Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Mahasiswa

DSCN1309

Mutu karya tulis ditentukan oleh kemampuan penulis. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu mahasiswa dalam menulis, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam mengadakan Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) bagi Mahasiswa. Workshop ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 November 2017 dengan diikuti lebih dari 360 mahasiswa semester VII dari semua jurusan yang ada di FSEI. Acara yang berlangsung di gedung Aula SBSN ini mengangkat tema “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Penulisan dan Penyusunan Skripsi”.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dr. Layaman, M. Si , mengatakan bahwa tujuan adanya workshop ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi mahasiswa dalam memahami teknik penulisan karya ilmiah. “Selain itu, memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk dapat bisa dan ahli dalam penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, baik dalam bentuk artikel, jurnal, maupun penulisan skripsi,” katanya. Lebih lanjut Layaman mengatakan, kegiatan semacam ini akan menjadi agenda rutin fakultas, dengan harapan mahasiswa yang telah mengikuti Workshop penulisan karya ilmah ini nantinya dapat menyelesaikan tugas akhirnya berupa Skripsi dengan baik dan cepat.

DSCN1332

Dalam sambutannya, Dekan FSEI Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag sendiri mengatakan, melalui wor kshop tersebut dirinya berharap dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam kerangka membuat tulisan ilmiah. “Mahasiswa diharap dapat mengambil manfaat lebih dari Workshop kali ini dalam menyelesaikan skripsi. Mahasiswa juga akan dibimbing dalam praktik membuat jurnal yang terkait dengan penelitian yang bakal diambil oleh mahasiswa dengan jurusan masing-masing dan melalui kegiatan ini pula, FSEI berupaya penuh untuk meningkatkan SDM mahasiswa di bidang penulisan ilmiah dan penelitian.

Continue Reading

Mahasiswa Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Audiensi ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung

audiensi as_001

Kamis (30/11),  mahasiswa jurusan Ahwal Syakhshiyyah melakukan audiensi ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Kegiatan yang diikuti oleh 110 mahasiswa dari semua semester ini didampingi oleh Ahmad Shodikin, M.H.I, dan Ahmad Khalimi, M.Hum. Rombongan ini diterima langsung oleh Wiryanto, SH., MH. (Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi MK) dan Dr. H. Hasbi Hasan, S.H., M.H., (Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI). Menurut Ahmad Shodikin selaku dosen yang ikut mendampingi, : “ Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) AS”. Tuturnya. Lebih lanjut beliau mengatakan: “Dengan adanya acara audiensi ini diharapkan mahasiswa dapat menggali sebanyak-banyaknya keilmuan terkait hukum di Indonesia langsung dari sumbernya. Sehingga menjadi pelengkap keilmuan yang diperoleh pada bangku perkuliahan”. Tutupnya.

audiensi as_002

Berbagai pertanyaan terlontar dari beberapa mahasiswa saat berkunjung ke Mahkamah Konstusi (MK). “Putusan MK itu final dan mengikat. Pertanyaan saya, apakah putusan MK harus benar-benar dilaksanakan kalau misalnya putusan MK itu tidak sesuai dengan norma-norma agama? ” kata Fajar Sodik salah seorang mahasiswa. Wiryanto menjelaskan bahwa putusan MK itu bersifat erga omnes. “Artinya putusan MK tidak hanya untuk Pemohon tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Wiryanto kemudian mengenai pertanyaan putusan MK tidak sesuai norma-norma agama, Wiryanto menerangkan bahwa MK itu tidak hanya mengacu pada norma agama. Menurutnya, ada norma-norma lainnya seperti norma kesopanan dan sebagainya.

Lebih lanjut Wiryanto menanggapi pertanyaan bila putusan MK tidak dijalankan. Ia menyebut MK bukanlah lembaga pengeksekusi putusan. “MK itu bukan sebagai lembaga yang mengeksekusi putusan karena putusan MK merupakan putusan norma. Kalau  ada norma yang dibatalkan MK , sejatinya DPR harus mengubah, mengeluarkan undang-undang dan menyatakan norma itu tidak tercantum dalam undang-undang,” jelas Wiryanto.

Continue Reading