Studium General Jurusan Perbankan Syariah

IMG20171011090215

Rabu (11/10), Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam mengadakan Studium General. Acara yang diisi oleh Dr. Sapta Nirwandar, SE., DESS, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengangkat tema “Prospek Pariwisata Halal Dalam Meningkatkan Perekonomian”. Lebih dari 200 mahasiswa turut yang hadir begitu antusias memperhatikan paparan yaang disampaikan oleh narasumber. Menurut Sapta Nirwandar bahwa Thailand yang hanya memiliki 5% penduduk beragama muslim berani menyatakan sebagai tujuan wisata halal & lifestyle. Negara itu bahkan sudah mampu memasok makanan halal pula ke negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Korea juga mendeklarasikan punya 150an restoran halal sehingga menambah pelayanan pada wisatawan muslim yang datang ke negara itu. “ Kita perlu kesepakatan untuk menggunakan Halal Tourism and Lifestyle sebagai brand dan deklarasi bahwa kita memberikan opsi pelayanan bagi wisatawan muslim maupun nonmuslim. Bukan berarti bahwa pelayanan wisata yang diberikan harus religi, berkaitan dengan masjid dan ziarah,” kata Sapta. Dia berharap, pemerintah maupun masyarakat terutama para pelaku usaha pariwisata tidak menyempitkan pandangan bahwa brand Halal Tourism and Lifestyle akan menghambat perkembangan bisnis wisata karena sebenarnya produknya sudah beragam dan telah lama dijalankan hanya belum memiliki
brand halal.

IMG20171011093931 IMG20171011102038

Sapta mencontohkan produk wisata yang ditawarkan oleh ESQ Tour misalnya ke Makau yang dikenal sebagai destinasi untuk berjudi. Namun karena ESQ Tour mampu mengemasnya dengan jaminan sholat lima waktu dan makan di restoran halal maka paket itu terjual laris dikalangan konsumennya yang biasa membeli paket umroh dan haji. Sapta menegaskan, market share Indonesia untuk produk Halal Tourism and Lifestyle sangat besar dengan adanya 1,6 miliar penduduk muslim  dunia . Keputusan Indonesia untuk menjadi target pasar negara lain atau justru menjadi produsen supply chain halal sepenuhnya adalah tergantung pemerintah dan masyarakatnya. Selain mengundang Dr. Sapta Nirwandar, SE., DESS, menurut Dr. Sri Rokhlinasari, M.Si selaku Ketua Jurusan Perbankan  Syariah, pihaknya juga mengundang Dinas Pariwisata baik Kota maupun Kabupaten Cirebon, pengelola wisata yang berada di Cirebon, serta akademisi lingkungan kampus.

Continue Reading

FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan IAIN Purwokerto

mou iain pwt_001

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag beserta rombongan berkunjung ke Fakultas Syariah IAIN Purwokerto. Kunjungannya kali ini dalam rangka menjalin kerjasama dalam upaya meningkatkan hubungan kelembagaan antara kedua pihak di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kunjungan yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Oktober 2017 itu diterima langsung oleh Rektor IAIN Purwokerto dan Dekan Fakultas Syariah di Ruang Rapat dekan Fakultas Syariah.

Selain hal itu, kerjasama juga bertujuan untuk meningkatkan Akreditasi kedua lembaga dengan saling menopang dan menguatkan. Atas dasar itu, Dekan FSEI IAIN Cirebon memandang perlunya belajar tentang proses perencanaan, pelaksanaan hingga persiapan penilaian oleh Asesor kepada IAIN Purwokerto. Dekan berharap dengan kedatangannya ke IAIN Purwokerto akan banyak hasil yang bisa diperoleh untuk meningkatkan nilai akreditasi pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sementara itu Rektor IAIN Purwokerto Dr. A Luthfi Hamidi, M. Ag pada kesempatan itu menyambut baik tentang tujuan dan harapan Fakultas SEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya menjalin kerjasama.

Kerjasama dalam upaya peningkatan kualitas lembaga menurut Luthfi perlu terus dibuka dan dijalin agar peningkatan kualitas dapat lebih cepat dicapai. Terkait Akreditasi menurut Luthfi, setidaknya ada dua masalah yang sering muncul diantaranya masalah nomenklatur dan homebase dosen. Dekan Fakultas Syariah IAIN Purwokerto Dr Syufaat juga dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kerjasama (MoU) akan  mengedepankan rasa saling menghormati dan menghargai kebebasan otonomi masing-masing lembaga serta saling menguntungkan. Harapannya ke depan kerjasama akan terus dikembangkan demi maju dan suksesannya kedua lembaga. Saling bertukar narasumber pada kegiatan seminar serta reviewer pada kegiatan penelitian menjadi salah satu langkah yang akan ditempuh sebagai tindak lanjut dari kerjasama itu. Syufaat yakin dengan kuatnya jalinan kerjasama antar PTKIN yang sedang berkembang ini, akan menjadi salah satu jalan percepatan peningkatan mutu akademik dan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Continue Reading

FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon MoU dengan FEBI UIN Raden Intan Lampung

UIN lampung_001

Kamis (09/10), Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung. Penandatanganan di lakukan secara langsung oleh dekan FSEI, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung Dr. Moh. Bahruddin, MA di Aula FEBI UIN Raden Intan Lampung. Isi MoU sendiri menyangkut bidang tri dharma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan FSEI mengatakan. “Kami (FSEI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada FEBI UIN Raden Intan Lampung yang telah menyambut dengan baik forum sialturrahim ini sekaligus Momerandum of Understanding (MoU) di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Harapannya, Momerandum of Understanding (MoU) tidak hanya sebatas ini saja.” Ungkap Dekan FSEI.  Selanjutnya, dari pihak FEBI sendiri pada kesempatan itu mengaku, ia sangat menyambut baik penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) ini . Ia mengharapkan nannya antara FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan FEBI UIN Raden Intan Lampung dapat saling membantu, serta bekerjasama untuk terus maju dan berkembang dalam tri dharma perguruan tinggi.

Continue Reading