Studium General Jurusan Hukum Ekonomi Syariah/Muamalah

DSCN1006

Kamis (28/9) Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar studium general semester ganjil tahun akademik 2017/2018. Acara yang bertema “Wisata Syariah dalam Pandangan MUI” ini berlangsung di gedung Auditorium lantai 4 Gedung SBSN FSEI. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. KH. Rahmat Syafei, Lc., MA dari MUI Provinsi Jawa Barat didapuk sebagai pembicara Acara Studium General dan dimoderatori oleh H. Juju Jumena, SH., MH (Ketua Jurusan HES) serta dihadiri oleh dosen-dosen dan lebih dari 200 mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah berlangsung lancar dan tanpa hambatan. Acara Studium General sendiri dibuka langsung oleh Dekan FSEI, Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Dalam paparannya, KH. Rahmat Syafei mengatakan bahwa Dalam kesejarahannya, parawisata dalam tradisi Islam dimulai dari kemunculan Islam itu sendiri  sebagai agama yang universal, yakni ketika dikenalkan konsep ‘ziyarah’ yang artinya secara harfiahnya adalah berkunjung. Akibatnya budaya ziyarah itulah lahir berbagai bentuk pranata-pranata sosial Islam yang dibimbing oleh etika dan hukumnya. Selanjutnya lahi rlah konsep dhiyah, yakni tatakrama kunjung berkunjung yang didalamnya mengatur etika dan tatakrama secara hubungan sosial antara tamu (dhaif) dengan tuan rumah (mudhif). Konsep ziyarah tersebut mengalami perkembangan dan melahirkan berbagai bentuknya.

DSCN0949 DSCN0953

Lebih lanjut beliau mengatakan :”Ada dua hal yang melatarbelakangi lahirnya fatwa DSN-MUI Nomor 08/DSNMUI/X/2016 yaitu ; Pertama, semakin berkembangnya sektor parawisata halal di dunia termasuk di Indonesia, sehingga memerlukan pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah; Dan kedua, belum adanya ketent uan hukum mengenai pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah belum diatur dalam fatwa DSN-MUI.”

Continue Reading

Studium General Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam)

IMG-20170926-WA0031

Ketua Komisioner KPAI Periode 2012-2017 Dr. H. M. Asrorun Ni ’am Sholeh, MA., menjadi narasumber Studium General Ahwal Syakhshiyyah (AS) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Selasa (26/09). Acara yang berlangsung di aula gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini mengambil tema “Kontribusi Hukum Keluarga Islam Terhadap Perlindungan Anak di Indonesia”. Acara studium general sendiri, dihadiri oleh seluruh dosen dan seluruh mahasiswa Jurusan Ahwal Syakhshiyyah (AS).

Acara studium general sendiri dibuka oleh Dekan FSEI, Dr. H.Aan Jaelani, M.Ag. Dalam sambutannya , beliau mengatakan bahwa :“Istilah perlindungan anak, tidak ditemukan dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dan/atau Hukum Perkawinan Islam Indonesia. Istilah yang ditemukan adalah pemeliharaan dan pendidikan anak dalam UU Perkawinan, UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, dan istilah pemeliharaan anak dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), sama dengan istilah hadhânah dalam fikih. Dalam KHI, pemeliharaan atau hadhânah didefinisikan  dengan kegiatan mengasuh, memelihara dan mendidik anak hingga dewasa atau mampu berdiri sendiri ”. Tuturnya.

IMG-20170926-WA0032Lebih lanjut beliau mengatakan : “Sementara istilah Perlindungan Anak ditemukan dalam UU Perlindungan Anak, UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak , yang diamandemen dengan UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak . Istilah ini dicantumkan dalam Bab I: Ketentuan Umum, pasal 1 ayat ( 2) . Dengan demikian istilah Perlindungan Anak dalam UU Perlindungan Anak kira-kira mirip dengan istilah pemeliharaan anak dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dengan segala perbedaannya”. Tutupnya.

Dalam paparannya, Asrorun Ni ‘ am Shol eh mengatakan, dari seki an banyak kasus anak yang datang ke KPAI, kebanyakan kasus yang berbasis konflik pengasuhan. Ini menjadi tamparan bagi orang tua bahwa selama ini banyak yang sudah salah asuh terhadap anak. Banyak orang tua yang  me n g a c u h k a n h a k – h a k d a s a r a n a k . P a d a h a l , t i n d a k a n i n i d i k e c a m agama, undang- undang, hingga nilai kemanusiaan. ” I n i me n u n j u k ka n s e b u a h f a k t a , s e i r i n g p e r k e m b a n g a n s o s i a l  masyarakat, semakin banyak kasus penelantaran dan salah asuh.

Untuk itu, perlu penguatan terkait denga n kel emba ga a n kel ua r ga , pa r enng , pemasan perl i ndungan anak di l i ngkungan keluarga,” jelasnya. Lebih lanjut, beliau mengatakan: “Secara normaf di dalam ketentuan fikih Islam, khususnya bab soal ahwal  syahfiah atau hukum keluarga, sudah memberikan peran atau pranata untuk penguatan lembaga keluarga, termasuk juga ketentuan mengenai pengasuhan yang baik atau dikenal sebagai tata cara pengasuhan i t u. Mul ai dari proses  perencanaan untuk membangun keluarga, yaitu memilih jodoh kemudian proses pernikahan, saat proses kehamilan, semua diatur. Di situ terdapat hak agama, bagaimana proses pendidikan agama semenjak dini dengan memberikan modelling atau uswah. Itulah poin-poin penting yang saya kira memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pengasuhan anak yang baik” tutupnya.

Continue Reading

MoU antara FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan FIAI UII dan FSH UIN Yogyakarta

mou yogya_001

Dekan fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama rombongan melakukan
silaturahim ke Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarta, dan juga ke Fakultas Syariah dan Hukum UIN Yogyakarta pada Selasa (5/9). Kedatangan Dekan FSEI IAIN Syekh Nurjati beserta rombongan diterima langsung baik oleh Dekan FIAI UII Dr. Tamyiz Mukarrom, MA., maupun oleh Dekan FSH UIN Yogyakarta Dr. Agus Muh. Najib, S.Ag, M.Ag, di dampingi oleh wakil dekan serta pejabat yang lain diruangan serbaguna Fakultas.

Dalam pertemuan tersebut, Dekan FSEI Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menjelaskan maksud dan tujuannya : “ Kedatangan kami di samping silaturrahim, juga untuk melakukan Nota Kesepahaman (MoU). Agar dengan adanya MoU tersebut dapat terjalin silaturrahim yang erat juga memberikan kontribusi bagi kemajuan masing-masing fakultas.” Dekan FIAI UII Dr. Tamyiz Mukarrom, MA. Dalam sambutannya : ”kami menyambut gembira kedatangan rombongan dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati, terlebih lagi untuk melakukan penandatanganan kerjasama kedua fakultas”.

mou yogya_002

Tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FSH UIN Yogyakarta Dr. Agus Muh. Najib, S.Ag, M. A g., dalam sambutannya beliaupun mengungkapkan rasa bahagianya, terlebih lagi dari IAIN Cirebon, yang mana tempat asal dari Dekan FSH UIN Yogyakarta sendiri. Di akhir acara tersebut dilakukan penandatanganan MoU, baik dengan Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam UII Yogyakarta, dan juga ke Fakultas Syariah dan Hukum UIN Yogyakarta.

Continue Reading

Alhamdulillah SK Izin Pendirian 3 Program Studi Baru Sudah Terbit

SK Izin Pendirian 3 Program Studi Baru Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah terbit. Hal itu berdasarkan SK Dirjen Pendis Kemenag RI No.4141 Tahun 2017 Tentang Izin Penyelenggaraan Prodi Pada Program Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Tiga program baru yang dimaksud adalah Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah dan Hukum Tata Negara Islam.

Dekan FSEI Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag merasa bersyukur “Alhamdulillah, telah terbit SK Izin Pendirian 3 Prodi baru di FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon”, terangnya. Beliau menambahkan “Dengan terbitnya SK Izin Pendirian 3 Prodi baru ini diharapkan FSEI ke depan semakin dapat berkembang dan berdaya saing baik sisi akademik maupun non akademiknya.

SK jurusan Baru

 

SK Jurusan baru 1

SK Jurusan Baru 2

Continue Reading