FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan Pengadilan Agama Kuningan

mou pa kng_002

Kamis (16/11) dalam rangka memperluas jaringan, pengembangan pendidikan dan Tridharma Perguruan Tinggi Fakultas Syari’ah & Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon kembali mengadakan MoU. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Dekan FSEI, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag ini menyambangi Pengadilan Agama Kuningan Klas 1A. Kedatangan Dekan FSEI dan rombongan diterima langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Kuningan, Drs. H. Asep Saepudin, M.S.Q  didampingi Wakil Ketua Pengadilan Agama Kuningan Bapak Drs. H. Jojo Suharjo, beberapa Hakim, Panitera dan Sekretaris. Dalam sambutannya,

mou pa kng_001

Dekan FSEI mengatakan bahwa tujuan utama kedatangannya beserta rombongan ke PA Kuningan di samping untuk silaturrahim juga mengadakan MoU. “Kerjasama antara Fakultas Syariah dan  Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Pengadilan Agama Kuningan sebenarnya sudah lama berlangsung, karena dalam beberapa tahun terakhir para mahasiswa Fakultas Syariah Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah beberapa kali magang di PA Kuningan. Hanya saja kerja sama tersebut belum diformalkan dalam bentuk Nota Kesepahaman yang lazim dikenal dengan MoU (Memorandum of Understanding).” Sedangkan Ketua Pengadilan Agama Kuningan Drs. H. Asep Saepudin, M.S.Q, dalam sambutannya mengatakan menyambut baik tujuan kedatangan dekan Fakultas Syariah Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan rombongan :  ” Dalam hal kebaikan, kami senantiasa siap untuk bekerja sama”, ujarnya.

Continue Reading

FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan FH Universitas Kuningan

mou uniku_001

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi  Islam, Dr. Aan Jaelani, M.Ag., beserta jajarannya bertandang ke Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Kamis (16/11). Kedatangan tersebut diterima dengan hangat oleh Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., beserta jajarannya di Ruang Rapat Gedung Rektorat Kampus I Universitas Kuningan (Uniku).  Kedatangan rombongan dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke Universitas Kuningan (Uniku) merupakan dalam rangka penandatanganan kerjasama (MoU) untuk pengembangan kedua instusi dan peningkatan program kerja lembaga masing-masing. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Dekan FSEI dalam sambutannya “Tujuan kita bersilaturahmi dan bertatap muka dengan pihak Uniku bertujuan dalam rangka pengembangan dan peningkatan program kerja lembaga.

Perlu diketahui, sebelumnya kita pagi hari terlebih dahulu berkunjung dan bersilaturahmi serta penandatanganan dengan pihak Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan, sekarang ke Uniku dan terakhir ke Unisa,” tuturnya.  Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Kuningan (Uniku) Haris Budiman, SH., MH., mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kerjasama antara dua (2) institusi yakni FH Uniku dengan FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang memiliki tujuan untuk pengembangan kedua institusi dan peningkatan program kerja kedua lembaga tersebut. “Terima kasih saya ucapkan kepada Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN  Syekh Nurjati Cirebon atas kepercayaannya kepada FH Uniku. Dan, saya juga ucapkan selamat datang di Kampus kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan , ” tuturnya.

Lebih jauh, Haris  menjelaskan, FH Uniku yang merupakan Fakultas yang paling bungsu tersebut, sudah memiliki Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) yang sudah  terakreditasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.  “Perlu diketahui bersama, walaupun dari segi usia yang relative masih muda tetapi FH Uniku mampu atau bisa disejajarkan dengan Fakultas-Fakultas yang lebih dulu ada di Uniku. Buktinya, kita dari FH Uniku sudah memiliki PKBH yang sudah terakreditasi C di Kemenkumham RI,”
ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerjasama antara dua (2) institusi yaitu Fakultas Hukum (FH) Uniku dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangka pengembangan dan peningkatan program kerja di dua (2) lembaga tersebut.  “Terimakasih atas kepercayaannya kepada Fakultas Hukum (FH) Uniku dan saya ucapkan selamat datang di Kampus Universitas Kuningan (Uniku),” tuturnya. Dikdik berharap, setelah dilaksanakannyapenandatanganan nota kesepahaman atau kerjasama ini, ke depannya dirinya berharap agar segera untuk merealisasikan program-program kerja yang kongkrit atau nyata sehingga bisa
dirasakan manfaatnya oleh kedua institusi tersebut.

Continue Reading

FSEI bekerjasama dengan MNC Sekuritas meresmikan Galeri Investasi Syariah

GI_001

Rabu, (1/11) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam bekerjasama dengan MNC Sekuritas melauncing Galery Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia. Peresmian sendiri dilakukan secara simbolis oleh Dr. H. Sumanta, M.Ag selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Head Of Investment Gallery MNC Sekuritas Andri Muharizal.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengatakan: “Dengan adanya Galery Investasi Syariah ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Sehingga apa yang diperoleh dalam bangku perkuliahan dapat diaplikasikan langsung dalam dunia real, khususnya berkaitan investasi Syariah.”

GI_002

Head Of Investment Gallery MNC Sekuritas Andri Muharizal mengungkapkan, MNC sekuritas berupaya menjangkau berbagai wilayah Indonesia dalam rangka peningkatan literasi pasar modal syariah melalui peresmian galeri investasi syariah dan pasar modal syariah yang berkelanjutan. Menurutnya, MNC Sekuritas sangat aktif untuk membangun kerjasama dengan pihak kampus untuk mendirikan galeri investasi dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa dan civitas akademisi agar melek investasi dan pasar modal.  “Tidak hanya kepada mahasiswa dan civitas akademisi, dengan galeri investasi syariah ini kami juga member ikan ruang seluas-luasnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar, seperti kita ketahui bersama sudah banyak investasi bodong di sekitar masyarakat, ini merupakan antisipasi kita dan mengajak masyarakat untuk melek investasi,” paparnya

Continue Reading

Studium General Jurusan Perbankan Syariah

IMG20171011090215

Rabu (11/10), Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam mengadakan Studium General. Acara yang diisi oleh Dr. Sapta Nirwandar, SE., DESS, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat tema “Prospek Pariwisata Halal Dalam Meningkatkan Perekonomian”. Lebih dari 200 mahasiswa turut yang hadir begitu antusias memperhatikan paparan yaang disampaikan oleh narasumber. Menurut Sapta Nirwandar bahwa Thailand yang hanya memiliki 5% penduduk beragama muslim berani menyatakan sebagai tujuan wisata halal & lifestyle. Negara itu bahkan sudah mampu memasok makanan halal pula ke negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Korea juga mendeklarasikan punya 150an restoran halal sehingga menambah pelayanan pada wisatawan muslim yang datang ke negara itu. “ Kita perlu kesepakatan untuk menggunakan Halal Tourism and Lifestyle sebagai brand dan deklarasi bahwa kita memberikan opsi pelayanan bagi wisatawan muslim maupun nonmuslim. Bukan berarti bahwa pelayanan wisata yang diberikan harus religi, berkaitan dengan masjid dan ziarah,” kata Sapta. Dia berharap, pemerintah maupun masyarakat terutama para pelaku usaha pariwisata tidak menyempitkan pandangan bahwa brand Halal Tourism and Lifestyle akan menghambat perkembangan bisnis wisata karena sebenarnya produknya sudah beragam dan telah lama dijalankan hanya belum memiliki
brand halal.

IMG20171011093931 IMG20171011102038

Sapta mencontohkan produk wisata yang ditawarkan oleh ESQ Tour misalnya ke Makau yang dikenal sebagai destinasi untuk berjudi. Namun karena ESQ Tour mampu mengemasnya dengan jaminan sholat lima waktu dan makan di restoran halal maka paket itu terjual laris dikalangan konsumennya yang biasa membeli paket umroh dan haji. Sapta menegaskan, market share Indonesia untuk produk Halal Tourism and Lifestyle sangat besar dengan adanya 1,6 miliar penduduk muslim  dunia . Keputusan Indonesia untuk menjadi target pasar negara lain atau justru menjadi produsen supply chain halal sepenuhnya adalah tergantung pemerintah dan masyarakatnya. Selain mengundang Dr. Sapta Nirwandar, SE., DESS, menurut Dr. Sri Rokhlinasari, M.Si selaku Ketua Jurusan Perbankan  Syariah, pihaknya juga mengundang Dinas Pariwisata baik Kota maupun Kabupaten Cirebon, pengelola wisata yang berada di Cirebon, serta akademisi lingkungan kampus.

Continue Reading

FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan IAIN Purwokerto

mou iain pwt_001

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag beserta rombongan berkunjung ke Fakultas Syariah IAIN Purwokerto. Kunjungannya kali ini dalam rangka menjalin kerjasama dalam upaya meningkatkan hubungan kelembagaan antara kedua pihak di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Oktober 2017 itu diterima langsung oleh Rektor IAIN Purwokerto dan Dekan Fakultas Syariah di Ruang Rapat dekan Fakultas Syariah.

Selain hal itu, kerjasama juga bertujuan untuk meningkatkan Akreditasi kedua lembaga dengan saling menopang dan menguatkan. Atas dasar itu, Dekan FSEI IAIN Cirebon memandang perlunya belajar tentang proses perencanaan, pelaksanaan hingga persiapan penilaian oleh Asesor kepada IAIN Purwokerto. Dekan berharap dengan kedatangannya ke IAIN Purwokerto akan banyak hasil yang bisa diperoleh untuk meningkatkan nilai akreditasi pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sementara itu Rektor IAIN Purwokerto Dr. A Luthfi Hamidi, M. Ag pada kesempatan itu menyambut baik tentang tujuan dan harapan Fakultas SEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya menjalin kerjasama.

Kerjasama dalam upaya peningkatan kualitas lembaga menurut Luthfi perlu terus dibuka dan dijalin agar peningkatan kualitas dapat lebih cepat dicapai. Terkait Akreditasi menurut Luthfi, setidaknya ada dua masalah yang sering muncul diantaranya masalah nomenklatur dan homebase dosen. Dekan Fakultas Syariah IAIN Purwokerto Dr Syufaat juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kerjasama (MoU) akan  mengedepankan rasa saling menghormati dan menghargai kebebasan otonomi masing-masing lembaga serta saling menguntungkan. Harapannya ke depan kerjasama akan terus dikembangkan demi maju dan suksesannya kedua lembaga. Saling bertukar narasumber pada kegiatan seminar serta reviewer pada kegiatan penelitian menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh sebagai tindak lanjut dari kerjasama itu. Syufaat yakin dengan kuatnya jalinan kerjasama antar PTKIN yang sedang berkembang ini, akan menjadi salah satu jalan percepatan peningkatan mutu akademik dan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Continue Reading

FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan FEBI UIN Raden Intan Lampung

UIN lampung_001

Kamis (09/10), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung. Penandatanganan di lakukan secara langsung oleh dekan FSEI, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung Dr. Moh. Bahruddin, MA di Aula FEBI UIN Raden Intan Lampung. Isi MoU sendiri menyangkut bidang tri dharma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FSEI mengatakan. “Kami (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada FEBI UIN Raden Intan Lampung yang telah menyambut dengan baik forum sialturrahim ini sekaligus Momerandum of Understanding (MoU) di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapannya, Momerandum of Understanding (MoU) tidak hanya sebatas ini saja.” Ungkap Dekan FSEI.  Selanjutnya, dari pihak FEBI sendiri pada kesempatan itu mengaku, ia sangat menyambut baik penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) ini . Ia mengharapkan nannya antara FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan FEBI UIN Raden Intan Lampung dapat saling membantu, serta bekerjasama untuk terus maju dan berkembang dalam tri dharma perguruan tinggi.

Continue Reading

Studium General Jurusan Hukum Ekonomi Syariah/Muamalah

DSCN1006

Kamis (28/9) Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar studium general semester ganjil tahun akademik 2017/2018. Acara yang bertema “Wisata Syariah dalam Pandangan MUI” ini berlangsung di gedung Auditorium lantai 4 Gedung SBSN FSEI. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. KH. Rahmat Syafei, Lc., MA dari MUI Provinsi Jawa Barat didapuk sebagai pembicara Acara Studium General dan dimoderatori oleh H. Juju Jumena, SH., MH (Ketua Jurusan HES) serta dihadiri oleh dosen-dosen dan lebih dari 200 mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah berlangsung lancar dan tanpa hambatan. Acara Studium General sendiri dibuka langsung oleh Dekan FSEI, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Dalam paparannya, KH. Rahmat Syafei mengatakan bahwa Dalam kesejarahannya, parawisata dalam tradisi Islam dimulai dari kemunculan Islam itu sendiri  sebagai agama yang universal, yakni ketika dikenalkan konsep ‘ziyarah’ yang artinya secara harfiahnya adalah berkunjung. Akibatnya budaya ziyarah itulah lahir berbagai bentuk pranata-pranata sosial Islam yang dibimbing oleh etika dan hukumnya. Selanjutnya lahi rlah konsep dhiyah, yakni tatakrama kunjung berkunjung yang didalamnya mengatur etika dan tatakrama secara hubungan sosial antara tamu (dhaif) dengan tuan rumah (mudhif). Konsep ziyarah tersebut mengalami perkembangan dan melahirkan berbagai bentuknya.

DSCN0949 DSCN0953

Lebih lanjut beliau mengatakan :”Ada dua hal yang melatarbelakangi lahirnya fatwa DSN-MUI Nomor 08/DSNMUI/X/2016 yaitu ; Pertama, semakin berkembangnya sektor parawisata halal di dunia termasuk di Indonesia, sehingga memerlukan pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah; Dan kedua, belum adanya ketent uan hukum mengenai pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah belum diatur dalam fatwa DSN-MUI.”

Continue Reading

Studium General Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam)

IMG-20170926-WA0031

Ketua Komisioner KPAI Periode 2012-2017 Dr. H. M. Asrorun Ni ’am Sholeh, MA., menjadi narasumber Studium General Ahwal Syakhshiyyah (AS) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Selasa (26/09). Acara yang berlangsung di aula gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini mengambil tema “Kontribusi Hukum Keluarga Islam Terhadap Perlindungan Anak di Indonesia”. Acara studium general sendiri, dihadiri oleh seluruh dosen dan seluruh mahasiswa Jurusan Ahwal Syakhshiyyah (AS).

Acara studium general sendiri dibuka oleh Dekan FSEI, Dr. H.Aan Jaelani, M.Ag. Dalam sambutannya , beliau mengatakan bahwa :“Istilah perlindungan anak, tidak ditemukan dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dan/atau Hukum Perkawinan Islam Indonesia. Istilah yang ditemukan adalah pemeliharaan dan pendidikan anak dalam UU Perkawinan, UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dan istilah pemeliharaan anak dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), sama dengan istilah hadhânah dalam fikih. Dalam KHI, pemeliharaan atau hadhânah didefinisikan  dengan kegiatan mengasuh, memelihara dan mendidik anak hingga dewasa atau mampu berdiri sendiri ”. Tuturnya.

IMG-20170926-WA0032Lebih lanjut beliau mengatakan : “Sementara istilah Perlindungan Anak ditemukan dalam UU Perlindungan Anak, UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak , yang diamandemen dengan UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak . Istilah ini dicantumkan dalam Bab I: Ketentuan Umum, pasal 1 ayat ( 2) . Dengan demikian istilah Perlindungan Anak dalam UU Perlindungan Anak kira-kira mirip dengan istilah pemeliharaan anak dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dengan segala perbedaannya”. Tutupnya.

Dalam paparannya, Asrorun Ni ‘ am Shol eh mengatakan, dari seki an banyak kasus anak yang datang ke KPAI, kebanyakan kasus yang berbasis konflik pengasuhan. Ini menjadi tamparan bagi orang tua bahwa selama ini banyak yang sudah salah asuh terhadap anak. Banyak orang tua yang  me n g a c u h k a n h a k – h a k d a s a r a n a k . P a d a h a l , t i n d a k a n i n i d i k e c a m agama, undang- undang, hingga nilai kemanusiaan. ” I n i me n u n j u k ka n s e b u a h f a k t a , s e i r i n g p e r k e m b a n g a n s o s i a l  masyarakat, semakin banyak kasus penelantaran dan salah asuh.

Untuk itu, perlu penguatan terkait denga n kel emba ga a n kel ua r ga , pa r enng , pemasan perl i ndungan anak di l i ngkungan keluarga,” jelasnya. Lebih lanjut, beliau mengatakan: “Secara normaf di dalam ketentuan fikih Islam, khususnya bab soal ahwal  syahfiah atau hukum keluarga, sudah memberikan peran atau pranata untuk penguatan lembaga keluarga, termasuk juga ketentuan mengenai pengasuhan yang baik atau dikenal sebagai tata cara pengasuhan i t u. Mul ai dari proses  perencanaan untuk membangun keluarga, yaitu memilih jodoh kemudian proses pernikahan, saat proses kehamilan, semua diatur. Di situ terdapat hak agama, bagaimana proses pendidikan agama semenjak dini dengan memberikan modelling atau uswah. Itulah poin-poin penting yang saya kira memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengasuhan anak yang baik” tutupnya.

Continue Reading