16 HAKTP (Pendidikan Publik)

Teater Awal IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan untuk memperingati #16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan tema “#16 HAKTP  (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan)” di lingkungan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan diikuti 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, masyarakat Cirebon dan tamu undangan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. H. Farihin, M.Pd (Warek III), sebagai narasumber Hj. Selly Andriany Gantina. Tujuan diadakan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengajak untuk terlibat aktif sesuai kapasitasnya dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan membangun kerjasama yang lebih solid untuk upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan ditingkat lokal maupun nasional. Sebagai penanggung jawab kegiatan Dwi Apriliani (Teater Awal IAIN Syekh Nurjati Cirebon). Senin (10/12).

Hj. Selly Andriany Gantina sebagai narasumber (pemateri) hadir pada kegiatan untuk memperingati #16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan tema “#16 HAKTP  (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan)” di lingkungan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Read more

BAN-PT Mengakreditasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mendapat penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Empat asesor dari empat Perguruan Tinggi di Indonesia ini ditunjuk oleh BAN PT dan ditugaskan untuk mengakreditasi semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik di bawah Kementerian Agama mauoun Kemenristekdikti, termasuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ketua Tim Asesor dari UIN Sunan Kalijaga, Dr. H. Ahmad Rifai,. M.Phil.  Mengatakan, penialain dilakukan untuk mengetahui dan melihat pengembangan IAIN Syekh Nurjati termasuk di dalamya pengembangan program studi. Jumat (7/12/2018).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang disampaikan Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag mengatakan ke empat asesor ini melakukan penilaian terhadap IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari berbagai aspek. Selain Perguruan Tinggi atau Institusi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, penilaian juga dilakukan terhadap Program Studi yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Di antara tujuh standar yang dinilai meliputi visi dan misi tentang tata kelola dan kerja sama. Selain itu, karya ilmiah dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat juga menjadi salah satu tujuh standar tersebut.

Empat asesor dari empat Perguruan Tinggi di Indonesia ini ditunjuk oleh BAN PT dan ditugaskan untuk mengakreditasi semua perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik di bawah Kementerian Agama mauoun Kemenristekdikti, termasuk IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kunjungan Kerja F-ITK IAIN Pekalongan ke F-ITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (F-ITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menerima Kunjungan Fakultas Tarbiyah IAIN Pekalongan di Gedung Aula Pascasarjana dan F-ITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H.M. Sugeng Shalahudin, M.Ag (Dekan F-ITK Pekalongan) beserta jajarannya yang berjumlah 20 orang disambut langsung oleh Dr. Ilman Nafia, M.Pd (Dekan F-ITK) beserta jajarannya. Tujuan Kunjungan tersebut adalah untuk konsultasai terkait perguruan tinggi yang sesuai Tridharma Perguruan Tinggi , melakukan evaluasi kerjasama dengan melakukan MoU dibidang akademik dengan harapan dapat mengembangkan potensi akademik mahasiswa dengan jargon “Gold Generation“. Jum’at (07/12).

Dr. H.M. Sugeng Shalahudin, M.Ag (Dekan F-ITK Pekalongan) beserta jajarannya disambut langsung oleh Dr. Ilman Nafia, M.Pd (Dekan F-ITK) beserta jajarannya di Gedung F-ITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Read more

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Raih Sertifikat ISO 9001:2015

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mendapat sertifikat International Organization For Standarization (ISO) 9001:2015 dari PT. TUV Rheiland Indonesia. Sertifikat ini diberikan sebagai bukti bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memelihara sistem manajement mutu sesuai persyaratan yang ditentukan perusahaan yang bergerak dibidang usaha sertifikasi untuk sistem produk dan manajemen. Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag mengatakan audit sertifikasi tersebut telah dilaksanakan selama tiga hari, dengan diraihnya ISO ini, beliau merasa lebih percaya diri dalam tata kelola kampus. IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh steakholder, sehingga ini dapat mencerminkan lembaga yang profesional.

ISO adalah salah satu standar internasional dalam buah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi. Mereka memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan yang ingin bersaing secara golobal dan juga salah satu cara untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya. Dengan didapatkan ISO ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat pengakuan, tidak hanya regional, nasional, tapi juga internasional untuk mengembangkan visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon yakni menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dan terkemuka dalam kajian keislaman.

PENGUMUMAN PENERIMA BEASISWA BIDIKMISI REKRUITMENT TAHUN ANGGARAN 2018

Diumumkan kepada seluruh Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Rekruitment Tahun Anggaran 2018 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon untuk hadir di acara Pembukaan Rekening Penerima Beasiswa Bidikmisi Rekruitment  Tahun Anggaran 2018 pada hari :  Rabu, 05 Desember  2018  bertempat di Akademik dan Kemahasiswaan Rektorat Lantai 2 Pada Jam Kerja Jam 08.30 WIB dengan membawa KTP, Materai 6000 untuk Pembukaan Rekening Penerima Beasiswa Bidikmisi Rekruitment Tahun 2018.

Demikian pengumuman kami sampaikan, atas perhatiannya dan

Daftar Nama -Nama Penerima Beasiswa Bidikmisi Rekruitment

Diskusi Publik (FNKSDA dan F-UAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Dalam rangka pengembangan wacana Islam yang peduli terhadap isu-isu sumber daya alam, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) bekerjasama dengan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar diskusi publik di Auditorium FUAD kampus setempat, Selasa (13/11).

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Syifa mengatakan, kegiatan ini salahsatu upaya untuk pengembangan wacana keislaman yang belakangan didominasi oleh politik identitas sehingga berimbas pada kemunduran peradaban Islam. Hal itu berdampak besar terhadap kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA). “Beberapa tahun terahir perkembangan wacana keislaman justru didominasi oleh politik identitas. Di situ Islam versi A melawan identitas Islam B. Itu menurut kami satu wacana yang mundur.” Melihat hal seperti itu, pihaknya mencoba untuk mengahadirkan wacana baru tentang keislaman agar melihat kasus-kasus yang riil terutama kedaulatan sumber daya alam.

Sementara itu menurut Wakil Dekan I FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Siti Fatimah M.Hum, wacana Islam progresif ini penting untuk dipahami oleh seluruh mahasiswa agar mereka bisa menjadi bagian perubahan atas isu yang ada di tengah-tengah masyarakat, hususnya kedaulatan sumber daya alam. “Kedaulatan sumber daya alam harus terus dijaga dan para akademisi pun memang harus mengetahui bahwa di era industrialisasi ini mempunyai banyak dampak terhadap kedaulatan sumber daya alam.” Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar gerakan Islam progresif yang diwacanakan ini bisa memberi warna baru untuk mengajak mahasiswa agar lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan yang sedang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) bekerjasama dengan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar diskusi publik di Auditorium FUAD kampus setempat, Selasa (13/11).

Simposium Nasional Naskah-Naskah Ulama Nusantara (Studium General F-UAD)

Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah (F-UAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Simposium Nasional Naskah-Naskah Ulama Nusantara dengan tema” Menggali dan Mengenali Karakteristik Naskah-Naskah Ulama Nusantara di Cirebon ” di Auditorium Gedung F-UAD lantai 4 (7-8/11). Kegiatan diikuti mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan tujuan untuk menguatkan khasanah keislaman dan Menggali dan Mengenali Karakteristik Naskah-Naskah Ulama Nusantara khususnya di Cirebon. Dalam kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber sekaligus pakar filologi yakni Prof. Dr. Oman Fathurrahman, Prof. Dr. Abdurrohman dan Dr. A. Opan Sopari. Salah satu narasumber, Oman menyampaikan bahwa Indonesia termasuk negara yang mewarisi khazanah naskah kuno (manuskrip) yang melimpah. Bahkan kekayaan manuskripnya sejajar dengan China. Apalagi Indonesia diperkaya dengan akar kebudayaan masa lalu yang kuat.

Oman menjelaskan, salah satu daerah masih menyimpan manuskrip dalam jumlah besar ialah Cirebon. Menurutnya, sebagai basis keislaman pantura pada masa kasultanan setelah Sunan Gunung Jati, Cirebon sangat kaya akan manuskrip. Bahkan manuskrip tersebut masih lestari hingga saat ini. “Cirebon harus dilihat dari Islam yang dibangun di daerah itu seperti apa, oleh karena Islam di Cirebon itu dekat dengan kasultanan, maka naskah yang lahir di Cirebon itu banyak yang terkait dengan kehidupan aktivitas di kasultanan.” Indonesia mewarisi kekayaan naskah kuno (manuskrip) yang sejajar dengan China. Manuskrip nusantara kini tersebar di berbagai tempat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. “Dari keseluruhan khasanah manuskrip itu ada dari abad 14 sampai 19. Itu dipengaruhi oleh Islam. Jadi masnuskripnya itu kalau sebelum abad itu, Hinda– Budha dan Sansakerta.”

Kekayaan khazanah naskah kuno juga membuat mahasiswa IAIN Cirebon mulai melirik manuskrip sebagai salah satu objek kajian. Bahkan sejak 2 tahun terakhir IAIN fokus melakukan penelitian tentang manuskrip melalui pusat studi Cirebonologi. Rektor IAIN Cirebon, Dr. H Sumanta, M.Ag menyampaikan, studi tentang manuskrip menjadi bagian tak terpisahkan untuk menguatkan khazanah keislaman di Cirebon. Menurutnya, banyak hal yang bisa digali lebih jauh melalui lembaran naskah kuno yang ada di Cirebon.“Yang akan kita lakukan dari pihak lembaga penguatan kajian naskah. Kita sudah kerja sama dengan 3 kasultanan, Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan dan tidak hanya dilakukan oleh dosen atau kita tapi juga mahasiswa.”

Khazanah intelektualitas

Sementara itu, Dekan FUAD, Dr H. Hajam, M.Ag menambahkan, sebagai fakultas keilmuan, FUAD menjembatani penelitian untuk kajian manuskrip. Lebih dari itu, melalui jurusan yang ada di dalamnya, FUAD bahkan menjadi pionir pengkajian manuskrip oleh mahasiswa. “FUAD sendiri melayani dan mengkaji naskah–naskah kuno yang ada di Cirebon. Karena ini menjadi salah satu distingsi fakultas kita sebagai fakultas keilmuan keislaman yang ada di Cirebon.”

Keseriusan IAIN dalam menggali khazanah intelektualitas melalui manuskrip sejajar dengan kampus besar lain di Jawa Barat, yakni UIN Bandung, Unpad dan UPI. Hanya saja, seperti UIN Bandung, khazanah naskah kuno yang digali lebih fokus pada kajayaan keislaman.

Simposium Nasional Naskah-Naskah Ulama Nusantara dengan tema” Menggali dan Mengenali Karakteristik Naskah-Naskah Ulama Nusantara di Cirebon ” di Auditorium Gedung F-UAD lantai 4 (7-8/11).