupan, upacara Bhineka Tunggal Ika, dan karnival. kegiatan wisata meliputi, wisata religi, edukasi, industri wisata sejarah, kegiatan festival kuliner nusantara, pentas seni budaya nusantara, dan pertmuan forum rektor dan wakil rektor bidang kerja dan kemahasiswaan, untuk membahas persoalan penting yang terkait dengan pengembangan kepramukaan PTKIN. Read more

Perkemahan Wirakarya PTKN ke XIV UIN Suska Riau

Sambutan Menteri Agama Ri Lukman Hakim Saifuddin pada pembuakan PW PTK ke XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)

Kegiatan PW PTK ke XIV yang di selenggarakan di Univestas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, dengan tema Memberdayakan Masyarakat Desa melalui pengembangan Eco Cultural Tourism” dengan sub tema “Merajut Harmoni Berkarya Nyata Membangun Negeri.” Kamis, (03/05/2018). Kegiatan PW PTK di selenggarakan mulai 3-10 Mei 2018. Yang diikuti oleh 1.500 Pramuka Pandega  yang berasal dari 66 Perguruan Tinggi Islam Negeri Se Indonesia, 12 Peguruan Tinggi Keagamaan Swasta, Pendidikan Tinggi Keagaman non Islam dan satu Kontingen Pramuka dari Negara Malaysia.

Perkemahan Wirakarya di pandu oleh 122 pendamping 69 pimpinan kontingen dan official, peninjau 112 orang serta kompenen lain yang ikut menyemarakkan perkemahan wirakarya. Perkemahan wirakarya PTK Se Indonesia bertempat di bumi perkemahan kampus UIN Suska Riau, sebagai mind camp dan home stay yang berada di 4 desa sebagai tempat bakti pramuka, yaitu Desa Alam Panjang Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Desa Aur Sati Kabupaten Kampar, Kelurahan Tebing Tinggi Okura Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru dan Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Secara umum ada tiga kegiatan yang dilaksakan pada PW PTK ke XIV Se Indonesai tahun 2018. Yang pertama kegiatan perkemahan base camp di bumi perkemahan kampus UIN Suska Riau. Para peserta melakukan kegiatan apel dan kegiatan harian, seperti ibadah, olahraga dam pembinaan kebersihan, selain itu juga ada kegiatan pengembangan seperti pengenalan media sosial, workshop teknik fotografi, pembuatan blog dan Vlog, dan pelatihan pembuatan makanan khas daerah Riau. Kedua, kegiatan bakti karya dikampung induk home stay, meliputi bakti fisik berupa, pembuatan wahana lokal wisata desa, pembuatan taman wisata, pembuatan taman area outbond anak, pembuatan taman edukasi anak, pembuatan taman corat-coret anak, dan tahsinul masajid, pengecetan masjid, penulisan kaligrafi masjid, dan kebersihan lingkungan masjid. Sedangkan bakti non fisik meliputi, pembinaan taman pendidikan Al-Qur’an, pembentukan dan pembinaan kelompok sadar wisata, dan pembinaan perekonomian desa.

Kegiatan penunjang PW PTK ke XIV yaitu, upacara pembukaan dan penutupan, upacara Bhineka Tunggal Ika, dan karnival. kegiatan wisata meliputi, wisata religi, edukasi, industri wisata sejarah, kegiatan festival kuliner nusantara, pentas seni budaya nusantara, dan pertemuan forum rektor dan wakil rektor bidang kerja dan kemahasiswaan, untuk membahas persoalan penting yang terkait dengan pengembangan kepramukaan PTKIN.

Pada upacara pembukaan, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin menyampaikan, rasa bangga dan bahagia, berada ditengah-tengah calon-calon pemimpin bangsa yang kini sedang berproses secara dinamis diperguruan tinggi, dalam sebuah persemaian intelektual, kematangan mental, sosial, dan spiritual.

Kegiatan PW PTK ke XIV merupakan bagian sejarah dalam Perguruan Tinggi, bertemu, berdialektika, berdialog, dan bersinergi menebarkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui sebuah proses pendidikan kepramukaan, yaitu perkemahan wirakarya.

Momentum ini untuk menyiapkan anak bangsa untuk hidup bermartabat, penuh kebahagian dan kesejahteraan, karena kita menyadari, masa dapan Indonesia akan ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini.

Menteri Agama Ri Lukman Hakim Saifuddin secara simbolis membuka kegiatan  PW PTK ke XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)
Penyerahan atribut bakti masyakat oleh Menteri Agama Ri Lukman Hakim Saifuddin  kepada perwakilan peserta PW PTK ke XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)
Kontingen Pramuka IAIN Syekh Nurjati Cirebon ikut memeriahkan pembukaan PW PTK ke XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)
foto bersama kontingen IAIN Cirebon dengan Rektor IAIN Cirebon Dr. H. Sumanta, M.Ag dan Wakil Rektor III Dr. H. Farihin, M. Pd usai kegiatan pembukaan  PW PTK ke XIV di UIN Suska Riau (03/05/2018)

 

 

Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Apresiasi Kegiatan IPPBMM ke VII

Pemukulan gong oleh Prof. Dr. Phil  H. Kamarudin Amin pada Pembukaan IPPBMM, di IAIN Purwokerto. Selasa,  (24/04/18).

Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM)  Ke VII, kembali di gelar Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, yang akan berlangsung  selama 4 Hari kedepan. Hari ini merupakan Opening Ceremony yang di buka dan diresmikan secara langsung oleh Prof. Dr. Phil  H. Kamarudin Amin (Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agma RI). Selasa, (24/04/08).  IPPBMM merupakan kegiatan rutin yang diadakan 1 kali dalam kurun waktu dua tahun.

IPPBMM berawal dari kegiatan regional, yaitu sejawa dan madura yang terakhir di laksanakan di IAIN Tulung Agung, dan kemudian merambah ke tingkat nasional untuk tahun sekarang.  Sebanyak 31 PTKIN seluruh Indonesia, 18 dari Jawa dan Madura dan 13 dari luar Jawa dan Madura.  Sebanyak 1243 atlet  seluruh Indonesia  yang mengikuti kegiatan IPPBMM ke VII, dan 300 Official untuk mendampingi atlet dari masing-masing PTKIN. Sebanyak 20 cabang kegiatan yang akan di perlombakan dalam IPPBMM ke VII tahun ini, 9 cabang  olahraga,  9 cabang seni dan 2 karya ilmiah.

Prof. Dr. Phil  H. Kamarudin Amin (Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agma RI) dalam sambutannya beliau sangat apresiasi dan merespek betul atas inisiasi pelaksanaan kegiatan IPPBMM ke VII, yang akan menjadi instrumen  dalam pengembangan karekter mahasiswa.

Sebagai generasi mileneal mahasiswa setidaknhya memiliki tiga hal yang akan diwujudkan dalam kegiatan IPPBMM ke VII ini, yang pertama adalah karakter. Karakter adalah sesuatu yang sangat fundamental dalam era revolusi industri saat ini, ada karater moral dan ada karakter kinerja. Karakter moral adalah, kejujuran, integritas, tawadhu yang selama ini diajarkan di PTKIN.

Karakter kinerja adalah kecerdasan, kemandirian, kerja keras, komitmen dan memiliki cita-cita yang tinggi. Karakter moral dan kinerja harus dipadukan dan dimiliki oleh setiap mahasiswa PTKIN. IPPBMM merupakan salah satu instrumen yang dikembangkan di PTKIN untuk mewujudkan karakter moral dan karakter kinerja.

Yang kedua adalah kompetensi. Komptensi wajib dimiliki oleh anak-anak generasi mileneal yang akan hidup jauh lebih menantang  dari pada saat ini.

Yang ketiga adalah literasi, literasi sosial, literasi digital sebagai karakter revolusi generasi ke empat, yang telah diajarkan dan dikembangkan di PTKIAN. Dengan adanya kegiatan IPPBMM ini bisa menghasilkan sesuatu yang produktif untuk mewujudkan anak-anak bangsa yang memiliki literasi, kompetensi, dan memilki karakter.

Read more

Studium General Jurusan Manajemen Pendidikan Islam

 

Pemaparan materi oleh Dr. Alex Suheriyawan, S. P,. S.H. pada Studium General Juruan MPI di Gedung SBSN FSEI Lt. 4. (18/04/18).

Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mengadakan kegiatan Studiun General dengan Tema ” Peluang dan tantangan Manajemen Pendidikan Islam di Era Now“. yang ikuti oleh 155 peserta terdiri dari dosen dan Mahasiswa. Dengan menghadirkan pemateri Dr. Alex Suheriyawan, S. P,. S.H (kepala Bidang PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon) Di Gedung SBSN Fakultas Syariah Ekonomi Islam Lt. 4. Rabu, (18/04/18).

Kegiatan Studium General dimulai Pukul 08.00 s.d 11.00 dengan di awali pembacaan Ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebanggsaan Indonesia Raya. sambutanWakil dekan II Dr. Suklani,M.Pd sekaligus membuka kegiatan Studium General, kemudian diselingi dengan hiburan yang diisi oleh MPI Voice.

Tujuan dari Studium General tersebut untuk meningkatkan wawasan Mahasiswa dalam memahami, dan melihat prospek jurusan MPI dalam kompetisi global saat ini. Manajemen Pendidikan Islam bersifar Pragmatis karena menajemen mengelolah suatu lembaga berbentuk fisik, sedangkan pendidikan adalah pengelolaan yang bersifat normatif, karena mengelola prilaku dan pengetahuan orang lain.

Peluang manajemen pendidikan Islam sangat banyak dan masif diberbagai lapangan pekerjaan. Tantangannya adalah  mahasiswa harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tuntutan lapangan pekerjaan.

Untuk itu Jurusan MPI akan selalu berusaha agar mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan, untuk di aplikasikan di lembaga-lembaga pendidikan, antara lain melalui program Magang di MAN, MAS Se- Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. Read more

HUMAS IAIN digandeng Forum Walimah Jum’at

Jum’at, 13 April 2018 Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon didatangi salah satu forum Walimah Jum’at dari wilayah cirebon. Inti dari kedatangan forum walimah Jum’at memohon izin kepada pihak lembaga melalui Humas dan Publikasi terkait kegiatan yang akan mereka adakan, yakni membagikan makanan serta minuman secara gratis kepada jama’ah sholat jum’at di Masjid Al-Jami’ah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Forum ini mengagendakan safari walimah jum’at wilayah Cirebon, sebelumnya Walimah Jum’at telah dilaksanakan di masjid raya At-Taqwa Kota Cirebon selama 7 (tujuh) minggu.

Al-Qur’an memuji orang-orang yang gemar bersedekah dalam bentuk memberi makan orang lain.  

Allah Subahanahu wa Ta’alaberfirman,

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا؛ إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9)

Makan siang bersama setelah shalat Jum’at tersebut termasuk tradisi baik, termasuk didalamnya memberi makan yang diperintahkan oleh ajaran Islam. Syaratnya, jika niatnya baik untuk bersedekah kepada yang lain. Lebih istimewa lagi jika dihadiri para fuqoro’ dan orang-orang miskin.

Setiap Jum’at, warga menyelenggarakan jamuan makan siang setelah shalat Jum’at yang diberi nama walimah Jum’ah. Penduduk kampung dan jamaah shalat Jum’at berkumpul untuk makan siang bersama yang disediakan para dermawan. Al-Qur’an memuji orang-orang yang gemar bersedekah dalam bentuk memberi makan orang lain.  

Ini adalah sebagian sifat Al-Abrar (orang-orang baik) yang disebutkan di ayat ke 5. Syaikh al-Sa’di berkata tentang mereka, “dan mereka adalah orang-orang yang baik hatinya. Hati mereka berisi mahabatullah dan ma’rifah kepada Allah, akhlak mulia sehingga menjadi baik pula anggota tubuh mereka dan dipakai untuk berbuat kebaikan.”

Allah menyebutkan di antara sifat Ashabul Maimanah (golongan kanan) yang akan masuk surga adalah gemar memberi makan kepada orang tak mampu.

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ؛ يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ؛ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. Al-Balad: 14-16)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat menganjurkan untuk memberi makan dan menjadikannya sebagai sebab masuk surga.

Dari Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَام

Wahai manusia! terbarkan salam, berilah makan, shalatlah  saat manusia tidur maka kalian akan masuk surga dengan kesejahteraan.” (HR. Al-Tirmidzi, beliau nyatakan sebagai hadits shahih)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang amal Islam yang terbaik. Beliau menjawab,

تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Kamu beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tak kau kenal.” (Muttafaq ‘Alaih) masih banyak lagi hadits-hadits lain menerangkan keutamaan sedekah memberi makan.

Kegiatan sedekah makan siang setelah Jum’atan bisa menjadi sarana untuk membangun keakraban kaum muslimin dan meningkatkan ukhuwah mereka. Melalui acara ini, pastinya anak-anak juga sangat gembira datangnya hari Jum’at karena akan mendapatkan makanan dari para muhsinin (donatur) sehingga semangat ke masjid.

Sedekah makan siang di hari Jum’at  juga pernah ada di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Disebutkan dalam Shahihain, dari Abu Hazim Radhiyallahu ‘Anhu, dari Sahal Radhiyallahu ‘Anhu berkata,

قَالَ كُنَّا نَفْرَحُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قُلْتُ وَلِمَ قَالَ كَانَتْ لَنَا عَجُوزٌ تُرْسِلُ إِلَى بُضَاعَةَ قَالَ ابْنُ مَسْلَمَةَ نَخْلٍ بِالْمَدِينَةِ فَتَأْخُذُ مِنْ أُصُولِ السِّلْقِ فَتَطْرَحُهُ فِي قِدْرٍ وَتُكَرْكِرُ حَبَّاتٍ مِنْ شَعِيرٍ فَإِذَا صَلَّيْنَا الْجُمُعَةَ انْصَرَفْنَا وَنُسَلِّمُ عَلَيْهَا فَتُقَدِّمُهُ إِلَيْنَا فَنَفْرَحُ مِنْ أَجْلِهِ وَمَا كُنَّا نَقِيلُ وَلَا نَتَغَدَّى إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ

Kami sangat gembira bila tiba hari Jum’at.” Saya (Abu Hazim) bertanya kepada Sahal: “Mengapa demikian?” Jawabnya:  “Ada seorang nenek tua yang pergi ke Budha’ah -sebuah kebun di Madinah- untuk mengambil ubi dan memasaknya di sebuah periuk dan juga membuat adonan dari biji gandum. Apabila kami selesai shalat Jum’at, kami pergi dan mengucapkan salam padanya lalu dia akan menyuguhkan (makanan tersebut) untuk kami. Itulah sebabnya kami sangat gembira. Tidaklah kami tidur siang dan makan siang kecuali setelah jumat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ringkasnya, sedekah makan siang ‘gratis’ bagi jamaah shalat Jum’at yang di dalamnya ada fuqoro’ dan masakin adalah amal kebaikan yang sangat dicintai Allah. Kegiatan sosial ini akan semakin berkah karena bisa menjadi sebab mempererat tali ukhuwah dan membahagiakan orang-orang susah. Lebih-lebih bisa dijadikan sarana menyampaikan dakwah dan nasihat; jasmani dan rohani sama-sama dapat nutrisi. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]