Kelas Pajak Tax Center (F-SEI)

Narasumber dari KPP Pratama 1 Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait perpajakan pada kegiatan Kelas Pajak Tax Center bertempat di gedung PTIPD lantai2. Jum’at (20/12)

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerjasama dengan KPP Pratama 1 Kota Cirebon menggelar Kelas Pajak Tax Center bertempat di gedung PTIPD IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Program Tax Center  rencananya tahun depan akan diluncurkan mudah-mudahan tehun depan SDMnya sudah siap sehingga diharapkan nantinya bias membantu sivitas akademik IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait informasi, pengurusan pajak secara online. Kegiatan dihadiri oleh Nining Wahyuningsih, S.E., MM (Dosen Akuntansi Syariah) beserta dosen yang lainya, dari KPP Pratama sebagai narasumber, Akhmad Arifin (Account Representative), Fajar Hidayat Setiawan (Account Representative), Taufik Kurrohman (Account Representative), Hanifah Putri Utami dan tamu undangan.  Jum’at (20/12).

 

 

Peringatan Hari Bahasa Arab (PBA &BSA)

Sesi fotobersama Dr. H. Saefudin, M.Ag (Wadek III), Masri’ah, M.Ag (Kajur PBA), Maman Dzul Iman, M.Ag (Sekjur PBA), Ust. Moh. Abduttawwab, S.H (Narasumber) dan perwakilan UKK dan UKM mahasiswa pada kegiatan Workhsop Peringatan Hari Bahasa Arab dengan tema ” melesatkan eksistensi bahasa arab di era milenial” di ruang Auditorium Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon .
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Workhsop Peringatan Hari Bahasa Arab dengan tema ” melesatkan eksistensi bahasa arab di era milenial” di ruang Auditorium Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon, Lantai III, Jl Perjuangan Kota Cirebon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Saefudin, M.Ag (Wadek III), Masri’ah, M.Ag (Kajur PBA), Maman Dzul Iman, M.Ag (Sekjur PBA), Ust. Moh. Abduttawwab, S.H (Narasumber) dan peserta yang terdiri dari mahasiswa PBA dan BSA sebanyak 450 mahasiswa. Sebagai ketua pelaksana Anisa Nurjanah. Kamis (19/12)

Read more

Gebyar HIMASOS Periode 2019/2020

Kegiatan salah satu perlombaan yang diadakan pada Gebyar HIMASOS Periode 2019/2020 di aula gedung ICC. Rabu (18/12).

Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Gebyar HIMASOS Periode 2019/2020 yang diselenggarakan mulai tanggal 16 s/d 22 Desember 2019, bertempat di gedung ICC, lapangan futsal terpadu (futsal), Hamdalah Talun (badminton), Masjid (MHQ), dan lingkungan ruang Jurusan IPS. Kegiatan dihadiri oleh Dr. H. Syaefudin, M.Pd (Dekan III), Nuryana, M.Pd (Ketua Jurusan), Fikri (Ketum DEMA Fakultas), Marwan (SEMA Fakultas),  dan peserta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari alumni, suporter dan peserta. (Rabu 18/12).

Tujun kegiatan tersebut adalah untuk mempertahankan budaya dan tradisi HIMASOS yang sudah terselenggarakan dari tahun sebelumnya, serta mengangkat kebudayaan yang direalisasikan dari tema  yang dikolaborasikan dengan kegiatan lomba akademik dan kearifan lokal. Kegiatan perlombaan yang dilombakan adalah lomba puisi, futsal, volly, bulutangkis, debat, duta, social voice dan MHQ.

Tingkatkan Kualitas Kepengurusan Ormawa, Sema IAIN Gelar Rapat Koordinasi

Dr. H. Ilman Nafi’a (Warek III) di dampingi Cicik Zakiyatur Rosyidah (ketua SEMA -I) dalam Rapat Koordinasi Ormawa di lingkungan IAIN Sekh Nurjati Cirebon

Senat Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Organisasi Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, di Gedung Rektorat Lantai 3. Jum’at (13/12).

Rapat Kordinasi ini dilaksanakan guna menginformasikan kebijakan kampus, untuk menertibkan waktu kepengurusan SEMA-DEMA dan UKM/ UKK. Selain itu, terkait  waktu kepengurusan, administrasi pelaksanaan kegiatan dan setiap musyawarah, harus di hadiri dan diawasi oleh sema isntitut, untuk mengatur dan mengkoreksi untuk diselesaikan dengan POK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2019”.

Cicik Zakiyatur Rosyidah Selaku Ketua Pelakasana kegiatan Menjelaskan, Tujuan dilaksnakan kegiatan ini adalah untuk menginformasikan batas akhir dilaksanakannya musyawarah pergantian kepengurusan di semua organisasi mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag (Wakil Rektor 3) sekaligus menajdi Narasumber dan Perwakilan dari Seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag menyampaikan harapan dengan adanya rapat koordinasi ini dapat memberikan output yang baik bagi organisasi kampus, seperti menyamaratakan semua kelengkapan administrasi. Beliau juga menyampaikan untuk calon ketua UKK dan UKM harus diseleksi terlebih dahulu agar menjadi pemimpin yang berkualitas.

Dialog Interaktif Perempuan (HIMABI)

Narasumber K. H. Husein Muhamad (Founder Perguruan Tinggi : Institut Studi Islam Fahmina Cirebon) memaparkan materi pada Dialog Iteraktif Perempuan dengan tema ” Refleksi Gender Perspektif Pendidikan” yang diselenggarakan di aula gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) lantai 4.

Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Dialog Iteraktif Perempuan dengan tema ” Refleksi Gender Perspektif Pendidikan” yang diselenggarakan di aula gedung Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) lantai 4. Kegiatna tersebut bersifat umum dan diikuti oleh 50 peserta. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Indrya  Mulyaningsih, M.Pd (Sekretaris Jurusan Tadris Bahasa Indonesia). Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengubah perspektif perempuan di Indonesia terutama di dunia. Narasumber dalam kegiatan tersebut K. H. Husein Muhamad (Founder Perguruan Tinggi : Institut Studi Islam Fahmina Cirebon). Selasa (17/12).

 

Pemetaan Toilet di IAIN Syekh Nurjati Cirebon (HAKTP-JCK)

Peserta kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan  (HAKTP). Rabu (11/12).

Masih dalam agenda kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan  (HAKTP), komunitas Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan (JCK) gelar panggung perempuan, puncak dari kegiatan HAKTP ini digelar, di depan gedung IAIN Islamic Center (IIC), Kota Cirebon, Jl Perjuangan, Kesambi. Kegiatan yang diawali pembukaan serta penyampaian sambutan dari ketua pelaksana kegiatan ini, berlangsung dengan meriah, terbukti dari banyaknya peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Tak hanya itu saja para peserta pun disajikan penampilan yang apik dari para talent yang berkontribusi pada kegiatan tersebut. Kampanye 16 HAKTP ini, dimulai sejak tanggal 25 November sampai 11 Desember 2019. Sebelum acara puncak, ada pendidikan publik yang dilaksanakan di kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Akhir dari acara ini, yakni, dengan pembacaan pernyataan sikap dari para peserta dan pegiat perempuan atau dari mitra jaringan cirebon untuk kemanusiaan. Rabu (11/12). Read more

Jurusan Bahasa Indonesia IAIN SNJ Cirebon Undang Pakar Bahasa Indonesia Pada Kegiatan BIPA

Jurusan Bahasa Indonesia gelar pelatihan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)

Jurusan Bahasa Indonesia IAIN SNJ Cirebon mengundang Dr Arif Budi Wurianto MSi, yang juga Ketua APPBIPA Jawa Timur, Ketua BIPA Univeritas Muhammadiyah Malang, University for Developing BIPA Malbornne University -Australia, Kanada Unersity, Japan. Untuk menjadi pembicara pada pelatihan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), Kamis (12/12/2019) di Lantai 3, Gedung Rektorat IAIN SNJ Cirebon.

Menurut Arif Budi Wurianto, dalam BIPA tersebut, harus benar-benar memperhatikan langkah dan strategi pemanfaatan. Kemudian juga potensi lokal sebagai bahan ajar BIPA.

Potensi tersebut di antaranya adalah dimensi kearifan lokal yang meliputi dimensinpitensi upaya tangible dan intangible. Kemudian dimensi metode dan pendekatan yang mengedepankan kearifan dan kebijaksanaan dan dimensi arah dan tujuan yang menekankan harmoni dan berkelanjutan.

Menyangkut kearifan lokal, kata Arif Budi Wurianto, kearifan lokal adalah sebagai unsur living culture yang terdiri dari lima unsur, yakni konsep lokal, cerita rakyat/folktale, ritual keagamaan, keoercayaan lokal, berbagai pantangan dan anjuran yang terwujud sebagai sistem prilaku dan kebiasaan publik. Read more

IAIN Cirebon Mengejar Indikator Menuju Teaching Dan Research University

Melalui Focus Group Discussion (FGD) IAIN SNJ Cirebon tengah mencari berbagai formula dalam rangka membangun berbagai indikator menuju teaching dan research university.

Hal itu diketahui saat digelarnya kegiatan Focus Group Discussion IAIN SNJ Cirebon Menuju Teaching Dan Resarch University, yang dibuka langsung oleh Rektor IAIN Cirebon, Dr H Sumanta MAg, di Lantai III, Ruang Rektorat IAIN Cirebon, Jl Perjuangan, Rabu (11/12/2019).

Toheri S.Si, MPd, Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu, saat menbedah diskusi tersebut menjelaskan, bahwa dalam upaya menuju teaching dan research university tentu harus banyak membangun indikator-indikator.

Isi indikator-indikator tersebut di antara adalah, terwujudnya sistem pengelolaan keuangan badan penerapan ISO 9001:2015 dengan baik. Kemudian perubahan statuta, penambahan fakultas, transformasi menjadi UIN serta 50 % program studi mampu mendorong akreditasi institusi menjadi A dan lainnya.

Kemudian indikator lainnya adalah mahasiswa dan lulusan, sumberdaya manusia, kemudian penelitian, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat serta kerja dan sejumlah indikator-indikator lainnya.

Dijelaskan, di Indonesia pada umumnya universitas mengemban tiga misi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat (teaching, research, and service).

Dalam pelaksanaanya, kedua jenis Universitas tersebut memiliki prioritas yang berbeda. Sesuai dengan namanya, research university lebih menekankan pada aspek knowledge production melalui riset.

Teaching universities, yang nama lainnya adalah Liberal Arts Colleges, yakni kampus-kampus yang menyediakan program kegiatan dengan fokus pada kualitas pembelajaran.

Sama dengan Al Azhar, Mahasiswa IAIN Cirebon Diwajibkan Hafal 8 Juz Alquran (Program Beasiswa Tahfidz)

Sambutan Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Pd (Warek III) menyampaikan sambutannya pada kegiatan penguatan metode tahfidz Alquran yang diselenggarakan di lantai 3 gedung rektorat. Senin (09/12)

Sebanyak 160 mahasiswa penerima beasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengikuti kegiatan penguatan metode tahfidz Alquran yang diselenggarakan di lantai 3 gedung rektorat kampus setempat, Senin (9/12/2019). Read more

Hibah Rp10 Miliar Untuk Tanah Kampus II IAIN Cirebon Selesai Dibelanjakan, Tanah dari Pemda Indramayu Nunggu Paripurna

 Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumatan, M.Ag  pada kegiatan pelepasan hak dan pembayaran tanah untuk pengembangan Kampus II

Pengadaan tanah di Blok Ciputat Desa Cikawung Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu yang diproyeksi untuk pembangunan Kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, telah selesai dibayarkan kepada pemilik lahan, Jumat (6/12/2019).

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu, Wendi Irwandi mengatakan, pembayaran tersebut menggunakan anggaran dari danah hibah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp10 miliar yang dibelanjakan tanah seluas 4,9 Ha milik 9 warga yang ada di sekitar lokasi ini.

“Pembayaran untuk pengadaan tanah sekitar 4,9 hektare milik 9 orang ini menggunakan anggaran dari dana hibah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp10 miliar. Untuk tahun ini sudah final, karena anggarannya cuma segitu,” kata Wendi kepada sejumlah wartawan di sela-sela proses pembayaran tanah tersebut yang dilakukan di lantai 3 gedung rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dia mengungkapkan, proses pembelian tersebut telah dilakukan sejak Juli 2019 dan kini telah berhasil diselesaikan. Untuk tanah, lanjut dia, dihargai Rp200 ribu per meter dan yang menentukan harga tersebut oleh Appraisal dari Kantor Jasa Penilaian Publik.

“Dia (appraisal) yang melakukan, dia yang melakukan survey harga di situ berapa. Awalnya (pemilik lahan) tidak setuju, tapi sekarang mereka setuju. Itu buktinya sedang dibayarkan. Dan itu baik pemilik lahan maupun IAIN tidak dikenakan pajak, karena pengadaan ini untuk fasilitas umum. Hal itu berdasarkan PP 34 Tahun 2016 dan UU Tahun 2000,” ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan, terkait hibah tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu seluas 18 hektare untuk pembangunan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon masih menunggu sidang parpurna di DPRD Kabupaten Indramayu. Dia menarget proses tersebut dapat selesai pada tahun 2020 mendatang.

“Sedang menunggu jadwal sidang paripurna dari dewan, itu ada 18 hektare. Mungkin yang dihibahkan 10 ha dulu karena sudah bersertifikat, sedangkan sisanya menunggu disetifikatkan dulu. Targetnya tahun depan selesai, karena sekarang waktunya sudah mepet banget. Dari awal tahun sudah akan kita kejar,” ujar Wendi.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, untuk pelepasan dan pembayaran tanah seluas 4,9 hektare menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp10 miliar tersebut berlokasi di sekitar tanah yang akan dihibahkan Pemerintah Kabupaten Indramayu seluas 18 hektare.

“Jadi tanah di Indramayu itu luasnya sudah 22 hektar lebih yang terdiri dari 4,9 hektare yang dibeli dari dana hibah Pemprov Jabar sebesar Rp10 miliar dan 18 hektare dari hibah Pemda Indramayu. Dan kita di kampus induk ini ada sekitar 4 hektare ditambah di Desa Astapada, Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon ada 4,2 hektare. Jadi jika semuanya dijumlahkan target tanah 30 hektare yang menjadi salahsatu syarat transformasi dari IAIN ke UIN itu kita sudah lebih,” papar Sumanta.

Terkait tanah hibah dari Pemerintah Kabupaten Indramayu seluas 18 hektare tersebut, Sumanta mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani surat penerimaan kesiapan hibah dan saat ini tinggal menunggu sidang paripurna yang akan dilakukan oleh DPRD Kabupaten Indramayu.

“Alhamdulillah untuk tanah di sekitar tanah hibah tersebut sudah kita beli, sudah kita eksekusi. Untuk hibah akan dilakukan proses di dewan dan Insya Allah kita akan mendapatkan tanah itu yang akan diproyeksikan untuk pembangunan kampus II IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ucapnya.

Untuk penyelesaian proses hibah tanah tersebut, Sumanta menargetkan dapat selesai pada 2020 mendatang. Dari 18 hektare yang akan dihibahkan, 10 hektare diantaranya telah bersertifikat, sedangkan 8 hektarenya masih dalam proses pensertifikatan.

“Alhamdulillah pihak dari indramayu pro aktif. Yang sudah bersertifikat kan 10 hektare, itu prosesnya akan lebih cepat tinggal balik nama ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dari 18 hektare, mungkin teknisnya, 10 hektar dulu yang diserahkan dan yang 8 hektarenya yang masih dalam proses pensertifikatan menyusul. Kemudian bisa jadi juga nunggu selesai pensertifikatan yang 8 hektarnya baru diserahkan semua ke kita,” pungkasnya.