Mahasiswa Jurusan PMI Melakukan Studi Lapangan ke Rumah Tenjo Laut Kuningan

HUMAS IAIN CIREBON– Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, melakukan kegiatan Pra Praktikum dan Studi Lapangan, ke Rumah Tenjo Laut Kabupaten Kuningan. Selasa, (29/10/2019)

Dalam Kegiatan tersebut,  Mahasiswa semester V (lima) jurusan PMI menerapkan Integrasi Proses Pembelajaran dengan memanfaatkan jejaring sosial sebagai sarana pra praktikum untuk membekali diri agar memiliki wawasan praktek pengelolaan lembaga pelayanan sosial.

Dr. Sitti Faoziyah, M.Ag (Dosen Pembimbing Lapangan) mengatakan, Hal ini merupakan langkah sinergitas proses pembelajaran mata kuliah Human Service Organization (HSO) yang mana mata kuliah ini sangat membutuhkan lapangan praktek. Kegiatan ini merupakan penguatan kompetensi dan bentuk respon positif atas lahirnya Undang-Undang no. 14 tahun 2019 tentang PEKERJA SOSIAL.

Output yang dicapai dalam kegiatan Pra Praktikum, mahasiswa memiliki pengetahuan, wawasan dan keterampilan praktek mengelola lembaga pelayanan kemanusiaan baik milik pemerintah maupun non pemerintah.

“Kegiatan ini juga memberi outcome bagi peserta yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok duta sosial dengan berpraktek di Lembaga Konsultasi kesejahteraan Keluarga (LK3) IAIN Syekh Nurjati sebagai “Rumah Damping” civitas akademika. Mahasiswa yang sudah membuat kelompok dapat mengkampanyekan pemberdayaan individu, keluarga dan komunitas”.Ungkapnya.

LK3  sendiri merupakan lembaga yang didirikan atas kerjasama antara Kementerian Sosial RI dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sejak tahun 2013 untuk memberikan pelayanan konsultasi keluarga dan masyarakat di lingkungan kampus.

Seddangkan Rumah Tenjo Laut, awalnya digagas bersamaan dengan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) pada tahun 2011 dan merupakan salah satu Lembaga Pelayanan Sosial yang didirikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional.Lembaga ini berfungsi memberikan pelayanan pada korban penyalahgunaan Napza pasca rehabilitasi.

GURU BESAR IAIN SYEHK NURJATI CIREBON MENJADI PEMBICARA DI JERMAN

Prof Dr. H. Adang Djumhur Salikin M.Ag Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon jadi pembicara pada Workshop Pendidikan dan Riset Ilmu Sosial Perbandingan Indonesia-Jerman di Jerman

HUMAS IAIN CIREBON – Guru Besar IAIN syekh Nurjati Cirebon,  Prof Dr. H. Adang Djumhur Salikin M.Ag,  mengunjungi kampus kampus di benua Eropa atas undangan dari Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI). Kunjungan itu dilakukan mulai 22 Oktober hingga 30 Oktober, hari ini.

Prof Dr. H. Adang Djumhur Salikin M.Ag yang merupakan salah satu Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjabat juga sebagai Ketua dewan pendidikan, menjadi salah satu dari 16 peneliti dari LP3SE yang didapuk sebagai pembicara kegiatan workshop di Konjen RI di Hamburg Jerman dengan tema “Pendidikan dan Riset Ilmu Sosial Perbandingan Indonesia-Jerman”.

Dirinya memaparkan materi tentang Berislam dalam Keragaman Epistimologi Islam. Beliau juga menjelaskan,  keragaman epistemologi merupakan implikasi logis dari keluasan dimensi Islam, dan perspektif yang dapat dilakukan dalam memandang segenap dimensinya. Secara paradigmatik, berbagai epistemologi itu dapat dipandang sebagai kemungkinan-kemungkinan benar yang dapat dipilih atau diabaikan, baik sebagian atau pun seluruhnya.

“Termasuk epistemologi Islam Nusantara dan epistemologi-epistemologi baru lain, yang mungkin akan hadir kemudian. Semuanya sah untuk menjadi pilihan atau tidak menjadi pilihan,” paparnya.

Selama enam hari,  Prof Dr Adang Djumhur, M.Ag  bersama dengan Prof Dr Didik Rachbini, dari LP3ES, Prof Dr. Muhammad Amin,  dari UIN Malang, Dr.  Asad Sp THT KL dari UGJ cirebon,  dan lain lain mengunjungi sejumlah Universitas top di Eropa seperti Jacobs University Bremen,  Hamberg University di Jerman serta Leiden University,  dan Groningen University di Belanda.  “Dari Konjen RI juga menawarkan kerjasama join research dan visiting lecture dengan beberapa universitas dan 2500 expert di jerman, ” pungkasnya.

fjfj

Gaungkan Budaya Literasi, BSA IAIN Syekh Nurjati adakan Millenial Writing Workshop

Foto bersama: Pemateri dengan Peserta pada kegiatan sosialisasi LLC dan Workhsop Penulisan bertajuk BSA Millenial Writing Workshop di Geudng Auditorium FUAD. Selasa, (29/10/2019) 

HUMAS IAIN CIREBON – Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) IAIN Syekh Nurjati melalui  Literacy and Literature Corner (LLC) menggelar kegiatan sosialisasi LLC dan Workhsop Penulisan bertajuk BSA Millenial Writing Workshop di Geudng Auditorium FUAD. Selasa, (29/10/2019)

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) mengangkat tema ‘Merangkai Kata, Mengolah Rasa dan Mencipta Karya’ dan diikuti oleh ratusan mahasiswa BSA. Kehadiran LLC sebagai ruang epistemik di jurusan BSA berorientasi pada peningkatan produktifitas karya tulis mahasiswa, khususnya dalam bidang bahasa dan sastra.

Pojok literasi ini berupaya memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif dan pengabdian pada wilayah pengkajian dan pembudayaan literasi di IAIN Syekh Nurjati. Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber diantaranya; Erfan Gazali, peneliti dan sekretaris jurusan BSA, Husain Ali redaktur Radar Cirebon dan Mohammad Andi Hakim, founder GISAF dan Kordinator LLC. Read more

Inovasi dan Penyelarasan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti (Workshop)

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (F-SEI) Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop tentang Inovasi dan Penyelarasan Kurikulum Berbasis KKNI dan SN-Dikti sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan, Selasa (29-30/10), di Lantai 3, Hotel Tryas, Kota Cirebon. Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural di F-SEI dan Gugus Mutu IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tamu undangan yang hadir  Dr.H. Saefudin Zuhri, M.Ag (Warek I), Dr. H. Aan Jaelani, M.Pd (Dekan F-SEI) beserta jajaranya, perwakilan gugus mutu, dan tamu undangan. Narasumber yang mengisi kegiatan ini ialah perwakilan Bank Indonesia, Kantor Pajak Pratama Cirebon, Bank BRI Syariah, Pengadilan Agama, Anggota DPRD, dan FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang terdiri dari Jurusan Ekonomi Islam, dan Jurusan Akuntansi Syariah.  Selasa (29/10) Read more

UKM FK3 IAIN Syehk Nurjati Cirebon Gelar Seminar Keperempuanan

Foto Bersama: Dr. K.H. Husain Muhammad (Ulama Pejuang Hak-hak Perempuan) sebagai narasumber dengan pantia kegiatan Seminar Keperempuanan dengan Tema: Eksistensi Perempuan Dalam Menghadapi Era 4.0.

HUMAS IAIN CIREBON– UKM Forum Kajian Kitab Kuning (FK-3) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Keperempuanan dengan Tema: Eksistensi Perempuan Dalam Menghadapi Era 4.0. Yang bertempat di Aula SBSN FSEI Lt.4. Senin, 28/10/2019.

Seminar Keperempuanan tersebut menghadirkan Dr. K.H. Husain Muhammad (Ulama Pejuang Hak-hak Perempuan) dan Zahra Amin (Pemimpin Redaksi Mubaadalah News).

Imaduddin Ketua Pelaksana Milad FK-3 yang ke-25 memaparkan maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para perempuan khususnya dan laki-laki umumnya, bahwa perempuan juga memiliki hak-hak yang sama harus disetarakan.

“Dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif tersebut peserta bisa memahami apa saja yang menjadi hak-haknya” Ujar Imaduddin.

Ratusan peserta hadiri Seminar Keperempuanan dengan Tema: Eksistensi Perempuan Dalam Menghadapi Era 4.0.

Pembina FK-3 sekaligus Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Aan Jaelani mengharapkan UKM FK-3 ini menjadi liding sektor dalam stady-stady ke Islaman dalam mengkaji Kitab Kuning, karena itu penting sebagai sumber-sumber ilmu ke Islaman dan tranformasinya harus ada aktualisasinya.

“Konsep-konsep ini harus di kembangkan bagian utama dalam pengembangan study ke Islaman, misalnya dari ekonomi, hukum, pendidikan, pemikiran dan lainnya” Kata H. Aan Jaelani.

Lanjutnya dengan dilaksanakannya seminar tersebut diharapkan dapat melatih mahasiswa untuk membiasakan bahwa dalam pembelajaran atau pengkajian, kitab kuning bisa menjadi sumber atau referensi yang harus diutamakan, karena ini khazanah yang tidak bisa ditinggalkan kalau bukan kita sendiri.

“Reaktualisasi teman-teman FK-3 bisa memberikan kontribusi penting, minimal solusi, ada konsep-konsep besar yang bisa dikembangkan dan relevan dengan kondisi sekarang” Ungkap H. Aan Jaelani.