Harlah HIMAS yang Ke-3

HIMAS – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dalam hal ini Jurusan Hukum Keluarga, atau sebut saja HIMAS (Himpunan Mahasiswa Jurusan Akhwal Syaksiyah) menyelenggarakan harlah (hari lahir) yang ke-3 dengan menggelar acara syukuran, acara tersebut dilaksanakan di Lobby Gedung SBSN FSEI Lt.II dan dihadiri oleh mahasiswa Prodi Hukum Keluarga dan Pengelola Prodi Hukum Keluarga.

IMG_20180427_092140

IMG_20180427_092100

IMG_20180427_092034

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Jurusan/Prodi Hukum Keluarga H. Nursyamsudin, MA, Kajur dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Mahasiswa yang mengikuti organisasi tentunya harus memiliki kelebihan dibanding mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi, harus bisa menjadi contoh bahwa dengan ikut organisasi justru semakin memacu diri untuk bisa mengikuti proses perkuliahan dengan baik, efektif dan bisa menyelesaikan tepat waktu bahkan kalau perlu bisa lebih cepat dari teman-teman yang lain yang tidak berorganisasi, jangan malah dijadikan alasan karena mengikuti organisasi menjadikan tugas pokok mengikuti perkuliahan menjadi terbengkalai, tetap jadikan orang tua sebagai motivasi utama untuk bisa belajar dengan penuh semangat kelak memberikan yang terbaik  untuk orang tua”.

Setelah sambutan dari kajur, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua HIMAS “Sigit Alvianto” mahasiswa prodi Hukum Keluarga semester VI dan dilanjutkan sambutan dari ketua DEMA FSEI “Zainal Muttaqien”.

Dalam harlah yang ke-3 ini juga digelar istighozah bersama demi kesuksesan Akrediatsi prodi Hukum Keluarga yang belum lama ini di visitasi oleh assesor BAN-PT, semoga apa yang dicitakan bersama menjadi prodi yang unggul dapat terwujud. Menurut panitia acara harlah akan ditutup dengan acara diskusi ilmiah yang akan diselenggarakan ba’da Sholat Jum’at.

IMG_20180427_092023

IMG_20180427_092346

IMG_20180427_092044

Selamat Berorganisasi !!!
“Semakin dekat cita-citamu tercapai semakin berat penderitaan yang kamu alami”

“Berpikir tentang masa depan akan membuatmu ingin melangkah mencapai yang lebih baik, berpikir tentang masa lampau akan membuatmu terperangkap pada ketidakpastian”

“Lebih baik menjadi orang kecil tetap bekerja sendiri daripada berlagak orang besar tetapi meminta-minta”