Studi Edukasi Jurusan Perbankan Syariah

himpasy web_001

Sebanyak 120 orang mahasiswa jurusan Perbankan Syari’ah melakukan Studi Edukasi ke Jakarta, Senin (7/7). Acara yang digagas oleh Mahasiswa Jurusan Perbankan Syari’ah (HIMPASy) ini didampingi langsung oleh Wakil Dekan III, Dr. Abdul Aziz, M.Ag, serta dosen jurusan Perbankan Syari’ah, Ridwan Widagdo, M.Si., dan Mohamad Gozali, M.Sy. Ditemui di Kantor Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, Ketua Jurusan Perbankan Syari’ah (PS), Sri Rokhlinasari, mengatakan: “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan mahasiswa PS, yang bertujuan menimba ilmu di luar kampus, untuk menambah wawasan mahasiswa.” Ungkapnya.

himpasy web_002 himpasy web_003

Senada dengan ketua jurusan PS, Ridwan Widagdo mengatakan: “Kegiatan ini sebelumnya merupakan agenda tahunan dari salah satu mata kuliah, namun pada tahun ini menjadi agenda dari HIMPASy, sehingga secara kepanitiaan langsung dari mahasiswa sendiri.” Ujarnya. Pria yang merupakan suami dari Ibu Sri ini, menyatakan lebih lanjut: “Tiap tahun tempat yang dikunjungi selalu berbeda, dan tahun sekarang yang menjadi tujuan Studi Edukasi ini adalah Kementerian Keuangan, Galeri Nasional, dan juga Net Tv.” Tutupnya.
Wakil Dekan III, Dr. Abdul Aziz, M.Ag., yang ikut mendampingi acara mahasiswa tersebut, mengatakan: “Dengan adanya acara Studi Edukasi ketiga tempat tersebut (Kementerian Keuangan, Galeri Nasional, dan Net tv. red) diharapkan mahasiswa dapat menggali sedalam-dalamnya keilmuan yang disampaikan oleh para pemateri.
Dengan demikian, akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam ilmu pengetahuan, selain dari perkuliahan.” Tutupnya.

Continue Reading

Dekan FSEI mengisi acara Ramadhan Menyapa di RCTV

ramadha menayapa_001

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. dalam acara
“Ramadhan Menyapa” menyampaikan bahwa zakat profesi merupakan ijtihad ulama untuk menjawab perkembangan zaman dimana saat ini banyak orang yang bekerja profesional semisal Dokter, Pengacara, Artis memiliki penghasilan yang besar tapi secara syariah belum diatur bagaimana cara mengeluarkan Zakatnya.
Pada Acara Ramadhan Menyapa yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta di bawah naungan Jawa Pos Group tersebut, Dr. H. Aan Jaelani , M.Ag didampingi Syaeful Bakhri, SE, M.Si mencoba membedah tema zakat profesi secara lugas dan gamblang.

Menurut dalam Dekan FSEI tersebut, bahwa penjelasannya kepada pemirsa RCTV menyatakann bahwa zakat yang dikeluarkan oleh para professional bisa dilakukan setiap bulan dan bisa juga dikeluarkan setiap tahun. Tetapi, alangkah baiknya jika zakat dikeluarkan setelah mendapat penghasilan atau gaji per bulan. Adapun nisab zakat profesi ialah senilai dengan 520 kg beras. Jadi, apabila harga beras per kilogram diasumsikan Rp 10.000, nisab zakat profesi per bulannya adalah 520 x Rp 10.000 = Rp 5.200.000 per bulan. Maka itu, apabila penghasilan bersih para professional tersebut per bulan mencapai Rp 5.200.000, wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilan bersih. Artinya penghasilan tersebut dikeluarkan terlebih dahulu dengan kebutuhan yang dikeluarkan.  Dr. H. Aan Jaelani juga mengup Firman Allah S W T : ” Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah(dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). Dal am ayat tersebut, Allah menegaskan bahwa segala hasil usaha yang baik-baik wajib dikeluarkan zakatnya. Dalam hal ini termasuk juga penghasilan (gaji) dari profesi sebagai dokter, konsultan, seniman, akunting , notaris, dan sebagainya.

Continue Reading

Konsorsium Dosen FSEI Jilid I

konsor 1_001

Bertepatan dengan bulan Ramadhan 1938 H, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam mengadakan Konsorsium Dosen Ke 1 (satu). Acara yang dihadiri oleh seluruh dosen dan staff FSEI ini dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2017 dengan mengusung tema “Penyusunan Indikator Kinerja Dosen dalam Penelian dan Publikasi Ilmiah”, dengan Pemateri Dr. H. Aan Jaelani (Dekan FSEI). Disamping acara Konsorsium Dosen, acara yang ditutup dengan buka puasa bersama ini, juga merupakan wahana silaturrahim sesama dosen, juga staf FSEI.

Konsorsium dosen sendiri merupakan salah satu bentuk kegiatan rutin Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, dan dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Undang-undang RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Permenristek & Dik RI No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Permenristek & Dik RI No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen & Tunjangan Kehormatan Profesor dan PMA RI No. 5 Tahun 2017 t entang Jam Kerja Dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan.

Dalam paparannya, Dr. Aan Jaelani, M.Ag., mengatakan bahwa: “Konsorsium dosen bertujuan untuk memberikan pengertian, bahwa dosen dapat memahami, membedakan dan melaksanakan ketentuan regulasi tentang penelitian dan publikasi ilmiah, disamping itu pula dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab pada bidang penelitian, dan menyebarluaskan ide atau gagasan dengan memperhatikan etika publikasi ilmiah. Sehingga dosen diharapkan dapat meningkatkan publikasi ilmiah baik melalui buku, jurnal ilmiah nasional maupun jurnal internasional, dan juga prosiding ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasainya.” Dalam paparannya lebih lanjut, beliau mengatakan: “ Peningkatan publikasi ilmiah di kalangan dosen FSEI perlu terus digalakkan, hal ini bertujuan agar FSEI menjadi fakultas yang menjadi rujukan dalam kegiatan penelitian”.

Continue Reading

Laboratorium Bank Mini sudah dilengkapi Aplikasi Operasional BRI Syariah

20160324_112052

Perguruan Tinggi saat ini dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan yang begitu cepat disegala bidang. Perubahan dan perkembangan harus diiringi dengan peningkatan kualitas yang dapat mengarah pada pencapaian tujuan. Salah satu tujuan Perguruan Tiggi adalah memberikan kontribusi pada pengembangan
kualitas sumber daya manusia bagi generasi bangsa, oleh karena itu FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus melakukan perubahan untuk dapat mencapai hasil yang lebih baik dan dapat berkelanjutan. Untuk mendukung upaya pencapaian tujuan tersebut dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan bagi civitas akademika FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, diantaranya yaitu Laboratorium.

20160324_112107

Sejak operasional Tahun 2012, kini laboratorium FSEI terutama Laboratorium Bank Mini sudah dilengkapi dengan Aplikasi operasional bank syariah, yaitu: SALAM BRIS. Dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa modul yaitu modul Supervisor (otorisasi rekening, otorisasi cek, otorisasi deposito, otorisasi transaksi teller), Customer Service (pembuatan CIF  (Customer Identification File), pembukaan rekening, pembukaan cek, pembukaan deposito), Teller (transaksi awal hari, transaksi akhir hari, transaksi setor tunai (transaksi tarik tunai), Back Office (admininstrasi pembiayaan, operasional pembiayaan, operasional kantor pusat, supervisor backoffice). Hal ini sesuai dengan visi Laboratorium Bank Mini yakni Menjadi laboratorium perbankan syariah yang profesional, unggul, mandiri, dan menentramkan.

Continue Reading

FSEI bekerjasama dengan Bank Indonesia mengadakan Studium General

DSCN0227

Bertempat di gedung baru, acara Studium General  tentang Peran Bank sentral bagi pembangunan daerah digelar. Acara yang dilaksanakan pada 27 April 2017 itu dihadiri oleh pimpinan Fakultas, Dosen dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tujuan diadakannya Studium General sendiri sebagaimana yang dikatakan oleh Sekretaris Panitia Juju Jumena, MH adalah; (1)Mendukung kegiatan akademik berupa studium general yang menunjang pengembangan wawasan kepada civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (2)Memberikan pengetahuan spesifik tentang peran Bank Indonesia dalam pembangunan di Daerah terutama peran Bank Central bagi pembangunan di wilayah Ciayumajakuning. (3)Memberikan peluang bagi lembaga maupun civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk membangun jejaring yang bisa bermanfaat untuk mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pimpinan Fakultas yang diwakili oleh Wadek I Bidang Akademik , Dr. H. Kosim, M.Ag. pada sambutannya menyatakan bahwa sinergitas antara Perguruan Tinggi sangat penting ditingkatkan. Pemberian Beasiswa kepada mahasiswa berprestasi juga akan sangat membantu mahasiswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Narasumber pada acara tersebut adalah M. Majid Ikram, pimpinan perwakilan BI cabang Cirebon dengan dimoderatori oleh Mabruri Fauzi Dosen pada jurusan Hukum dan Ekonomi Syariah.

DSCN0220 IMG_8142

Pada kesempatan tersebut M. Majid Ikram  menerangkan bahwa bagaimana fungsi pengendali moneter dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mempertahankan kestabilan harga-harga, menekan angka inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah di wilayah Ciayumajakuning. Pada kesempatan itu, M. Majid Ikram mengemukakan: “Bank Sentral sedikit banyak telah banyak membantu dalam pertumbuhan ekonomi Daerah. Terbentuknya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) merupakan bagian dari kontribusi Bank Indonesia terhadap pembangunan dan menjaga kestabilan ekonomi Daerah.” Ujarnya. Diakhir acara tersebut , M. Majid Ikram menyatakan: “ Bank Indonesia senantiasa membuka peluang sebesar-besarnya kerjasama antara Bank Indonesia dengan Perguruan Tinggi, khususnya IAIN Syekh Nurjati. Oleh sebab itu, kami mengundang lulusan terbaik IAIN Syekh Nurjati untuk mengisi Lowongan yang dibuka Bank Indonesia”. Tutupnya. Tawaran dan sekaligus tantangan ini menjadi peluang sekaligus evaluasi bahwa IAIN harus mampu mempersiapkan lulusan yang berkualitas, siap pakai dan memiliki networking yang luas.

Continue Reading

Menteri Agama Resmikan Gedung SBSN Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon

sbsn 2

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sekaligus mengisi studium general bertajuk “Pengembangan Pendidikan Multikultural dalam Melestarikan Tradisi Masyarakat Indonesia yang Toleran dan Berkeadilan Gender” di Auditorium Gedung SBSN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (13/4). Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengaku sangat bersyukur atas kehadirannya dalam rangka tasyakuran telah diselesaikannya bangunan SBSN berupa ruang kelas baru dan laboratorium. “Semoga mampu memberikan manfaat dalam rangka peningkatan proses pendidikan di perguruan tinggi IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” kata Lukman Hakim saat menyampaikan sambutannya. Ia menjelaskan, perguruan nggi Islam hadir sebagai wadah untuk menyalurkan dan pendalaman keilmuan keislaman. “Saya berharap dengan keberadaan gedung kuliah baru dan laboratorium terpadu ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan agar semakin lebih baik lagi,”  ucapnya.

sbsn

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H. Sumanta menuturkan, selesainya pekerjaan ruang kelas baru dan laboratorium tersebut berkat dukungan, amanah dan kepercayaan dari Kemenag RI.  “Ruang kelas baru ini merupakan sesuatu yang ditunggu oleh kita semua mengingat tak mampu menampung mahasiswa baru, dengan
antusias yang tinggi,” ucap beliau.  Selain itu, kata beliau, “RKB ini sangat ditunggu keberadaannya oleh civitas akademika. Menurut beliau, “jumlah mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat ini mencapai 8.800 orang, sehingga ruangan kelas yang ada belum mampu menampung kebutuhan proses belajar mengajar. Dengan adanya tambahan 30 ruang kelas baru, maka tahun ajaran baru IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat memaksimalkan penerimaan mahasiswa baru hingga 2500 mahasiswa baru.” tutupnya. Saat ini Gedung SBSN sendiri sudah diserahkan kepada Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam untuk dipergunakan sebagai ruang perkuliahan dan juga kantor Jurusan. Sehingga dengan adanya gedung baru tersebut, diharapkan dapat menampung semua mahasiswa, baik yang lama maupun yang baru. Terlebih saat ini minat masyarakat terhadap Fakultas Syari’ah dan ekonomi Islam semakin meningkat tiap tahunnya.

 

 

 

 

Continue Reading

FSEI Mengadakan Workshop Bahasa Arab Bagi Mahasiswa Penerima Bidik Misi

DSCF2254

Di era postmodernisme yang semakin canggih dengan ditandai derasnya arus informasi dan kompetisi yang semakin ketat diharuskan yang terlibat didalamnya untuk mengenali satu sama lain. Arus informasi sudah tidak bisa dibendung lagi, sekat-sekat primordial atau pun lainnya dak bisa mencegah informasi itu masuk pada suatu tempat dimana pun berada, kompetisi antarsesama dan antarlembaga baik secara lokal, regional maupun internasional tidak dapat dipungkiri merupakan suatu keniscayaan. Dunia yang global semakin dekat, sempit dan yang jauh semakin mendekat, yang dekat bisa saja semakin menjauh. Kedekatan itu dapat terwujud apabila satu sama lain saling mengenal dalam komunikasi dua arah, sementara itu yang dekat semakin menjauh jika komunikasi antar dua atau lebih semakin tidak dapat berkomunikasi dengan baik.

Karena itu, kata kunci untuk komunikasi adalah kemampuan berbahasa. Bahasa yang digunakan antarsesama biasanya mudah dipahami dan dimengerti, sementara jika komunikasi bukan antarsesama, maka harus saling komunikasi dengan bahasa yang berbeda menjadi suatu bahasa yang dapat dimengerti antar dua belah pihak. Karena itu, bahasa merupakan suatu penghantar dalam komunikasi antara satu pihak dengan pihak lain dan saling memahami. Untuk memahami dunia yang didalamnya berbeda bahasa, maka harus pula memahami bahasa yang ingin di kuasainya. Oleh karena itu, ingin mengerti dan mengetahui budaya, agama, dan sosial ekonomi bangsa lain maka sejanya harus mengenal dan memahaminya melalui itu sendiri.

DSCF2262

Mahasiswa sebagai insan akademik yang keberadaannya sebagai social of change (masyarakat perubah) yang kelak menjadi leader (pemimpin) atau tokoh di saat telah menempuh jenjang pendidikan kesarjanaannya, maka output yang diharapkan tersebut menjadi kenyataan. Misalnya, bila mereka menjadi seorang praktisi di masyarakat maka bukan saja masyarakat lokal melainkan masyarakat multinasional bahkan multi-internasional, jika menjadi seorang akademisi maka dia menjadi seorang akademisi yang profesional ataupun lainnya, mereka tidak akan terdegradasi oleh perputaran waktu dan kemajuan zaman. Karenanya, dalam rangka menguasai dunia mahasiswa harus dibekali kemampuan berbahasa, terutama bahasa Asing, yaitu Inggris dan Arab. Bahasa arab dimaksud adalah bahasa yang diakui oleh PBB menjadi salah satu bahasa resmi dunia sebagaimana bahasa Inggris, dan China. Karena itu, pada kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) untuk penerima program beasiswa BIDIKMISI tahun 2015/2016 yang berjumlah 18 (delapan belas) mahasiswa pada kegiatan yang ketiga ini difokuskan pada pelatihan dan pengembangan bahasa arab. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memberikan kemampuan akademik di bidang pengembangan bahasa.

Continue Reading

Pembukaan Jurusan Baru Pada Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam

pa aan_001
Kabar gembira datang dari Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr.  H. Aan Jaelani, M.Ag. Tahun 2018, FSEI akan membuka lima jurusan baru. Beberapa diantaranya jurusan Ilmu Ekonomi Syari ah, Akuntansi Syariah, al-Siyasah al-Syakhshiyyah,dan Ilmu Falaq. Hal ini bagian dari langkah pembenahan dan pemutakhiran terhadap fakultas yang ia pimpin. “Tahun ini kita rencanakan ada tiga sampai lima jurusan baru di fakultas ini,” tegasnya.

Dengan bertambahnya jurusan baru, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan FSEI yang ada saat ini akan mengalami pemekaran menjadi dua fakultas. Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam hingga saat ini masih menaungi syariah dan ekonomi Islam. Jika program pembukaan tiga atau lima jurusan baru terealisasi di tahun 2018 ini, maka akan terjadi pemekaran fakultas di tahun 2018, yakni fakultas Syariah dan Hukum serta fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Saat ditemui di ruang kerjanya pada kamis (10/3) pagi, pria kelahiran Cirebon, 1 Juni 1975,  itu tengah serius dalam project pendirian jurusan  baru di FSEI . “ Kami sudah mendapat izin operasional dan sedang menunggu visitasi dari pusat” tutupnya.

Continue Reading