Tata Pamong

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodir semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan,  dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Uraian secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah) untuk membangun sistem yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil sebagai berikut:

tata pamong

Untuk membangun tata pamong yang kredibel maka diatur mekanisme pengangkatan pimpinan di tingkat Jurusan/Program Studi. Mekanisme pemilihan Ketua dan Sekretaris Jurusan/Program Studi dilakukan melalui rapat senat fakultas dimana sebelumnya seluruh dosen yang memiliki kualifikasi memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Jurusan/Program Studi dan Sekretaris Program Studi. Selanjutnya dalam rapat senat, Dekan mengajukan nama-nama calon Ketua dan Sekretaris Jurusan/Program Studi untuk diberi pertimbangan sebagai calon Ketua dan Sekretaris Program Studi.

Adapun tatacara pengangkatan calon Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi /Jurusan ditetapkan dalam Statuta IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2014 Pasal 51,  adalah sebagi berikut.

Tata cara pengangkatan ketua dan sekretaris Jurusan/Program Studi adalah sebagai berikut:

  1. Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi diangkat dan diberhentikan oleh Dekan, setelah mendapat pertimbangan Senat Fakultas;
  2. Masa jabatan Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi mengikuti masa jabatan Dekan;
  3. Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut.

Dan kualifikasi serta persyaratan calon Ketua dan calon Sekretaris Jurusan sebagaimana ditetapkan dalam Statuta IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2014 Pasal 52,  adalah sebagi berikut:

  1. Berstatus PNS;
  2. Beragama Islam dan Berakhlak mulia;
  3. Berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun;
  4. Lulusan paling rendah program Magister (S2);
  5. Memiliki jabatan fungsional paling rendah Lektor;
  6. Berlatar belakang pendidkan sesuai dengan jurusan yang terkait; dan
  7. Bersedia dicalonkan menjadi Ketua Jurusan atau Sekretaris jurusan.

Adanya kualifikasi dan mekanisme pemilihan pimpinan di tingkat Jurusan/program studi tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata organisasi yang Kredibel, dan demokratis. Pada saat ini Jurusan/Prodi  Hukum Keluarga (AS) dipimpin oleh H. Nursamsudin, M.A  lulusan S2 dari UIN Syarif Hidayatullah dengan pangkat III/d Jabatan Fungsional Lektor, yang berarti memenuhi ketentuan dalam peraturan tersebut

Untuk menjamin kredibiltas Jurusan/Program studi, maka semua pelaksanaan kegiatan di lingkungan Program Studi Hukum Keluarga mengacu pada tata aturan yang ditetapkan oleh pimpinan di tingkat kementrian, Institut maupun Fakultas (terkait Organisasi dan Job Description). Tugas masing-masing unsur atau struktur dalam tata pamong, hubungan kerja antar unsur-unsur dalam tata pamong, serta berbagai peraturan akademik di lingkup Institut telah dibuat oleh Pimpinan Institut dan lebih secara spesifik di lingkup fakultas dibuat oleh Pimpinan Fakultas melalui Pedoman Job Description Fakultas. Dengan model penunjukan unsur tata pamong seperti itu, serta dengan pola hubungan yang jelas antar unsur dalam tata pamong, maka penyelengaraan tata pamong dapat menjamin tercapainya visi dan misi Jurusan/Prodi. Selanjutnya, dalam rangka mendukung terselenggaranya kegiatan tata pamong yang kredible silakukan beberapa hal berikut ini

  1. Semua elemen di Jurusan/Program studi Hukum Keluarga, baik Ketua Jurusan/Prodi, Sekretaris Jurusan/Prodi, dosen dan tenaga kependidikan harus bermutu, mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengintegrasikan tugas Jurusan/Prodi . Demikian pula Ketua Jurusan/Prodi, Sekretaris Jurusan/Prodi, dosen dan tenaga kependidikan harus memiliki integritas dan kemampuan akademik, kemampuan organisasi dan pemahaman terhadap visi, misi dan tujuan Jurusan/Prodi. Mereka harus memiliki komitmen yang kuat terhadap pengembangan program studi dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pasar dan memenuhi tuntutan masyarakat.
  2. Pada proses akademik, upaya penjaminan kredibilitas tata pamong pada Jurusan/Program Studi diimplementasikan dengan cara menerapkan sistem yang pasti dan terukur, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, pelaksanaan KBM,  evaluasi  KBM, juga administrasi akademik dan kemahasiswaan, sampai kelulusan mahasiswa. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan mengikuti sistem seleksi nasional yang baku dan standar di satu sisi dan seleksi mandiri disatu sisi lain,sehingga dapat dipastikan berdasarkan aturan-aturan yang tidak memungkinkan intrvensi pihak luar. Administrasi kemahasiswaan juga dijamin kredibilitasnya dengan dukungan pedoman  yang  jelas  dan  tegas  yang  telah  diterjemahkan dalam sistem manajemen teknologi informasi berbasis internet yang kokoh, sehingga kemungkinan  terjadinya  mis-administrasi  akibat  human error atau misconduct dapat diminimalisir. Sistem ini juga memberikan kesempatan yang luas bagi seluruh stakeholder Program Studi untuk memberikan pengawasan dan akses informasi. Sebagai contoh,    Program    Studi    memiliki    sistem    monitoring pelaksanaan pembelajaran yang datanya dapat diakses melalui sistem smart campus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
  3. Dalam pelaksanaan tridarma  perguruan tinggi,  Jurusan/Program Studi memiliki sistem penjaminan mutu yang mapan. Seluruh aspek tridarma memiliki panduan mutu yang sangat jelas dan tegas. Untuk menjamin terlaksananya panduan mutu, didasarkan pada pedoman-pedoman yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Mutu IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan dilakukan audit mutu internal secara berkala.
  4. Dalam rangka menjamin kredibilitas pada aspek kepegawaian, tata pamong dilakukan secara komprehensif mulai dari seleksi dan penempatan, pengawasan, hingga pengembangan kompetensi setiap pegawai dan unsur pimpinan yang menempati posisi tertentu. Jurusan/Prodi mengusulkan sejumlah hal yang dapat menjadi pertimbangan, yaitu prestasi akademis, pengalaman kerja, kesehatan fisik dan mental, status perkawinan, dan faktor usia. Dalam implementasinya, hal ini dilaksanakan melalui suatu tes yang dilakukan oleh pihak Fakultas yang berkaitan dengan kepribadian, kemampuan manajemen dan kepemimpinan serta kemampuan kerja tim, di samping juga sebelumnya dilakukan verifikasi kualifikasi dan syarat-syarat administratif calon pegawai yang akan menempati pos tertentu. Sebagai tindak lanjut dari mekanisme ini adalah pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan dan karakteristik tugas pokok dan fungsi pegawai dimaksud.
  5. Transparansi dalam Tata Pamong

Yang dimaksud transparansi di sini adalah semua  civitas akademika dan stakeholder dapat mengakses secara mudah dan akurat informasi yang terkait dengan tata pamong sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku.

Untuk mewujudkan transparansi tersebut, semua kegiatan akademik maupun non akademik Jurusan/Prodi  Hukum Keluarga dapat diakses melalui jaringan online smart campus (sc.syekhnurjati.ac.id) dan website Jurusan/Prodi  Hukum Keluarga (web.syekhnurjati.ac.id/as) IAIN syekh Nurjati Cirebon. Di samping itu, secara berkala Jurusan/Prodi  Hukum Keluarga membuat Laporan Pelaksanaan Kegiatan yang akan disampaikan dalam Rapat Jurusan/Prodi  untuk Evaluasi Semester setiap Awal/Akhir Semester. Jurusan/Prodi  juga mengadakan rapat sosialisasi dan pelaksanaan program kerja akademik, serta dialog dengan mahasiswa.Indikator transparan yang lain adalah sebagaimana berikut:

  • Jurusan/Prodi terbuka dalam pengelolaan anggaran dan dibuktikan melalui: (a) perencanaan dan pengelolaan anggaran program studi selalu dilaporkan dalam rapat dosen dan pimpinan; (b) audit internal yang dilakukan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI).
  • Transparansi dalam pengelolaan kepegawaian dan penjenjangan karir di Jurusan/Prodi Studi Hukum Keluarga FSEI IAIN Syekh Nurjati pada pelaksanaan pemilihan ketua dan sekretaris program studi yang dilaksanakan secara demokratis oleh dosen tertuang dalam Surat Keputusan rektor IAIN Syekh Nurjati;
  • Senantiasa mengumumkan hal-hal yang perlu diketahui oleh civitas akademika Jurusan/Prodi Studi Hukum Keluarga FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  1. Tata Pamong Yang Akuntabel

Akuntabel  maksudnya adalah upaya untuk menjaga kepemimpinan di lingkungan Program Studi Hukum Keluarga agar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan dapat dipertangungjawabkan secara benar.

Untuk maksud tersebut, di bidang akademik tingkat Jurusan/Prodi , pimpinan Jurusan/Prodi  dan tim gugus mutu Jurusan/Prodi  melakukan beberapa hal tersebut d bawah ini:

  • Membuat laporan pelaksanaan kegiatan akademik yang disampaikan kepada tim kendali mutu di tingkat  fakultas dan pusat penjaminan mutu di tingkat Institut. Demikian pula secara berkala, yaitu setiap semester, pimpinan Jurusan/Prodi  selalu melaporkan hasil kinerjanya kepada seluruh dosen di lingkungan Jurusan/Prodi .
  • Jurusan/Prodi juga siap diaudit mutu internal (AMI) oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan audit mutu eksternal oleh BAN PT.
  • Untuk akuntabilitas keuangan, Jurusan/Prodi senantiasa membuat SPJ dan laporan realisasi anggaran dari setiap program atau kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan/Prodi  kepada Fakultas serta siap diaudit internal oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) dan oleh Irjen Kemenag serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap terhadap laporan keuangan kegiatan Jurusan/Prodi .
  • Akuntabilitas Program Studi tercermin dengan adanya penyajian data berbasis online: SMART CAMPUS, SIAMIN. Sedangkan akuntabilitas kinerja dosen lewat BKD dan pegawai senantiasa diadakan monev dan pelaporan secara periodik.
  1. Tata Pamong yang Bertanggungjawab
  • Ketua Jurusan/Program Studi Hukum Keluarga secara rutin setiap tahun memaparkan rencana kerja tahunan dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas tahun sebelumnya di hadapan anggota Senat Fakultas.
  • Berkaitan dengan tanggung jawab pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar, serta supervisi dan evaluasi proses pembelajaran merupakan tanggung jawab, Ketua Jurusan berkoordinasi dengan Wakil Dekan Bidang Akademik yang merupakan tugas dan fungsi penjaminan mutu tingkat fakultas. Proses supervisi dan evaluasi di tingkat fakultas ini dilaksanakan berdasar pada pedoman penjaminan mutu yang dikeluarkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon;
  • Ketua Jurusan/Program Studi Hukum Keluarga Wakil Dekan Bidang Akademik mengatur penyelenggaraan pengajaran, seperti jadwal kuliah, menata tim pengajar/pengampu setiap mata kuliah disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi pada semester sebelumnya, mengatur kegiatan seminar proposal, hasil penelitian dan memimpin rapat-rapat dosen untuk persiapan awal semester;
  • Staf administrasi Jurusan/Prodi  Hukum Keluarga memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan daftar hadir kegiatan belajar (dosen dan mahasiswa), menyiapkan sarana belajar (ruangan dan fasilitas kegiatan belajar di kelas, membantu dosen yang akan mengajar misalnya: fotokopi bahan pengajaran), mengadministrasikan semua kegiatan belajar seperti, daftar mahasiswa baru dan lama yang masih aktif, membuat daftar hadir dosen dan mahasiswa, dan mencatat semua keluhan mahasiswa yang berkaitan dengan pengajaran.
  1. E. Tata Pamong yang Adil

Keadilan dalam penyelenggaraan kegiatan tata pamong dicerminkan oleh telah terdiskripsinya dengan jelas tugas dan kewajiban masing-masing unsur dalam tata pamong yaitu Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan dan Tim Penjaminan Mutu, dan pelakasana administratif. Namun secara elaborative, tata pamong Jurusan/Prodi  yang adil tercermin dalam beberapa hal berikut ini:

  • Setiap unsur dalam tata pamong telah dilibatkan dalam setiap penyusunan program kerja dan anggaran Jurusan/Prodi  dan fakultas.
  • Dalam penugasan, Jurusan/Prodi  mengupayakan ada proses yang melibatkan unsur dosen, karyawan, dan mahasiswa dengan mempertimbangkan aspek pemerataan, profesionalisme dan juga kinerja personal. Termasuk dalam hal Pembagian mata kuliah dan SKS merata pada dosen,  pemberian kesempatan yang sama untuk studi lanjut, mendapatkan dana hibah penelitian

Beberapa pedoman yang digunakan dalam mencapai tata pamong yang baik antara lain : TUPOKSI, SOP, etika dosen dan mahasiswa, kode etik kepegawaian, pedoman akademik, pedoman penyusunan karya tulis ilmiah, pedoman praktikum, pedoman PPL, pedoman perkuliahan, dan panduan teknis layanan perpustakaan.

Akhwal Syaksiyah